Ketika Ummi Sakit (Part III)

Tulisan ini dimulai lagi dengan kehadiran laptop baru, laptop untuk kerja. Sangat membantu dalam memperlancar kreatifitas dalam menulis dan menuangkan uneg uneg.  Satu hari sebelum di mulai, 4 Juni 08, ada musibah lagi yang menimpa tangan Yang Ni.  Yang Ni panggilan untuk ibuku, dari cucu cucunya.  Bahu kanannya di gips karena retak akibat menahan badan ketika jatuh di teras depan rumah yasmin (rumah yang Ni).  Kejadian begitu tak terduga setelah adanya peristiwa penangkapan para pemuka fpi, Rabu siang menjelang sore.  Aku ingat setelah Yang Ni mengsmsku bahwa Munawar sebagai komandan perang fpi dinyatakan dpo.

Cobaan dan musibah semua itu ada hikmahnya, gimana cara kita menyikapinya.  Ingin sekali tidak ada cobaan yang datang.  Hidup tenang, apa apa tidak kekurangan, mau ini bisa mau itu dapat.  Luar biasa nikmatnya.  Tapi sepertinya tidak ada deh manusia yang mengalami seperti itu, karena ini lah namanya romantika kehidupan bukannya romantika diamor…..

Kk sebentar lagi mau libur, saya ingin ditemani ummi, kk, ade selama kk libur.  Tapi mengingat kesehatan Yang Ni yang butuh cost extra trus harga tiket yang juga menguras atm, tempat tinggal yang belum jelas.  Terpaksa deh gaya kencang kan ikat pinggang pun harus diterapkan.

Ingin sekali mengajak family jalan jalan ke Samarinda lihat sungai Mahakam, tidur di hotel, males malesan, liat kk merengek minta berenang, liat ade main di spring bed, liat ummi nawar belanjaan di Kebun Sayur.  Wah tidak kebayang deh.

Kembali lagi ke Harapan Kita, jumat tanggal 4 Januari 08, saya dan kk pulang kembali ke Kalimantan, naik Air Asia yang siang.  Pagi-pagi setelah sholat subuh saya cium dan peluk ummi supaya harus kuat melawan penyakitnya. Gerimis hujan disubuh hari mengantar kepergian saya waktu itu, saya jemput kk dulu di Bogor.  Teringat sampai saat ini langkah di Slipi subuh hari itu.  Dingin masih agak gelap, sepi, rintik hujan tak kunjung henti, hati yang always pray.  Ummi ditinggal sendiri dalam kondisi same as like usual in that time.

Sore hari saya dan kk sudah sampai di Penajam, mobil cuti kja ada disana.  Lama sekali menunggu penumpang lain yang bernama Anto Manan, matang rasanya menunggu dari jam 4 sampai dengan 7 malam.  Kasian liat kk waktu itu, tapi kk sampai di Batukajang agak terhibur dengan sirup markisa pemberiaan om Anto Manan.

Besoknya kk masuk sekolah saya masuk kerja.  Saya berharap benar saat itu bos bos Korea saya simpati dengan commitment with them promise, tunggu punya tunggu ternyata hidup ini mulai menunjukan kekerasannya, siapa loe siapa gue, masalah loe bukan masalah gue, loe lemah loe nggak bisa ok.  Ingat juga bos bos Indonesia, hanya berusaha dengan penuh ketidakharapan, ada juga yang diam.

Ok kalau gitu mungkin ceritaku di kja tidak akan lama lagi, I will be resign and get another company yang lebih baik.  Tapi kk harus beres dulu ujiannya disini, sehingga bisa kembali lagi ke sdit insantama nya di bogor.  Senin sampai Rabu kk lewati ujiannya.  Ummi masih terbaring lemas di kejauhan sana, kita always kasih spirit ummi dengan bantuan simpati pede.  Rabu malam baru saya rasakan degub jantung yang cepat luar biasa.  Gimana tidak jam 10 wita saya dapet call dari kk ipar untuk segera menuju Jakarta saat itu juga.  Why with my wife?  Saya lagi santai di kasur lantai sama kk sambil nonton tv waktu itu.  Langsung berdiri saya mendengar bed news tsb.  Coba saya hubungi kakek untuk informasi lebih lengkap, beliau ternyata sudah dijalan bersama mayang ke Harapan Kita. If I m is superman, I think in that time no very problem, because I can fly very fast to go to Harapan Kita, but I just a man.  Diskusi saya sama kk, apa yang harus kita lakukan? diputuskan kita sholat Isya jamaah after that kita berdoa berdua untuk kesembuhan ummi dari kejauhan di pedalaman Paser Kalimantan timur.  Haruskah saya berangkat malam itu???  Kk belum beres ujiannya tinggal 2 hari lagi Jumat dan Sabtu, saya berangkat kk pasti lepas ujiannya, tidak berangkat kasian ummi disana menahan sakit.  Saya putuskan untuk hubungi kake lagi, minta advice nya, terlihat tegar, taktis dan tegasnya sang pensiunan perwira polisi ini. “Kamu jangan pulang, disini biar papah yang handle, kamu temanin kk disana, satu satu kita bereskan, Insya Allah semua baik.  Kamu jangan dengar perintah dari siapa saja, kamu dengar papah saja.”  Kalimat itu yang terbukti bisa meminimalkan masalah sampai saat ini.  I very appreciate about that.  Sampai saat ini saya sering berpikir kenapa banyak pemimpin dari alumnus Akabri, ternyata itu jawabannya.  Taktis disaat genting.  Bisa bayangkan kalau saya pulang waktu itu, pasti kk berantakan sekolahnya, apalagi di Batukajang sdnya inpres lagi, dengan sumber daya gurunya harus sangat dibantu sang government.

Ummi disimpulkan pihak kita akibat allergy obat, tapi pihak rumah sakit menolak argument itu.  Sampai di ct scan segala malam itu, di khawatirkan bakterinya sudah sampai ke kepala.  Tapi Alhamdulillah hasil ct scannya baik. Ummi nih susah banget badannya gampang allergy an keliatannya sekarang menurun ke ade.  Sabtu tanggal 12 January 08, hari yang dinantikan untuk berangkat lagi ke Harapan Kita.  Hari itu benar benar hari dimana kita harus menghargai artinya seorang guru.  Gimana tidak, paginya kk ujian bahasa Inggris, siangnya kk sudah mendapat surat pindah lengkap dengan raport dan nilainya, guru-guru kk sudah mengetahui umminya sakit parah, sehingga semua dipermudah untuk kk.  Luar biasa wali kelas kk itu, sampai sampai suatu hari saya bawakan roti unyil sebagai ucapan terimakasih.

Turun ke Balikpapan standard dengan bis kantor, bermalam dulu di Buana Lestari, sambil makan malam dengan bebek goreng depan hotel.  Besoknya kita sampai di Harapan Kita lagi, disana sudah ada kake dan mayang.  Ade selama umminya sakit tinggal dengan Yang Ni.  Bagi bagi tugas.  Allah Maha Besar, itu hebatnya para orang tua walaupun anak anaknya kurang memperhatikan tetapi tetap saja mereka membantu dan memperhatikan anak anaknya dengan bersahaja dan tanpa pamrih.

Saya habiskan waktu saya saat itu di rumah sakit, menemani my wife.  Terlihat semangatnya mulai tumbuh, tapi masih always mual.  Sometime I buy a medicine in pramuka road with ojeg.  One item have price Rp60.000, but every day we must get 3 item, the total Rp.180.000, without ojeg.  Not ozjjegg like Cinta Laura.  Prof Idris said this medicine must be use 1.5 mount or 6 weeks or 42 daysYou can calculate how much we spend money for just medicine without hospital serviceThis not fear if my company not help me, I think bed company kalau seperti itu. Ok kalau seperti itu saya harus sell my knowledge for our life, because I have nothing.

Sambil merawat saya dekati dokter Syarif, nanya penyakit ummi. Gimana solusinya because I don’t have enough money to operation.  Banyak masukkan dari dokter muda menjelang tua itu.  Gimana tidak beliau berani kasih advice ke dokter Idris not 6 weeks but 2 weeks, ok I happy hear that.  Sebaiknya bapak ke bagian cerety, tapi itu susah, makan waktu, mungkin hasilnya pun tidak maksimal.  Suatu malam saya satu lift dengan nya, gimana nich dok solusinya.  Beliau dengan face serius said kalau sudah lewat 2 minggu, kita echo lagi, if ok, sebaiknya jaga kondisi badan di rumah.  Jangan cape, hidup teratur, rajin control, mungkin itu yang terbaik.  Ok dok thanks about your advice.

With love, saya temani ummi, sampai sampai ada yang bilang, ibu ibu depan sekat tidur, “aduh suaminya mbak baik benar yach sama istrinya, mana kaya Surya Saputra lagi”.  I proud hear that.  Echo kedua sudah dilakukan, hasil belum ada tapi recommend ok no problem.  Prof Idris akhirnya mengalah dengan ending biaya dokternya you bisa delete.  Wah telat dok, mau delete sisdurnya bisa makan waktu and not simple.

If not wrong, in Wednesday 16 January 08, after Isya, ummi dapat keluar dari Harapan Kita.  Alhamdulillah, sudah terpancar lagi spiritnya, biar agak pusing2 melihat busy traffic nya Gatot Subroto from in black innovaThanks God, I love You, and always keep my family, aamiin.

Iklan
Categories: Story | 4 Komentar

Navigasi pos

4 thoughts on “Ketika Ummi Sakit (Part III)

  1. peny

    tidak banyak kata-kata:” mengharukan sekalgus menggelikan……….”

  2. Iwan

    Pren …
    Ceritanya mengharukan sekali … tapi juga memberikan inspirasi …. untuk jadi suami dan ayah yang baik …. 🙂 Thanks yaaa !!!
    Tapi sekarang umi udah sehatkan … ?
    Salam aja deh buat your little angles … 🙂

    Sorry banget nich soal yang dulu itu aku nggak sempet follow up … soalnya udah keburu cabut duluan ….

    \iwan

  3. Darul

    Nice story pak, btw pak uki memang ky surya saputra deh, he he… Salam buat ummi , ade and kk, salam dr nabila dbt kajang

  4. anto manan

    Aduh jadi gak enak ni kang uki, jadi gak enak ma kk. gara2 pesawat saya telat, kk jadi nunggu lama neh..semua sehat2 aja kan kang?

    Over all, inilah Kang Uki, senior sekaligus mentor n teladan buat kami dalam sikap, kualitas kerja dsb. Sangat beruntunglah sebuah company apabila ada Kang Uki jadi bagian di dalamnya..

    Cheers,

    batman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: