Bandar Lampung

@ Feri Merak – Bakauheni

Mau ke Puncak macet, ke Bandung macet, ke Dieng juga khawatir macet di tol Cikampek.  Kalau liburan akhir tahun harap maklum macet dimana mana.  Liburan buat refreshing, karena macet bisa jadi bt kuadrat.  Mau liburan naik pesawat juga tanggung, waktunya hanya dapat 2 malam 3 hari, bisa mahal diongkos.

Ngirit traveler tidak pantang menyerah, diputuskan berlibur ke Bandar Lampung, siapa tau tidak macet kalau kearah sana.  Benar juga, Rabu 31 Desember kami berangkat pagi dari markas di Bogor, jalanan lancar jaya sampai Merak.  Bogor – Merak tembus 2 jam, nyaman betul nyetir pagi itu.

Dapat feri penyebrangan yang lumayan bersih, buat perjalanan tambah bersahabat.  Langit cerah, secerah hati yang sedang mau liburan.  Dari feri terlihat cerobong asap PLTU Suralaya.  Pembangkit listrik yang mampu menghasilkan total 3400 mega watt.  Komplek PLTU terbesar se Asean untuk saat ini.  Berbahan bakar batubara, pembangkit ini mengalirkan listrik untuk Jawa, Madura dan Bali.

Karena jarang naik feri Merak-Bakauheni, otomatis selama di feri, waktu banyak dihabiskan dengan berfoto, dengan background laut biru, badan kapal, kapal lain, dataran Jawa hingga Sumatera.  Kurang lebih perjalanan 3 jam, lama nunggu saat akan tambat dan bongkar kendaraannya.

Dzuhur di rumah makan Pindang Sehat di daerah Simpur Kalianda, lezat juga masakannya, terbukti dengan ramainya pengunjung.  Perjalanan Bakauheni – Bandar Lampung makan waktu lebih kurang 3 jam.  Tidak macet, cuma saingan banyak truk barang saja.

Sebelum Bandar Lampung melewati PLTU Tarahan, diresmikan tahun 2007 jaman pak SBY,  pembangkit listrik dengan kapasitas 2×100 MW.  Menggunakan teknologi pembangkit listrik tenaga batubara yang bersahabat dengan lingkungan, Boiler CFB (Circulating Fluidized Bed).  Batubaranya menggunakan batubara berkalori rendah.  Kebetulan berdekatan dengan pelabuhan dan stokpile batubara milik PTBA, jadi batubara cukup dikirm via conveyor belt saja.

Bandar Lampung dari Hotel Bukit Randu

Sampai di Bandar Lampung disambut hujan lebat, cari hotel Bukit Randu dengan bantuan google map, ketemu macet juga diseputaran Central Plaza Lampung.  Hotel nya diatas bukit dekat stasiun kereta Tanjung Karang.  Dari hotel bisa lihat hampur seluruh kota Bandar Lampung.

@ Bakso Son Hajisony

Beres rehat sejenak di Hotel, lanjut lagi nge baso di Bakso Son Hajisony yang sangat terkenal seantero Lampung raya.  Kesana gunakan GoCar, cari aman saja karena nggak tau jalan seputaran Bandar Lampung.  Luar biasa, baru ngerasain nge baso seramai itu, nunggu bakso nya sampai sejam sendiri.  Bisa kebayangkan rame nya kaya apa.  Menu nya cuma Bakso dan Mie Ayam Bakso saja.  Lihat karyawan nya pada letih karena melayani orang yang sangat banyak dan tidak sabaran.

Saat dimakan bakso nya terasa the best pisan.  Wajar kalau ramai banget, rasanya luar biasa bintang lima plus plus banget.   Info driver GoCar pemilik Bakso Son Hajisony ini perharinya memotong sapi dari pertenakannya sendiri, sehingga daging nya dijamin kualitas prima.  Kalau ke Bandar Lampung belum makan Bakso Son Hajisony, sudah bisa dikatakan tidak sah ke Bandar Lampung nya.

Beres berjuang makan Bakso Sonhaji Sony, kami lanjut pulang ke hotel, untuk rehat.  Hotel dan para tamu sudah pada semangat 45 untuk bermalam tahun baruan.  Kostum, petasan, teropet sudah dipersiapkan secara heboh.  Tapi kami sih cuex aja, tidur tiduran karena badan sudah cukup letih berjalan seharian dari Bogor hingga Bandar Lampung.  Enak enak tidur, nggak ada angin nggak ada hujan Hotel mati lampu sendiri, yang lain nyala.  Pelayanan yang aneh, tapi kami cuex aja lanjut tidur lagi.

@ Puncak Mas

Senin 1 Januari, perjalanan kami mulai dengan meng eksplore Puncak Mas didaerah Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung.  Konon info dari driver GoCar, tempat lagi nge hits seantero Bandar Lampung, karena bisa lihat kota Bandar Lampung dari ketinggian, ditambah lokasi spot fotonya diatas pohon.  Tanpa ragu kami bergerak kesana dibantu google map.  Sampai dilokasi masih pagi, tapi apa daya pengunjung sudah membludak.  Karena jalan yang ditempuh menanjak, aroma bau kopling kental terasa.

Mundur sudah tidak bisa, terpaksa maju terus untuk cari parkiran.  Suasana sudah kaya pembukaan PRJ saja, lautan manusia banyak yang haus akan berwisata.  Terpaksa kami mengikuti gelombang lautan manusia yang haus berwisata juga.  Kesan pertama serba 20 ribu.  Parkir 20 ribu, masuk ke area Puncak Mas nya juga 20 ribu.  Kami bawa happy saja, sambil menikmati foto dikeramaian.

Rumah Terbalik @ Puncak Mas

Tidak terlalu lama kami di Puncak Mas, karena tujuan selajutnya mau ke Pahawang.  Keluar dari keramaian, sampai di Jl Raden Ajeng Maulana, kami ambil ke kanan ke arah pantai.  Mendekati pertinggaan yang ke Telukbetung, kami terjebak macet yang luar biasa, warga semua pada berlomba kearah pantai, macet parah melanda kearah pantai.  Akhirnya rencana ke pantai Pahawang kami batalkan, mobil dibelokan ke arah Telukbetung, untuk berburu oleh oleh di Toko Yenyen di jl H Suwarno, Lampung Selatan.

Keripik pisang jadi korban perburuan kami, di Toko Yen Yen, keripik pisang nya ok banget.  Dikemas rapih dan unik dengan rasa yang beragam, ada rasa kopi, strobery dll.  Selain keripik pisang, banyak juga oleh oleh lainnya seperti sambal udang, kerupuk udang dll.  Toko nya ramai pengunjung, yang berlomba membawa oleh oleh untuk kerabat.  Tak terasa waktu sudah jam 2 siang, perut sudah mulai demo, karena belum ketemu nasi.  Beres belanja di toko Yen Yen, kami lanjut perjalanan untuk makan siang di Jumbo Seafood resto, lokasinya tidak terlalu jauh dari toko Yen Yen.  Dibantu arahan tukang parkir dan google map, kami sampai juga di Jumbo Seafood resto.

@ Jumbo Seafood

Restaurant dikelola secara profesional dan citarasa masakan yang super sekali.  Terbukti dengan kami minta tambah nasi lagi.  Kalau ke Bandar Lampung jangan sampai terlewat restauran yang satu ini, dijamin enak bro.  Tempatnya enak, masakan nya enak, pelayanannya ok, harganya juga bersahabat, coba apalagi yang kurang.

Kearah hotel kami sempatkan mampir  ke Mesjid Al Furqon Bandar Lampung, mesjid kebanggaan dan terbesar di kota ini, digagas oleh Presiden Soekarno, berlokasi strategis tepat di jantung Kota Bandarlampung.  Kami tidak masuk, hanya foto foto saja didepannya.  Lanjut pulang ke hotel untuk berleha leha di kamar hotel hingga besoknya, saat check out.

Selasa 2 Januari kami check out dari hotel Bukit Randu, perjalanan pulang kami sempatkan makan duren di pinggir jalan dekat PLTU Tarahan, duren Lampung memang top.  Makan siang kami isi dengan Bakso Son Hajisony cabang Kalianda, lokasi pinggir jl Lintas Sumatera, untuk rasa sama persis dengan yang di Kota Bandarlampung.  Kami juga beli Bakso Son Hajisony yang sudah dikemas dalam plastik plus pempek untuk oleh oleh.  Komplit sudah perjalanan pulang dari Lampung dengan tambahan  oleh oleh bakso Sony.  See u Lampung for another trip.

Iklan
Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Belitong, H34

Pulau Lengkuas, View nya Wow

Salah besar kalau cari lengkuas di Pulau Lengkuas.  Nggak ada budidaya lengkuas di pulau Lengkuas.  Yang ada Mercusuar tua yang dibangun jaman penjajahan Belanda, tahun 1882.  Konon tingginya 70m, kalau nggak percaya silahkan ukur sendiri.  Penggagasnya bernama L.I Enthoven, jaman dulu disebut Mercusuar L.I Enthoven.  Susahkan bacanya.  Karena susah, sempat dirubah sama om dari Inggris jadi pulau Lighthouse.  Karena masih susah juga dilidah warga, akhir nya jadilah Pulau Lengkuas.  😛

Pagi hari ketiga, bergegas berenang di pantai Tebing Tinggi, sebelumnya mampir di Tanjung Kelayang untuk cek perahu.  Siapa tahu ada perahu yang nganggur untuk bisa antar ke Pulau Lengkuas.  Aneh seperti kemaren saja, orang-orang bilang perahu semua sudah full booked.  Tapi beberapa orang menyarankan, dicoba lagi  siang hari siapa tahu ada perahu kosong, karena sudah antar tamu yang sewa. Baca lebih lanjut

Categories: Travel Note | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Belitong, H2

Granit

Batu Granit adalah batuan beku dalam atau batuan plutonik yang berwarna terang dengan butiran mineral yang terlihat cukup besar.  Butiran mineral tersebut terbentuk dari kristalisasi magma yang lambat di bawah permukaan bumi.  Granit utamanya tersusun oleh mineral kuarsa dan feldspar, dengan sejumlah kecil mika, amfibol dan mineral asesoris lainnya.  Komposisi mineral-mineral inilah yang biasanya memberikan granit berwarna merah, merah muda, abu-abu ataupun putih dengan butiran mineral gelap terlihat di permukaannya.  Batu granit dapat dipoles untuk lantai dan dekorasi karena mempunyai variasi warna yang indah.

Catatan singkat saya untuk yang mau ke pantai Tanjung Kelayang atau Pantai Tanjung Tinggi, supaya pas duduk diatas granit bisa lebih menghayati dan merenungkan batu apa yang sedang diduduki.  Kita akan tambah menyadari betapa sempurna nya Allah dalam menciptakan sesuatu.  Takbir!!! Baca lebih lanjut

Categories: Culinary, Profesionalism, Travel Note | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Belitong, H1

Senja Belakang BW Suite

Itu Batu Satam bukan Batu Setan.  Beda ya.  Batu Satam = Tektite = Meleleh, bahasa dari Yunani nya.  Terbentuk hasil tumbukan meteorit atau asteroid yang jatuh ke bumi.  Kejadian yang jarang terjadi, sehingga batu Satam agak sulit ditemukan dibelahan bumi ini, karena langka otomatis memiliki harga jual yang cukup tinggi.  Batu Satam sangat terkenal di Belitong, terbukti ikon tugu di Tanjung Pandan, memajang Batu Satam segede anak sapi.

Demikian cerita singkat ilmiah saya ke team ngirit traveler saat ke Belitong kemaren.  Maklum sebagai wartawan majalah National Geology edisi sendiri, tentu harus bisa menjelaskan fenomena dari batuan-batuan yang ada.  😛 Baca lebih lanjut

Categories: Profesionalism, Travel Note | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Libur Lebaran di Lombok

Senggigi Beach

Day 1, Rabu 28 Juni 2017Fly with Batik jam 1 siang.  Gagal sholat di Bandara, karena boarding on time, pelayanan yang prima.  Sampai di LIA (Lombok Insternational Airport) jam 16.00 WITA, foto-foto dengan backdrop lagi surfing, di pantai Mawun dan Selong Balanak.  Sholat jamak Dzhur – Ashar di mushola bandara LIA.  Sampai di hotel The Santosa Villas & Resort menjelang Magrib, bergegas kami melihat pantai di area belakang hotel.  Selesai lihat suasana pantai, saya lanjut cari motor rental untuk aktifitas selama di Senggigi, dapat di depan hotel, motor nya pak Ben.  Pak Ben ini usaha tour travel wisata Lombok, mau sewa motor, perahu, mobil dll selalu ada.  Kios usahanya seberang Indomaret Santosa Resort Senggigi, no hp nya di 087864892911.  Kalau kalian ke Senggigi mau cari rental motor, mobil perahu motor bisa hubungi beliau. Baca lebih lanjut

Categories: Travel Note | Tag: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Namin Dago Hotel

Dekat Front Office

Hotel ini beralamat di jl Hasanudin no 10 Dago, Bandung.  Sebelah Toko Yu, toko mie yang tersoroh seantero daratan Bandung raya.  Namin hotel adalah salah satu hotel yang pernah saya booking terbanyak dalam satu malam.  Saya booking empat kamar sekaligus dalam satu malam.  Luar biasa tidak sejalan dengan visi ngirittraveler yang always ngirit.  Tapi mau dibilang apa, wong lebaran nya ngajak Ibu, Mertua, Ipar, Adek dan Keponakan, otomatis tidak cukup kalau satu kamar.

di Lobby

Lebaran kedua kemaren, kami sekeluarga besar dengan tiga mobil berangkat ke Bandung via Puncak Bogor.  Apa mau dikata berangkat jam 6 pagi sampai Dago jam 4 sore.  Luar biasa Bogor Bandung ditempuh 10 jam, seperti perjalanan jauh kemana saja.

Hotel Namin Dago Bandung cukup rekomendasi bagi anda yang akan ke Bandung, cari hotel di seputar Dago, nggak salah lagi cari saja Namin Dago Hotel.  Kalau nggak percaya lihat saja senyum-senyum kecerian di foto dokumentasi saya, siapa tau bisa menambah keyakinan anda.. 😛

Lantai 5

Lantai 5

Salam wisata di  Bandung raya.

Categories: Travel Note | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Marina Barrage

Santai dulu

Awal masuk biasa saja, seperti masuk ke bangunan dam atau bendungan.  Sempat heboh banyak kaki seribu yang mirip ulat di jalan masuk, maklum keluarga didominasi kaum hawa, yang handsome cuma sendiri.  Otomotis pada histeris kalau liat mahluk yang bernama ulat.  Kalau sudah gini biasa deh saya berubah menjadi super dad. 😛

Lantai dasar Marina Barrage banyak orang berolah raga, ada yang naik sepeda, ada yang berlari, semuanya terlihat terengah-engah dan berkeringat.  Semangat berolah raga warga Singapore sangat tinggi.  Sepertinya paham betul arti dari semboyan mens sana in corpore sano. Baca lebih lanjut

Categories: Travel Note | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Haji Lane

Jump @ Haji Lane

Kalau tidak salah, sudah dua atau tiga kali makan di Singapore Zam Zam, tapi kami tidak perhatikan gang satu ini.  Haji Lane berupa gang di area Kampong Glam, sejajar dengan Arab Street, tidak jauh dari Mesjid Sultan dan Singapore Zam Zam Restaurant.  Gang nya unik karena banyak butik house, cafe dan mural yang ciamik di dinding rumah tua.  Kalau mural lukisan outdoor bisa di dinding, trotoar dll ala seniman jalanan, sedangkan kalau graffiti kan tulisan nyeni di outdoor, jadi agak sedikit berbeda. Baca lebih lanjut

Categories: Travel Note | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Mozza Bistro

Ade @ Mozza Bistro

Mau makan serba keju di Bogor, datang saja ke Mozza Bistro.  All about cheese.  Resto di Jl Achmad Adnawijaya (Pandu Raya) no 128 Bogor, disebelah Surabi Duren SiKabayan Cafe yang super maknyus.  Saking serba keju, bangku makannya saja dibuat mirip kaya keju-keju raksasa.  Walau masih tahap uji coba bukanya, tapi saya rasa sudah ok pelayanannya.  Yang kurang hanya di discount nya saja diperbesar, hehe.

Sensasi culinary duet maut sangat terasa, gimana nggak. Mozza Bistro spesial serba keju, aroma Belanda kental terasa. Bertetangga dengan Kabayan Cafe spesial Surabi Duren, tradisional kudapan khas tanah Pasundan.  Cita rasa blasteran sangat kuat terasa, mungkin di kota lain tidak ada yang seperti ini.

Malam minggu lalu kami makan di Mozza Bistro, nyobain Taiwan Crispy Fried CK Hot Plate + Rice dan Chicken Katsu With Cheese, dengan minumnya Lemon Tea Mint Jumbo.  Karena kami orangnya penuh dengan rasa kebersamaan, jadi makannya satu plate berdua.  Maklum sudah larut malam, dinner nya nggak boleh banyak-banyak, lagi diet ketat.  Kalau mau jujur sih, sebenarnya ini cuma modus kami untuk ngirit saja. 😛 Baca lebih lanjut

Categories: Culinary | Tag: , | Tinggalkan komentar

Foresthree

Kk & Me

Tempatnya x lapangan futsal, sekarang disulap jadi cafe nge hit seantero Bogor raya.  Gimana nggak ngehit, duplikat pohon African-baobab yang segede gambreng saja ada didalam cafe, dengan latar depan hamparan hijau rumput sintetis untuk area berselfie ria.  Jadi silahkan mau berfoto pake gaya salto, kayang, levitasi, koprol, handstand dll bisa diperagakan disini semua. Baca lebih lanjut

Categories: Culinary | Tag: , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.