Day 2, Goes to Singapore

Kandahar StPagi karena tidak dapat breakfast kami berangkat ke Kampong Glam dengan bus, turun di depan Madrasah, kami nyebrang cari Mesjid Sultan, cari cari siapa tahu ada resto yang halal, ternyata untuk makanan halal banyak di daerah Kampung Glam.  Kami makan di Warong Nasi Pariaman, di simpang Kandahar St, tapi yang jualnya tidak bisa bahasa padang bisanya bahasa melayu.  Makanannya terasa hambar, mungkin karena bumbunya tidak pakai garam.  Setelah makan kami selfie di depan Malay Heritage Centre & Sultan Mosque.  Banyak resto untuk muslim di North Bridge Rd Kampong Glam ini, tapi karena masih pagi jadi banyak yang belum buka.  Setelah makan kami pulang lagi ke hotel untuk mandi, dan persiapan ke Sentosa Island.Malay Heitage Centre

Perjalanan ke Sentosa, kami mulai dengan MRT Bras Basah – Dhoby Ghaut – Harbour Front.  Stasiun Harbour Front ini connect dengan mall Vivo City, skytrain ke Sentosa ada di lantai 3 Vivo City, kami berfoto ria depan mall Vivo City dengan mempraktekan beberapa gaya yang tidak biasa dekat air mancur, hasilnya banyak turis lainnya ikut ikutan berfoto ria juga, pada latah juga nih.SMU

Vivo CitySebelum nyebrang ke Sentosa dengan skytrain, coba deh berpose di halaman belakang lantai 3, viewnya ok bisa lihat Sentosa Island dari kejauhan, bisa liat sarana bermain anak di lantai bawahnya.  Ok banget tempatnya untuk berselfie ria.

Sentosa IslandSkytrain ke Sentosa 4 SGD, beli sendiri di counter otomatis yang ada.  Target di Sentosa adalah foto depan bola biru Universal Studios, otomatis harus turun di stasiun Waterfront.  Akhirnya berpose juga depan bola biru Universal Studios, kami tidak masuk ke Universal karena alasan waktunya terbatas, sebenarnya sih mahal saja xixi.  Setelah puas foto depan Universal Studios, kami ke Trick Eye Museum untuk berfoto ria lagi.  Waktu sudah masuk makan siang, tujuan selanjutnya Malaysian Food Street, ramai orang pada makan siang, menu siang ini nasi lemak dan es kacang merah, lagi lagi lihat manula pada jadi cleaning service.   Selanjutnya putar putar di toko permen Candylicious dan toko coklat Hershey’s.  Setelah puas di Sentosa kami lanjutkan ke Chinatown dengan MRT. Universal Studio

Keluar dari Chinatown stasiun langsung ke Pagoda St, disini mirip seperti Chinatown di film filmnya Jackie Chan.   Oh yach Taylor Swift juga pernah kesini infonya.  Kalau mau beli oleh oleh disini tempat yang direkomendasikan, banyak yang murmer,  Pagoda St tempatnya.  Gunting kuku bermotif Marlion serba 1 SGD, pulpen dengan logo Singapore dll.  Ada Singapore Coin & Note museum juga disini, banyak siswa dari India pada berkujung saat itu, gurunya juga terlihat lagi nyetak uang sen $ disana.  5footway inn hostel para Backpacker berlokasi di Pagoda St ini juga.  Ujung Pagoda st ada yang jual uncle ice cream 1.2 SGD diseberang Sri Mariamman Temple.  Ada Mesjid Jamae (Chulia) di South Bridge Road, mau numpang shalat tapi lagi nggak bawa sarung, jadi buru buru dech ke hotelnya, naik bis dari halte Cross St.China Town

Habis shalat & rehat di hotel, perjalanan dilanjut lagi ke Orchad dengan MRT.  Orchad stasiun itu nyambung langsung ke mall Ion Orchad, sampe bingung mana mall mana stasiun.  Kami keluar Ion Orchad untuk foto foto depan mall, nice place for selfie.  Mall Isetan & Takashimaya ada di sebelah Ion Orchad, seberangnya ada Shaw House.  Jiwa penuh dengan semangat pemberantasan korupsi maka target selanjutnya adalah cari Lucky Plaza, tempat dimana Gayus Tambunan terlancak saat ngumpet di Singapore.  Melalui under pass kami nyebrang ke Lucky Plaza, disana mirip kaya plaza Jambu 2 Bogor, banyak lapak dagangan, ada rumah makan padang Garuda juga jadi terasa di jalan Sabang.  Ini mall nyambung dengan apartemen jadi banyak orang yang terlihat bawa koper.  Putar putar cari tempat makan malam, akhirnya jatuh hati ke Asian Food Mall di lantai dasar.  Setelah makan kita balik lagi ke Ion Orchad via underpass untuk cari toko Rubi Shoes, ada di ujung underpass lokasinya, di underpass ada pengamen tuna netra dengan organ tunggal, lagunya Bengawan Solo bro.  Toko Rubi Shoes rame banget, recomended untuk yang cari sepatu & sendal cw disini.  Pulang lagi dengan MRT, di Bras Basah kita ke blinger, ternyata pintu keluarnya ada 2, jadi kami jalan memutar lagi via Singapore Art Museum.  Maklum orang baru di Singaporenya.  Rest rest rest.

Iklan
Categories: Travel Note | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: