Perut Ketendang

Sop Buntut Ma'Emun

Sop Buntut Ma’Emun

Mungkin ini tulisan perdana gue untuk masalah wiskul.  Masih bingung wiskul itu apa? Wisata kuliner bro.  Mau nulis destinasi wisata,  sudah kehabisan ide karena waktu travellingnya tidak banyak, maklum Sabtu Minggu waktu tersita sama jadwal nggowes.  Berat badan sudah kelewatan dari batas ideal, nach kalau nulis wiskul kan bisa punya alasan, kalau ada yang nanya loe gemuk banget, gue jawab maklum pengamat kuliner bro.  Jadi modusnya top banget, mungkin predikatnya 1 derajat lebih mulia daripada pengamat politik.

Kembali ke topik.  Loe mau merasakan perut ketendang, coba datang saja ke sop buntut sapi mang Endang incu Ma’Emun.  Saking enaknya sop buntut ini, perut benar benar seperti ketendang.  Warung sop buntut ini berlokasi di jl Sudirman no 60, di dekat daerah air mancur Bogor.

Gue sudah 39 tahun tinggal di Bogor tapi yang namanya makan sop buntut Ma’Emun baru baru ini saja, belum lama ini bro, mungkin karena tidak tahu atau kurang gaul kali yach.  Di kantor yang sekarang big bos selalu menceritakan keenakan sop ini, karena gue bosen selalu mendengarkan cerita bos satu itu yang selalu mempromosikan kelezatan  sop buntut  Ma’Emun, akhirnya gue cari dan cobain juga itu sop.

Kesan pertama nasi sedikit, maklum standar gue walupun lauk sedikit yang penting nasi harus banyak, namanya juga pekerja keras.  Saat di seduh kuah sopnya maknyus pisan bro, aromanya penuh cita rasa, bukan cita citata yach.  Saat makan dagingnya empuk tenan serta mudah lepas dari tulangnya, pokoknya rasa daging okeh banget dengan bumbu yang sangat meresap.  Gue check ketempat racikannya di etalase depan warung, ternyata daging sop per porsinya diikat dengan bambu untuk awalnya, cukup unik dan memudahkan dalam penyajian serta adil tentunya, takarannya pas, daging satu porsi itu satu ikat.  Lalu sop daging disaji dengan tambahan wortel, kentang, brokoli dan kol.

Gue sarankan kalau makan sop ini harus  2 piring nasinya bro, supaya puas.  Oh yach jangan lupa tambah 1 sop dibungkus, lalu kirim ke gue, sebagai ucapan terimakasih loe karena mendapat inspirasi kuliner di akhir Minggu.

Awas kehabisan karena sudah banyak pelanggan setia yang siap antri untuk bersantap siang dengan  sop buntut Ma’Emun ini.  Ingat yach kalau ke Bogor tidak mampir untuk makan sop ini, sama juga artinya loe datang ke Singapore tetapi tidak selfie/foto di Merlion.

Selamat  makan.

Iklan
Categories: Culinary | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: