Welcome to Little Seoul

@ Little Seoul

Lebaran kedua 1429 H ke Bandung, via Cibubur – Clieungsi (Met Land) – Cibitung – Kerawang Barat – Bandung.   Jalur menghindar macet tol Cikampek, yang selalu horor diseputaran Bekasi.  Via jalan lama tapi lumayan ampuh hindari macet tol seputaran Bekasi – Cikarang.  Masuk tol lagi di pintu tol Kerawang Barat, mobil melaju bebas hambatan.  Nge botram di km 88, gelar masakan lebaran khas ummi, yang penuh dengan aneka rasa kelezatan.  He he siapa dulu dong suaminya.  😛

Selesai silahturahmi dengan family di Bandung, langsung check in di Meize Hotel Bandung, jalan Sumbawa no 7.  Hotel nya bermotif serba biru tosca, warna yang adem kalau dipandang mata.  Bintang tiga tapi cukup worthed untuk bermalam bersama keluarga tercinta.  Lorong hotel tidak terlalu lebar, kesan memaksimalkan seluruh ruang kental terasa.   Interior kamar dipercantik dengan lukisan goresan putih dengan kanvas besar biru tosca.

Lantai dasar bersebelahan dengan Indomart jadi gampang kalau mau beli apa apa.  Sebelah indomart ada Mesjid,  jadi kalau nginap di hotel ini dijamin sholat subuh di mesjidnya gampang.  Kalau loe laki sebaiknya sholat subuh di Mesjid ya,  pahala dan hikmah nya sangat banyak.  Dari mulai langkah, menunggu sholat semua full kerberkahan.  “Dua rakaat fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya” (HR Muslim).  Coba bayangkan sholat sunnah nya saja demikian, apalagi keutamaan sholat Shubuh nya.

Kembali ke topik, makan malam di Baso Aci Ganteng dekat gedung Telkom.  Menu wahid nya sudah habis, jadi hanya makan menu ganteng standard saja.   Nggak enak juga saya makan Baso Aci Ganteng ini, khawatir kegantengannya bertambah… hehe pret.   Beres nge baso aci lanjut pulang ke hotel, badan cape banget silahturahmi seharian.

Breakfast di lantai teratas, dengan menu standar bintang tiga Bandung dengan cita rasa bintang empat.  Check out dimaksimalkan jam 12, sayang sudah bayar tidak dimaksimalkan rehat sejenak (nggak mau rugi).

Check out beres, dilanjut makan siang di Chingu Korean Fan Cafe, jl Sawunggaling no 10 Bandung.  Korean resto dengan konsep yang cemerlang, briliant  dan ramah terhadap kantong.  Ruang tunggu unik penuh lukisan kartun korea,  ada Gangnam Station background foto unik  serasa di MRT Stasion.  Masuk lagi kearah dalam, tara Welcome to Litle Seoul.   Suasana Korea lebih kental lagi terasa, di Dongdaemun Street , dekorasi kios, bangku, jalanan dll Korea habis.

Pencinta drama Korea sebaiknya kesini, biar bisa merasakan suasana Korea KW2.  Diarea Little Seoul ada Chagiya Korean Suki & BBQ.  Kami makan di Chagiya supaya bisa barberque an sambil rasakan sensasi watermelon punch.

Little Seoul ada mushola juga, jadi yang belum sholat bisa mudah jalankan kewajiban.  Terus terang waktu ke Little Seoul banyak kerabat menyangka saya lagi jalan jalan ke Korea.   Sampe sampe ada yang comment kenapa saya jadi mirip Song Joong Ki gitu sih… hehe 😛

Annyeong Haseyo

Iklan
Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Danau Maninjau – Padang

@ Puncak Lawang Danau Maninjau

Hari ketiga

Saat kaki menginjak Ranah Minang, kk selalu bilang, “pokoknya wajib makan Gulai Itiak Lado Mudo” di Binuang Bukittinggi.  Beres packing barang, foto pagi depan Jam Gadang, lanjut naik delman plus kejadian horor, nahan kuda diturunan samping Istana Bung Hatta, kami lanjutkan traveling ke Danau Maninjau.

Lewat jalan Binuang, bungkus beberapa porsi Gulai Itiak Lado Mudo, maklum baru beres breakfast di hotel, jadi bekal bukusan untuk makan siang sambil memandang Danau Maninjau.  Akhirnya cita cita kk dapat terwujud. Baca lebih lanjut

Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Bukittinggi – Payakumbuh

Panorama Ngarai Sianok

“Dari lantai atas hotel terlihat dikejauhan gumpalan awan putih tebal memanjang menutup Ngarai Sianok, posisi awan lebih rendah dari posisi memandang, bagai terperangkap dalam Ngarai.  Sebelah kiri mata memandang tampak gagah gunung Singgalang berdiri dengan kerucut yang tidak simetris lagi.  Sejuk udara pagi, indah nya mata memandang menjadi magnet tersendiri berwisata ke Bukittinggi”.

Hari pertama.

Kalau traveling sendiri atau sekeluarga inti itu sih biasa.  Tapi kalau traveling sama ibu yang sudah lanjut usia, itu baru namanya luar biasa, butuh kesabaran lebih dan perencanaan yang matang.  30 Mei ini ibu genap 71 tahun, kalau diajak jalan kaki terlalu lama sudah tidak sanggup, cepat lelah.  Sabtu lalu kami bersama ibu ke Bukittinggi, via Bandara International Minangkabau. Baca lebih lanjut

Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Makassar

@ Fort Rotterdam

Seumur umur belum pernah ke Sulawesi.  Long week end akhir Maret lalu ke Makassar biar kesampaian dapat ke Celebes, sekalian explorer seputar Makassar.  Waktu hanya tiga hari, sangat terbatas lokasi yang dapat dikunjungi.  Sudah lama tidak jalan jalan, terakhir ke Lampung, awal tahun, hampir satu triwulan tidak jalan jauh sekeluarga.  Itinerary tidak dibuat, breakdown kasar hanya didalam pikiran saja.

Rencana liburan hanya mau santai-santai saja, leha-leha di hotel sambil berenang dan wisata kuliner Makassar, namanya juga liburan tiga hari.  Coto Makassar, Pisang Ape, Pallubasa, Konro Karebosi sudah terpatri dalam pikiran sebagai target destinasi kuliner. Baca lebih lanjut

Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

Rammang Rammang

@ Rammang Rammang

Jangan dibaca remang remang ya.  Baca saja Rammang Rammang yang artinya sekumpulan awan atau kabut.  Lokasi geowisata yang lagi ngehit dijaman now, tidak jauh dari Makassar, lebih kurang satu setengah jam dengan mobil via tol.  Lokasinya di Kabupaten Maros.  Makanya dibilang Maros Hidden Paradise.

Awalnya tidak ada niat kesana, karena selama di pesawat nonton film The Nekad Traveler.  Salah satu lokasi syuting nya di Rammang Rammang.  Terkagum kagum lihat sekilas keindahan alamnya, bentangan morfologi karst, jadi penasaran mau kesana. Baca lebih lanjut

Categories: Travel Note | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Bandar Lampung

@ Feri Merak – Bakauheni

Mau ke Puncak macet, ke Bandung macet, ke Dieng juga khawatir macet di tol Cikampek.  Kalau liburan akhir tahun harap maklum macet dimana mana.  Liburan buat refreshing, karena macet bisa jadi bt kuadrat.  Mau liburan naik pesawat juga tanggung, waktunya hanya dapat 2 malam 3 hari, bisa mahal diongkos.

Ngirit traveler tidak pantang menyerah, diputuskan berlibur ke Bandar Lampung, siapa tau tidak macet kalau kearah sana.  Benar juga, Rabu 31 Desember kami berangkat pagi dari markas di Bogor, jalanan lancar jaya sampai Merak.  Bogor – Merak tembus 2 jam, nyaman betul nyetir pagi itu. Baca lebih lanjut

Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Belitong, H34

Pulau Lengkuas, View nya Wow

Salah besar kalau cari lengkuas di Pulau Lengkuas.  Nggak ada budidaya lengkuas di pulau Lengkuas.  Yang ada Mercusuar tua yang dibangun jaman penjajahan Belanda, tahun 1882.  Konon tingginya 70m, kalau nggak percaya silahkan ukur sendiri.  Penggagasnya bernama L.I Enthoven, jaman dulu disebut Mercusuar L.I Enthoven.  Susahkan bacanya.  Karena susah, sempat dirubah sama om dari Inggris jadi pulau Lighthouse.  Karena masih susah juga dilidah warga, akhir nya jadilah Pulau Lengkuas.  😛

Pagi hari ketiga, bergegas berenang di pantai Tebing Tinggi, sebelumnya mampir di Tanjung Kelayang untuk cek perahu.  Siapa tahu ada perahu yang nganggur untuk bisa antar ke Pulau Lengkuas.  Aneh seperti kemaren saja, orang-orang bilang perahu semua sudah full booked.  Tapi beberapa orang menyarankan, dicoba lagi  siang hari siapa tahu ada perahu kosong, karena sudah antar tamu yang sewa. Baca lebih lanjut

Categories: Travel Note | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Belitong, H2

Granit

Batu Granit adalah batuan beku dalam atau batuan plutonik yang berwarna terang dengan butiran mineral yang terlihat cukup besar.  Butiran mineral tersebut terbentuk dari kristalisasi magma yang lambat di bawah permukaan bumi.  Granit utamanya tersusun oleh mineral kuarsa dan feldspar, dengan sejumlah kecil mika, amfibol dan mineral asesoris lainnya.  Komposisi mineral-mineral inilah yang biasanya memberikan granit berwarna merah, merah muda, abu-abu ataupun putih dengan butiran mineral gelap terlihat di permukaannya.  Batu granit dapat dipoles untuk lantai dan dekorasi karena mempunyai variasi warna yang indah.

Catatan singkat saya untuk yang mau ke pantai Tanjung Kelayang atau Pantai Tanjung Tinggi, supaya pas duduk diatas granit bisa lebih menghayati dan merenungkan batu apa yang sedang diduduki.  Kita akan tambah menyadari betapa sempurna nya Allah dalam menciptakan sesuatu.  Takbir!!! Baca lebih lanjut

Categories: Culinary, Profesionalism, Travel Note | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Belitong, H1

Senja Belakang BW Suite

Itu Batu Satam bukan Batu Setan.  Beda ya.  Batu Satam = Tektite = Meleleh, bahasa dari Yunani nya.  Terbentuk hasil tumbukan meteorit atau asteroid yang jatuh ke bumi.  Kejadian yang jarang terjadi, sehingga batu Satam agak sulit ditemukan dibelahan bumi ini, karena langka otomatis memiliki harga jual yang cukup tinggi.  Batu Satam sangat terkenal di Belitong, terbukti ikon tugu di Tanjung Pandan, memajang Batu Satam segede anak sapi.

Demikian cerita singkat ilmiah saya ke team ngirit traveler saat ke Belitong kemaren.  Maklum sebagai wartawan majalah National Geology edisi sendiri, tentu harus bisa menjelaskan fenomena dari batuan-batuan yang ada.  😛 Baca lebih lanjut

Categories: Profesionalism, Travel Note | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Libur Lebaran di Lombok

Senggigi Beach

Day 1, Rabu 28 Juni 2017Fly with Batik jam 1 siang.  Gagal sholat di Bandara, karena boarding on time, pelayanan yang prima.  Sampai di LIA (Lombok Insternational Airport) jam 16.00 WITA, foto-foto dengan backdrop lagi surfing, di pantai Mawun dan Selong Balanak.  Sholat jamak Dzhur – Ashar di mushola bandara LIA.  Sampai di hotel The Santosa Villas & Resort menjelang Magrib, bergegas kami melihat pantai di area belakang hotel.  Selesai lihat suasana pantai, saya lanjut cari motor rental untuk aktifitas selama di Senggigi, dapat di depan hotel, motor nya pak Ben.  Pak Ben ini usaha tour travel wisata Lombok, mau sewa motor, perahu, mobil dll selalu ada.  Kios usahanya seberang Indomaret Santosa Resort Senggigi, no hp nya di 087864892911.  Kalau kalian ke Senggigi mau cari rental motor, mobil perahu motor bisa hubungi beliau. Baca lebih lanjut

Categories: Travel Note | Tag: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.