For Ummi (My Love)

Tulisan/cerpen ini merupakan persembahan ku untuk istri tercinta, di umur ke 37 tahun. Cerita yang sangat flash back 20 tahun silam, agak samar samar untuk remember that, tetapi kalau sudah keurusan love hal tersebut jadi easy.

Ada cerita menarik yang pernah terjadi, di kelas 2 bio1 sman 1, yang menurutku ini adalah awal dari kisah cinta romantikaku. Aku kala itu masuk ke dalam katagori anak bersahaja dan solider di kelasku. Sebelahku duduk Arif sohib di sman1 yang hobby bermain bola dan sedikit playboy cap kapak, sebelahnya duduk Eka Sumbada penggemar komik Ko Ping Ho yang populer saat itu. Eka ini orangnya lucu habis kalau bercanda sangat natural. Duduk di depanku para pelajar yang pintar, sebagai nara sumber contekan ku, Arif dan Eka kalau sedang ada ujian. Mereka bernama Jerry dan Gunasito, Jerry sekarang ahli kimia sedangkan Gunasito ahli mekanikal dan beladiri Boxer.

Entah awalnya bagaimana, saat itu tidak ada guru, aku duduk di bangku pojok balakang sayap kiri buat onar dengan canda ria. Bercanda canda dengan Eka, Arif, alm. Zainal, sampai naik-naik ke atas meja, teriak-teriak nggak jelas. Entah kenapa aku ambil kertas, ku buat pesawat pesawatan dari kertas, lalu aku bicara didepan teman-teman ku.

“Nich liat gue punya pesawat, nich pesawat gue pengen terbangin. Kalau ini pesawat nanti mendarat dan kena cewe, cewe itu pasti jadi cewe gue……” aku berkata demikian.

“Ayo Ki segera lempar tu pesawat, kita liat siapa yang jadi sama loe?” Eka said.

Eng ing eng pesawat ku lempar tinggi ke atas ruang kelas, kebetulan kelasku bangunan tua, plafonnya tinggi banget.  Pesawat itu terbang tinggi, dengan kecepatan sedang, belok ke kanan, belok kiri, beberapa meja di depan terlewati, akhirnya pesawat itu menukik ke bawah dan mengenai pundak cewe dengan inisial MC.

“Wow, dalam hatiku bergejolak dan berkata ko bisa yach, sampai ke cewe yang selalu kulamunkan saat dikentinggian puncak gunung atau saat ku termenung.” Tanda tanda nich pikirku.

“Ah Mel loe bakal jadian sama si Uki” teriak Eka dan Arif sambil ngakak nggak karuan.

Aku terduduk, karena malu, tapi hati ini bilang “Yes…..”

Ibarat pepatah “pucuk dicinta ulam tiba”, mungkin kejadian seperti itu maksud pepatah kuno tsb.  Mulai dari saat itu aku memberanikan diri melakukan pendekatan pendekatan yang intensif dan terarah ke MC, berharap cinta putih dalam hatiku dapat bersanding di dalam hatinya.

Sulit menjabarkan rasa cintaku yang dalam, sempat terpikir melukiskan cinta yang bersemi selama 20 tahun ini ibarat bunga Javanese Edelweiss (Anaphalis Javanica) yang abadi tubuh subur di alun alun Suryakencana gunung Gede. Biar kondisi cuaca yang extrem di atas sana, angin kencang, suhu yang sangat dingin, tetap bunga Eldeweiss tumbuh abadi. Mungkin Allah menciptakan bunga tsb. agar aku dapat ke menggabarkan keabadian gelora cintaku kepada wanita yang berinisial MC, yang sekarang Ummi nya Kk dan Ade.

Sempat terbersit, cinta putihku ini ibarat salju putih di puncak Everest yang abadi, walaupun terancam global warming, tetapi sacara geologi keabadian saljunya terjamin. Puncak Everest akan terus meninggi, terbukti dari pengukuran by GPS oleh para ahli, akibat dari proses tumbukan 2 lempeng benua, lempeng India-Australia dengan Lempeng Eurasia, istilah collision, so pasti akan menjamin keabadian salju tsb. Tumbukan ini berusia cukup lama, dari zaman Kenozoikum, lebih kurang 55 juta tahun yang lalu, coba bayangkan keabadiannya.

Sering teringat pula perjalanan lampau di malam hari, berdua, 20 tahun silam, start dari mal pangrango (saat ini) finish di depan sman 1, menyusuri pinggiran kebun raya bogor, Ummi saat itu berbusana hitam, tidak terlalu banyak yang didiskusikan tetapi moment itu mempunyai arti yang sangat mendalam, bukan karena cape nya perjalanan tetapi kedekatan hati saat itu.  Ibarat syair lagu lama “cinta yang tulus di dalam hatiku… yang bersemi…. “

20 tahun bersemi, 12 tahun berbunga, cukup lama waktu terlewati, spirit di dalamnya tidak akan terbayar oleh nilai saham blue chip manapun.  Spirit ini diharapkan akan memunculkan intan berkarat tinggi, diaktualisikan dengan keimanan dan karya Kk dan Ade.

Sub bab penutup

Tidak terlalu wah hadiah yang diberikan, tetapi dengan hadian berupa karya tulis terbaik tentunya akan sangat bernilai, memiliki energi positif dan soul yang luar biasa.  Ada kiasan yang coba dibuat, tetapi sangat berarti “Suara atau teriakan hanya dapat menembus dinding kamar sebelah, tetapi kalau dengan tulisan atau karya tulis yang baik akan dapat menembus seluruh dinding dinding kamar, bangunan beton, hingga mengitari bumi dan sifatnya kekal sampai hari ditiupnya Sangkalala.”Semoga 3 buku yang menunjukan umur sudah berkepala 3 akan sangat bermanfaat dan bernilai di hati dan di diri Ummi.

Selamat ulang tahun my love. I very love you……

Abi

01/05/2009

Iklan
Categories: Story | Tag: , , , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “For Ummi (My Love)

  1. gofar

    gileeee salut niy…. berbunga sepanjang masa, dari mulai kuliah sampe sekarang…..
    salam ki, buat keluarga semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: