Go to Makkah al Mukarramah

Depan Masjidil Haram

Depan Masjidil Haram

Labbaik, Allahumma Labbaik, Labbaik laa syariika laka labbaik, Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syariika laka.

Sabtu 28 Maret, jam 2 pagi dini hari kami bergegas untuk melakukan Umroh, muthawif mengatur barisan, agar akhwat aman di tengah barisan. Ini adalah moment pertama saya memasuki Masjidil Haram dan melihat langsung Kabah dari dekat. Subhanallah pagi dini hari saja penuh dengan orang Tawaf. Tawaf, shalat depan Maqam Ibrahim kami lakukan bersama, lalu minum air zam zam sambil sedikit membasahi rambut. Dilanjut bersama-sama kami ke lokasi Sai, diawali dari bukit Safa, putaran pertama kami lakukan di lantai dasar Sai, saat putaran kedua kami naik ke lantai dua agar tidak tidak terlalu ramai. Saat Sai saya membayangkan Siti Hajar mendaki 2 bukit Safa dan Marwah secara berulang, dulu belum ada tempat Sai yang nyaman seperti sekarang, tentunya dulu itu berbatu dan berpasir dengan terik matahari yang panas untuk mencari air. Saya menangkap adanya pelajaran keiklasan dan kepatuhan kepada Allah SWT di dalam Sai ini, Sami’na Wa Atho’na. Alhamdulillah kami dapat melakukan Umroh secara lancar. Setelah Umroh kami menunggu waktu Subuh didekat bukit Marwah, agar dapat sholat berjamaah. Bada Subuh kami pulang ke hotel untuk rehat sejenak, sendal crocs ummi hilang dekat bukit Marwah, otomatis saya nyeker pulangnya karena sendal dipakai ummi, benar benar suami yang top. Hotel selama kami di Mekah di Zawar Al-Harmain Hotel.

Dekat Kabah

Dekat Kabah

Sebelum Dzuhur kami melakukan Tawaf sunah dulu berdua dengan istri. Sholat Dzuhur langsung di depan Kabah, Subhanallah. Pulang ke hotel lagi untuk makan siang dan rehat. Saat shalat Ashar kami di luar mesjid karena telat datangnya, maklum ketiduran karena capai, angin cukup kuat berhembus hingga sejadah mau terbang terbawa angin. Bada Ashar kami makan es 2 riyal depan Mesjid, enak juga ada coklat dan vanillanya. Bada magrib, saya foto-foto dari lokasi tawaf lantai 2, melihat progress kerja pembangunan Mesjidil Haram. Bada Isya kami rehat, silahturahmi dengan jamaah Umroh lainnya di ruang makan hotel.

Minggu 29 Maret 2015, setelah sholat subuh, kami city tour ke Jabal Tsur, tempat Rasulullah dan Abu Bakar Sidik bersembunyi dari kepungan orang Quraisy ketika hendak hijrah ke Madinah. Dalam bus saat perjalanan saya diminta pembimbing Umrah untuk menjelaskan air zamzam dilihat dari ilmu kegeologian, mau tidak mau saya kedepan bus untuk menjelaskan secara singkat sejarah, kondisi sumur dan debit mata air zamzam, kebetulan sebelum berangkat ke Mekah saya banyak membaca mengenai sumur zamzam, selain itu saya jelaskan juga secara singkat mengenai batu Hajar Aswad. Sesampainya di Arafah kami naik ke Jabal Rahmah, ramai dikunjungi jamaah. Jabal Rahmah ini tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa setelah keduanya terpisah saat turun dari surga. Peristiwa penting lainnya adalah tempat turunnya wahyu yang terakhir kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu surat Al-Maidah ayat 3. Saat di Arafah kami melihat Mesjid Namirah yang terlihat cukup luas.

Jabal Rahmah

Jabal Rahmah

Dilanjut melintasi Muzdalifah dan Mina, tenda tenda putih untuk musim haji terpasang permanen disisi jalan. Stasiun kereta Armina (Arafah, Muzdalifah, Mina) kami lewati juga, semoga kedepan jamaah haji Indonesia dapat menikmati layanan kereta Armina ini. Lihat gua Hira dari kejauhan, Mesjid Jin dan Mesjid Syajarah atau Mesjid Pohon. Berakhir memakai baju ihram di Mesjid Ji ranah untuk badal Umroh. Saya niat badal Umroh untuk almarhum bapak saya, istri niat badal umroh almarhum bapaknya. Shalat dzuhur Mesjid samping hotel, ternyata yang shalat ramai sekali. Bada Dzuhur kami badal Umroh, Ashar di lokasi Sai, sebelum Magrib saya mencukur rambut, digundulin seharga 10 riyal. Jalan dari Mesjidil Haram ke hotel ±15 menit, karena malas jalan pp, Magrib Isya saya lakukan di Mesjidil Haram bersama istri.

Senin 30 Maret, shalat Subuh di Masjidil Haram, saat shalat imam mesjid membacakan ayat Sajdah, sujud tilawah pun dilakukan. Setelah shalat kami beranjak ke hotel kembali untuk makan. Di pintu keluar Masjidil Haram ada yang jual baju gamis anak, biasa kalau ada yang dagang naluri bertanya dan belanjanya ummi kambuh. Sampai di hotel rapih-rapih koper karena besok sudah mau pulang. Jam 9 pagi ada pertemuan dengan muthawif untuk evaluasi dan muhasabah/intropeksi akhir.

Kabah, foto dari lantai 2

Kabah, foto dari lantai 2

Jam 11 kami berangkat Tawaf sunah, Alhadulillah dalam Tawaf ini kami sering menyentuh Rukun Yamani. Dapat shalat sunah di Hijir Ismail bersama istri serta menyentuh Hajar Aswad. Saat akan mencium Hajar Aswad agak kesulitan mengingat kacamata hampir terlepas terkena tangan orang lain. Bada Dzuhur kami belanja oleh-oleh sebentar di mall dekat Mesjid. Setelah itu pulang ke hotel untuk makan dan rapih-rapih koper. Sholat Ashar di Mesjid Haram lagi setelah itu dilanjut beli sejadah di mall yang sama. Kembali Magrib dilanjut sampai Isya diakhiri dengan Tawaf Wada. Ya Allah terimakasih kami berdua dapat shalat di Mesjid Haram ini , Tawaf depan Kabah dan sujud di Hijir Ismail.

Pulang ke hotel, dilanjutkan makan malam, taruh koper didepan kamar, dilanjut rehat. Badan terasa lelah karena saat Tawaf tadi berjuang untuk dapat shalat dan sujud di Hijir Ismail serta menyentuh Hajar Aswad yang selalu ramai oleh jamaah, tentunya butuh kekuatan fisik juga untuk melindungi istri dari himpitan para jamaah, Alhamdulillah dapat kami laksanakan dan lelahnya itu terbayar oleh rehat malam.

Mesjid Apung, Laut Merah, Jeddah

Mesjid Apung, Laut Merah, Jeddah

Selasa 31 Maret , jam 3 pagi kami berangkat ke Jeddah, shalat Subuh di Mesjid Apung, disisi Laut Merah yang air lautnya selalu berwarna biru. Kami banyak mengambil foto-foto, dilanjut sarapan pagi. Berangkat ke bandara Jeddah, ternyata pesawat delay panjang, jamaah diistirahatkan di Jeddah Gulf Hotel, lumayan untuk rehat beberapa jam menunggu waktu malam. Jam 9 malam kami berangkat lagi ke bandara Jeddah, sambil menahan kantuk untuk tunggu antrian masuk di imigrasi bandara.

Rabu 1 April 2015, jam 2 pagi naik ke pesawat JetAsia, duduknya bebas tinggal pilih sendiri, awak pesawat di dominasi orang Thailand. Sepanjang perjalanan disinya tidur karena kelelahan begadang di bandara, sampai di bandara Suvarnabhumi Bangkok jam 4 sore, jam 5 sore terbang kembali. Jadi penumpang tidak boleh turun, hanya duduk manis didalam pesawat selama sejam. Sampai di Soekarno Hatta jam 20.00 WIB, Alhamdulillah tiba kembali ke tanah air dengan selamat.

Iklan
Categories: Story, Travel Note | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: