Cibeureum Waterfall

Sudah lama kalau week end tidak ke gunung, sehubungan di rumah banyak cewe cuma saya saja yang laki, jadi kalau diajak kegiatan di alam bebas agak susah.  Saya ada ide untuk coba ajak hiking liat air terjun di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.  Kalau sekarang week end jalan ke Puncak Bogor dijamin pasti kena macet, untuk menghindari macet harus berangkat dari rumah ba’da Subuh, nggak usah mandi dulu ntar keburu di pintu tol Ciawi sudah menumpuk kendaraan.
Sabtu 29 Maret 2014, kk diperbolehkan pulang ke rumah dari boarding.  Seperti biasa kk menanyakan rencana jalan jalan week end ini, ummi menginfokan akan jalan ke Gede Pangrango untuk lihat air terjun.  Kk antusias sekali dengan ide itu dan mengusulkan agar sohibnya Dinda diajak juga, tidak masalah karena nantinya ada 4 cewe dan 1 laki diperjalanan.

Sabtu siang dimulai dengan acara makan baso Pakuan bersama di Taman Yasmin, malamnya dilanjut lagi makan di Saiyo, maksud hati makan mie Jawa di Keradenan karena sudah habis terpaksa Saiyo lagi Saiyo lagi.

Minggu 30 Maret 2014 setelah sholat subuh langsung kita bergegas ke Puncak, sesuai dengan dugaan sebelum fajar menyingsing Puncak tak kan macet, jam 6 pagi kita sudah ada di Puncak, sambil liat kanan kiri cari tukang bubur yang jualan.  Sebelum simpang ke Gede Pangrango ketemu tukang bubur Lapangan di sebelah kiri jalan, karena terlihat banyak yg beli akhirnya kita singgah dulu ke tukang bubur naik haji, eh maaf tukang bubur Lapangan. Maenyus rasanya, menambah percaya diri untuk melakukan hiking ke gunung.  Setelah makan bubur sebesar 100 ribu kita langsung menuju Taman Nasional Gede Pangrango.

Seperti biasa kedatangan kita disambut mekarnya bunga bunga dan sejuknya udara pagi. Putaran pertama cari parkiran mobil yang ternyata sudah full, kedua sibuk cari toilet untuk buang air kecil, dan ketiga disibukan ambil crock dan taruh sendal ummi dengan hati yg cape dech.Telaga Biru

Perjalan hiking dimulai, sebelumnya acara foto ceria alias narsis habis. Waktu dulu kalau mau mendaki atau ke air terjun melalui kebun raya Cibodas, tetapi sekarang sudah tidak melalui kebun raya lagi, ada jalan disamping nya dan pintu gerbangnya tersendiri. Untuk check in ke air terjun terkena restribusi 3000 ribu perorang.  Hiking dimulai, suasana banyak pengunjung mungkin dikarenakan besok Senin nya tanggal merah.  Umumnya rombongan dari suatu perkumpulan, ada perkumpulan geng motor, perkumpulan karate kid/taekwondo, perkumpulan RT dari Betawi.

Kk dan sohibnya selalu jalan di depan, saya selalu setia menemani ummi. Terus terang saya agak khawatir kalau ummi nggak kuat untuk sampai ke air terjun, maklum karena ummi alumni Harapan Kita.  Ade terlihat kurang happy atas jalan yang selalu menanjak terus, beberapa kali selalu mengucapkan “tahu begini ade nggak usah ikut!”, maklum anak kecil lama di mall jadi kaya begini produknya.  Tidak back to the nature kaya abinya.  Perjalanan cukup memakan waktu, karena banyak istirahatnya. Estafet pertama kita berhenti sejenak di Telaga Biru untuk melakukan ritual foto narsis.  Ada kejadian unik dimana foto saya, di bagian perutnya seperti orang yang sedang hamil, anehkan seharusnya six pack kan….

Dilanjut jalan lagi, kita melewati jalan yg sudah di up grade, sekitar rawa Gayonggong, yang tertulis jalur macan tutul. Jalannya permanen sudah dirapihkan sudah disemen, kita berpikir sejenak kasian juga orang orang yang bawa semen kesini.  Mendekati air terjun kita singgah dulu di sungai kecil, dengan kondisi air yang jernih dan dingin.   dan sohibnya sudah bermain air disitu, diikuti ade yang sudah mulai ceria lupa akan capenya.  Seperti biasa kita melakukan ritual foto genic/selfie/narsis, biarpun saya tampak kucel tetapi bukanya sombong, saya saat itu paling ter macho di antara berlima.Hulu S. CikundulSetelah puas foto foto kita lanjut lagi ke air terjun yang sudah dekat. Suasana cukup ramai, agak sulit melakukan foto narsis karena banyaknya orang disana.  Kk, ade berinisiatif mendekati air terjun yang licin dan membasahkan baju. Ade terlihat sedih karena kena kuku orang yang tajam, kadang orang suka egois tidak liat kiri kanan ada anak kecil, kita doakan agar yang berkuku tajam itu diberi sikap yang lemah lembut kedepannya.

Tema di air terjun ini foto-foto, main air, main basah basahan, makan snake, antri di toilet, bikin video singkat. Terlihat 3 waterfall aktif, tapi yang ramai dikunjungi Cibeureum Waterfall karena paling besar dan ada jalannya, kalau yang lain tidak jelas jalannya. Kalau tidak salah yang satu namanya Curug Cidendeng satu lagi namanya Curug Cikundul.Cibeureum Waterfall

Setelah puas main basah basahan dan foto narsis, kita bergegas turun lagi, selama jalan turun hati terasa ringan, karena perjalanan banyak menurun. Sering terenyuh melihat perjuangan orang yang sedang menanjak, kita selalu beri semangat ke mereka dengan kalimat “ada MC D dekat air terjun”.  Ade dengan pd nya suka kasih nasehat “ayo jangan patah semangat, anak kecil aja nyampe”.

Sampe di pintu gerbang jam 12, disambut azan Zuhur.  Bergegas saya ambil mobil, ummi beli nasi kuning untuk lunch, dilanjut makan siang di Kebun Raya Cibodas dengan beralaskan tikar dan rumput.  Nikmat suasananya, nice view. Karena cape hidangan langsung ludes habis, tidak lupa dilanjut lagi dengan foto ceria.

Seputar dua putar kita bermobil ria di dalam Kebun Raya Cibodas, sambil cari mesjid untuk shalat.  Setelah semua beres, lebih kurang jam 3 sore, secara aklamasi kita putuskan untuk pulang ke Bogor. Saat memasuki jl Raya Puncak Cipanas, sudah tercium aroma kemacetan parah, karena sudah tanggung maju kita nikmati juga kemacetan ini.  Bisa dibayangkan dari simpang Gede Pangrango ke Bumi Aki di Cimacan, memakan waktu 6 jam, tepat jam 21.00 wib kita baru sampai di Bumi Aki, tolong dibayangkan kekuatan kami dalam menahan buang air kecil.  Rehat di Bumi Aki sambil menunggu cairnya kemacetan, untuk menambah tenaga dan daya ummi pesan tongseng, spesial untuk kita berdua.  Ade seperti biasa makan cumi, kk makan sop kambing & Dinda makan pisang goreng.  Jam 22.00 wib terlihat kemacetan sudah mencair, kita siap siap untuk bergegas ke Bogor.  Perjalanan dilanjut lagi jam 10 malam lewat beberapa menit, tapi apa daya karena padatnya arus lalulintas, sampai di rumah Bogor pukul 01.00 wib.  Alhamdulillah sampai juga.

Iklan
Categories: Travel Note | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: