Travertin

Travertin Ciseeng

Travertin Ciseeng

Travertin merupakan bentuk batugamping yang didepositkan oleh mata air mineral, terutama air panas.  Travertin sering memiliki penampilan berserat atau konsentris dan ada yang berwarna putih, cokelat dan varietas berwarna krem.  Hal ini dibentuk oleh suatu proses pengendapan cepat kalsium karbonat, sering di mulut sumber air panas atau di gua kapur.

Jika air yang keluar sebagai mata air banyak mengandung kapur, maka disekitar daerah tersebut dapat terbentuk endapan kapur.  Endapan kapur di sekitar mata air disebut travertin.  Sebelum keluar sebagai mata air, air tanah terlebih dahulu melewati batugamping.  Sebagian partikel kapur larut dan ikut terbawa bersama air.  Contoh travertin di pulau Jawa, yaitu di Parang Tritis, Yogyakarta dan di Ciseeng, Bogor Jawa Barat.  Untuk di luar pulau Jawa ada di Sulawesi Tenggara dengan lokasi 80km di Utara Kendari atau 10 km dari pantai Tanjung Taipa.

Travertin Ciseeng terdapat di Kecamatan Parung, kurang lebih berjarak 26 km dari Bogor serta dapat dicapai oleh semua jenis kendaraan.  Travertin Ciseeng merupakan sebuah Gunung Kapur di tengah-tengah persawahan yang mengeluarkan air panas dengan kadar belerang, yodium dan kapur yang sangat tinggi sehingga dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit dan tulang. Sebagai obyek wisata dengan alamat Taman Wisata Tirta Sanita, Jl Raya Gunung Kapur Ciseeng Parung.Travertin Ciseeng

Kk Salma, Sanca & Travertin

Kk Salma, Sanca & Travertin

Sekilas mengenai mata air panas atau sumber air panas adalah mata air yang dihasilkan akibat keluarnya air tanah dari kerak bumi setelah dipanaskan secara geotermal.  Air yang keluar suhunya di atas 37 °C (suhu tubuh manusia), namun sebagian mata air panas mengeluarkan air bersuhu hingga di atas titik didih.

Air panas lebih dapat mengencerkan padatan mineral, sehingga air dari mata air panas mengandung kadar mineral tinggi, seperti kalsium, litium atau radium.  Mandi berendam di dalam air panas bermineral dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.  Berdasarkan alasan tersebut, orang membangun pemandian air panas dan spa untuk tujuan rekreasi dan pengobatan.

Air yang keluar dari mata air panas dipanaskan oleh geotermal (panas bumi).  Semakin dalam letak batu-batuan di dalam perut bumi, semakin meningkat pula temperatur batu-batuan tersebut.  Peningkatan temperatur batuan berbanding dengan kedalaman disebut gradien geotermal.  Air merembes ke dalam kerak bumi, dan dipanaskan oleh permukaan batu yang panas.  Air yang sudah dipanaskan keluar di mata air panas yang lokasinya jauh dari gunung berapi.

Di kawasan gunung berapi, air dipanaskan oleh magma hingga menjadi sangat panas.  Air menjadi terlalu panas hingga membentuk tekanan uap, dan menyembur ke permukaan bumi sebagai geyser.  Bila air hanya mencapai permukaan bumi dalam bentuk uap, maka disebut fumarol.  Bila air tercampur dengan lumpur dan tanah liat, maka disebut kubangan lumpur panas.

Pamukkale, lokasi travertin yang merupakan lokasi pariwisata yang terkenal seantero dunia, serta sebagai situs warisan dunia yang dilindungi.  Terdapat di provinsi Denizli, Turki, di bagian Barat Daya. Pamukkale berada di lembah sungai Menderes, dan memiliki arti “benteng kapas” dalam bahasa Turki.  Orang orang mandi di kolam travertin Pamukkale ini sudah ribuan tahun, dari jaman Yunani-Romawi Kuno.

Pamukkale, Turki

Pamukkale, Turki

Iklan
Categories: Profesionalism, Travel Note | Tag: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: