Go to Madinah al Munawarah

Pelataran bagian utara Mesjid Nabawi

Pelataran bagian utara Mesjid Nabawi

Selasa pagi 24 Maret 2015, saya dan istri diminta untuk menunggu jemputan di depan Mesjid Raya Bogor. Sebelum melakukan perjalanan jauh kami awali sholat Dhuha dan sholat Safar di Mesjid Raya Bogor yang cukup fenomenal. Kenapa saya bilang fenomenal? Silahkan cari jawabannya sendiri.

Kami ke bandara Soekarno Hatta bersama team inti travel Syiar yaitu ustad Fanani dan Gus Uwik. Sampai di bandara kami menunggu pembagian tiket di Hoka Hoka Bento terminal 2D Soekarno Hatta. Sebelum berangkat ada tausiyah singkat dari Gus Uwik dan minum bersama air zamzam, sambil berdoa untuk keselamatan selama diperjalanan.

Naik pesawat Fly Nas, sholat Dzuhur dan Ashar di jamak dalam pesawat, Magrib dan Isya pun kami jamak dalam pesawat, wudhu dengan cara tayamum. Sampai di Jeddah jam 7 malam waktu setempat. Beli kartu perdana Arab Saudi agar mudah komunikasi dengan istri dan muthawif. Test uji kesabaran pertama dimulai saat melewati imigrasi bandara Jeddah, kalau laki akan terasa lama nunggunya, kata petugas “harap sabar” sambil mencet tuts smartphone nya kembali.

Imigrasi selesai, koper-koper aman semua. Kami lanjut naik bus menuju Madinah, di 1/3 perjalanan bus berhenti di tempat peristirahatan yang agak sedikit crowded dan tidak nyaman, untuk santap malam dimana ransum sudah tersedia di bagasi bus, dengan menu telur dadar dan ayam gulai super jumbo. Kami berdua makan satu porsi saja, mengingat di pesawat sudah banyak makan.

Jam 2 pagi, 25 Maret 2015 waktu setempat, sampai kami di Madinah. Bus berhenti depan hotel Al Majeedi Madinah, hotel tujuan travel kami. Banyak orang yang menunggu di front office. Muthawif mengurus kamar, sedang kami sibuk mencari toilet, karena ummi sudah kebelet pipis. Sempat binggung juga cari toilet, akhirnya ummi dan ustadzah menemukan toilet akhwat di pelataran Mesjid Nabawi. Hotel ini dekat sekali dengan Mesjid Nabawi, lokasinya di utara Mesjid.

Kami awalnya mendapat kamar dengan kamar mandi di dalam, karena ada satu keluarga yang berempat yang tidak cukup di kamar tengah yang tersedia, akhirnya kami mengalah pindah ke kamar tsb walaupun tidak ada kamar mandi didalamnya. Saking baiknya saya juga ikut mengangkat tempat tidur untuk keluarga tsb, semoga ini menjadi amalan yang baik bagi saya, aamiin.

Karena sudah mendekati Subuh, kami bergegas cuci muka dan ganti baju, lalu sholat subuh perdana di Mesjid Nabawi, bersama keluarga pa Ahmad, Subhanallah luar biasa Alhamdulillah akhirnya bisa sholat juga di Mesjid Rasulullah. Sambil masuk tengok kanan tengok kiri, liat atas liat bawah, foto sana foto sini. Adem bener ini Mesjid dengan posisi galon galon air zam zam berbaris di kolom jalan.

Azan Subuh di Mesjid Nabawi itu 2 kali, yaitu 1 jam sebelum masuk waktu Subuh dan saat masuk waktu Subuh. Sujud Tahiyatul Mesjid saya lakukan, sekalian panjatkan syukur yang tidak terhingga sehingga saya dan istri dapat sholat di tempat yang mulia ini.  Tentunya tetesan air mata tidak dapat terbendung saat sujud di Mesjid ini.

Setelah subuh saya bertemu istri di lokasi meeting point kami di depan pintu masuk Mesjid dekat hotel Al Majeedi. Banyak orang dagang di lorong dekat hotel, macam macam ada gamis, parfum, peci, siwak dll, mirip lapak di tanah abang tempo dulu. Setelah lihat yang dagang dan beli beberapa barang untuk oleh-oleh, kami bergegas makan pagi yang telah disiapkan travel disalah satu kamar di lantai 2 hotel. Hiruk pikuk makan pagi pun terasa, tapi kita sich asyik asyik saja, sambil makan perdana berdua di kursi lorong lantai dua.

Bergegas rehat sebentar dikamar, karena jam 9 kami diminta pembimbing umroh untuk kumpul karena akan wisata religi disekitar mesjid Nabawi. Jam 10an kami jalan bersama jamaah umroh kami, melihat sekeliling Mesjid, dimulai dari sisi timur, selatan, hingga barat.

Kubah hijau Mesjid Nabawi

Kubah hijau Mesjid Nabawi

Disisi tenggara melihat orginal Mesjid Nabawi tempo dulu, yang dicirikan dengan kubah warna hijau, dibawah kubah tersebut ada lokasi Raudhah. Diseberang Mesjid terlihat komplek makam Baqi, makam keluarga dan sahabat Nabi Muhammad SAW.

Sisi barat daya, terlihat mesjid Ghamama, mesjid Abu Bakar Sidik, mesjid Ali bin Abi Thalib.

Sisi barat terdapat museum Media Madinah yang menyimpan maket sejarah Nabi Muhammad SAW, sehingga pengunjung dapat membayangkan perjuangan Rasulullah saat berdakwah. Maket perang Uhud dan Khandaq ada dalam museum ini, selain itu ada maket Mesjid Nabawi dari bentuk awal hingga perluasan. Setelah itu kami masuk ke galeri Asmaul Husna yang tak jauh dari museum. Di galery ini menggambarkan The Beautifull Names of Allah, dimana pada ruang pertama ada miniatur tata surya, sehingga kita dapat merasakan betapa sangat kecilnya manusia, manusia itu tidak boleh sombong.

Perjalanan keliling Mesjid diakhir dengan sholat Dzuhur di Mesjid Nabawi. Setelah sholat saya dan istri janjian lagi bertemu di meeting point, dilanjut melihat yang orang dagang seputar hotel, sambil menunggu sepi ruang makan.

Kubah hijau Mesjid Nabawi, foto diambil dari dalam Mesjid saat atap terbuka

Kubah hijau Mesjid Nabawi,
foto diambil dari dalam Mesjid saat atap terbuka

Istirahat sejenak dikamar, menjelang Ashar kita sudah siap lagi untuk ke Mesjid Nabawi. Karena datang lebih awal saya bisa sampai ke shaf terdepan, sudah mendekati Raudhah. Setelah shalat, dengan sigap beranjak mendekat Raudhah, yang dicirikan dengan karpet berwarna hijau. Alhamdulillah saya dapat shalat dan sujud di Raudhah. Subhanallah, tidak dipungkiri air mata menetes dengan sendirinya mengingat dosa sudah banyak dilakukan. Doa dalam sujud saya curahkan semua selama di Raudhah, doa mohon ampun dan kemaslahatan untuk kehidupan saya panjatkan, serta rasa syukur yang tak terhingga karena dapat shalat di Mesjid Nabawi yang dimuliakan Allah dan Rasulullah.

Bada Ashar kami ada pertemuan pesantren umroh, ustad yang hadir adalah mahasiswa S-2 Indonesia di Madinah, adik dari ustad Aris, salah satu muthawif kami, menjelaskan hal hal yang penting dalam ibadah Umroh.

Magrib sampai Isya kita habiskan di Mesjid, bada Isya saya survey seputaran Raudhah, kebetulan mau ditutup sebagian untuk kunjungan para ibu-ibu, agar dapat berdoa di Raudhah. Karena sudah lelah saya tertidur dikamar, tetapi ummi dan ibu-ibu lainnya pada ke Raudhah.

Selfie dengan pohon Kurma

Selfie dengan pohon Kurma

Kamis, 26 Maret 2015, setelah sarapan pagi kami berkumpul untuk melakukan city tour dengan bus yang sama saat datang ke Madinah. Kami berangkat ke Mesjid Quba, Mesjid yang pertama kali yang didirikan Rasulullah saat di Madinah, kami shalat sunnah 2 rakaat di Mesjid Quba. Mesjid cukup ramai dikunjungi jamaah. Setelah itu kami lanjut ke pasar kurma, banyak dijual kurma dan permen coklat disana. Foto bareng dengan pohon korma, pohon kurma itu kalau sepintas mirip pohon kelapa sawit, mungkin serumpun. Perjalanan dilanjut ke Jabal Uhud, melihat makam suhada Uhud, naik ke Jabal Rumat tempat dimana Rasulullah memerintahkan 50 pemenah untuk bersiaga dalam perang Uhud. Selama di Jabal Rumat saya asyik memperhatikan batuannya, karena sangat keras dan termetamorfkan. Sempat saya membawa sebongkah batuan Jabal Rumat, tetapi sampai di bus dilarang muthawif agar batu tersebut dibuang, karena dilarang membawa barang temuan dari tanah haram, khawatir ada apa-apa kalau nanti saat pulang.

Jabal Uhud & Makam Suhada Uhud

Jabal Uhud & Makam Suhada Uhud

Dzuhur di Mesjid Nabawi lagi. Air hotel mulai error, tidak mengalir. Akhirnya waktu Dzuhur ke Ashar kami gunakan untuk cari oleh-oleh dan cari atm untuk tarik uang riyal, Alhamdulillah bisa juga tarik uang di atm, tapi minimum pengambilan 500 riyal. Tukar uang kecil di money changer pun boleh.

Bada Ashar saya melihat makam Rasulullah dan khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khotob, Alhamdulillah bisa melihat makam Rasulullah walaupun berdesak desakan. Assalaamu ‘alaika yaa Rasulullah wa rahmatullah wa barakaatuh. Assalaamu ‘alaika yaa Nabiyyallah. Assalaamu ‘alaika yaa Habiiballah.

Mikot Ihram di Mesjid Dzulhulaifah

Mikot Ihram di Mesjid Dzulhulaifah

Istri sudah nunggu di meeting point, untuk cari busana hitam khas akhwat Arab untuk kk Salma dan ade Alia. Sampai di hotel langsung makan malam, kebetulan air hotel sudah mengalir lagi, khawatir besok air hotel error lagi, saya puas-puasin mandi malam di hotel.

Jumat 27 Maret 2015, sebelum Jumatan saya menggunakan baju ihram, karena bada Jumat akan langsung ke Mekah. Hitung hitung latihan dan membiasakan pakai baju ihram. Kami mikot ihram di Mesjid Dzulhulaifah atau Bir Ali, Mesjid nya penuh dengan jamaah, kami shalat 2 rakaat disana, niat umrohnya dilakukan dalam bus. Lantunan Talbiayah dibacakan seluruh penumpang bus, selanjutnya ada yang tertidur juga karena kelelahan beribadah dan lamanya perjalanan. Bus melaju melalui daerah yang tandus, didominasi pasir batu khas dataran Arab, dengan atap bangunan rata tidak lancip atau bergenteng.

Bus sempat berhenti ditempat peristirahatan untuk shalat di jamak Magrib dan Isya. Saya sempat ngopi di rest area tsb, sampai sampai ditungguin orang se bus, karena keasyikan ngopi.

Iklan
Categories: Story, Travel Note | Tag: , , , | 3 Komentar

Navigasi pos

3 thoughts on “Go to Madinah al Munawarah

  1. wah mashaAllah benar” rejeki yg mantap mas…. semoga bisa ketularan deh gara” ninggal komentar…. aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: