Cycling For Better Life

Sentul

@ Sentul

Awalnya punya hobi naik gunung, itu di jaman seventeen year old dulu. Saat kuliah sudah tidak pernah lagi sehubungan kuliahnya keluar masuk sungai mulu untuk cari dan ngetok batu. Jurusan pencari batu akik kale yach. Saat kerja mulai kecanduan jalan-jalan ke alam bebas, bukan karena hobi tetapi karena tuntutan kerjaan, cari batubara dari pulau Sumatera hingga Kalimantan. Banyak perjalanan yang tidak ditulis tetapi masih tersirat dalam kolbu, efek dari jaman blog gratis baru dimulai di era tahun 2008 an, sedangkan kerja sudah dimulai dari era tahun 1996 an. Tapi sudahlah mau dibilang apa show must go on.

Sekarang sudah punya junior dan bekerja di ibukota terpaksa cari lagi hobi yang pas untuk mengisi week end. Kalau traveling agak sulit karena kk di asrama, mau jalan tidak bersama 1 keluarga full tentu rasanya ada yang kurang, kurang asyik saja, kan asyiknya rame-rame (iklan sampoerna). Lari pagi agak menjenuhkan, karena jarak lari hanya terbatas kalau mau jauh tentu harus jadi atlet marathon dulu. Sudah gitu kalau habis lari selalu bikin badan ngantuk sekali, memang dasar tumor aja kale yach.

Katulampa

@ Katulampa

Saat jalan di Botani Square, lebih kurang 3 tahun yang lalu, ada pameran sepeda murah, waktu itu iseng beli sepeda untuk mengusir kejenuhan dalam berlari pagi, jadi bisa diselingi dengan bersepeda. Sepeda yang dibeli berupa seli (sepeda lipat) dengan merk Exotic, biar yang menggowesnya tampak lebih Exotic. Saya tidak pilih mountain bike atau sepeda besar lainya karena kepikiran kalau kempes males dorong ke tukang tambal ban nya. Maklum punya mobilnya kecil sekelas Xenia, kalau dirumah yang nongkrongnya Strada pasti dibeli dech mountain bike. Kalau sepeda lipat kan mudah, kalau ada masalah dengan sepeda tinggal lipat lalu masukan ke dalam mobil untuk cari bengkel sepeda guna perbaikan, bereskan.

Karena anak yang besar punya waktu di week end hanya dihari minggu saja, itu pun jam 5 sore sudah masuk ke asrama lagi, jadi sepertinya kegiatan gowes bareng sebagai sarana family time yang power full, calon asisten Ayah Edi nich. Karena sepeda hanya satu dirumah, jadi tidak mungkinkan bersepeda dengan 1 sepeda di gowes orang empat. Apa kata dunia, keluarga besar sirkus kale yach.

Semanggi

@ Semanggi

Akhirnya target ditetapkan menambah 3 sepeda lipat lagi. Saat nambah sepeda ingin sekali beli sepeda lipat bermerk seperti Brompton, Dahon, dan Bike Friday, sehubungan 3 harga sepeda itu patokan euro dan dollar, sehingga kalau dirupiahkan cukup wah dan spektakuler. Akhirnya pilihan jatuh kepada produk-produk asli Indonesia, sesuai moto cintailah produk produk Indonesia. Sepeda lokal yang ada merknya United dan Polygon. Sehubungan di Bogor ada outlet sepeda Polygon yang dilengkapi bekel mininya untuk service after sell, maka pilihannya jatuh ke Polygon.

Awalnya beli seli Urbano roda 20” warna putih, jadi sepeda ada 2. Dibandingkan Exotic yang berbahan besi, Urbano agak ringan diangkat karena berbahan aluminium. Test awal berangkat kita ke CFD (car free day) di Jakarta, mobil parkir di Sarinah, karena sepeda hanya 2 sedangkan orangnya 4, sebagai orang tua yang bijak tentu saya dan ummi mengalah tidak bersepeda, kerjanya hanya mengejar ngejar sepeda yang di gowes anak-anak. Disitulah kadang saya merasa sedih. 😀

Karena pengalaman buruk diatas, saya nambah 1 sepeda lagi, jatuh hati masih ke Polygon karena mau beli Brompton masih belum kesampaian amunisi uangnya. Semoga dengan selalu menulis Brompton di blog ini, saya dikasih gratis folding bike Brompton oleh boss Brompton di Inggris, Aamiin. Sudah sudah lanjut lagi nulisnya. Dibelilah seli B2W (bike to work) roda 16” warna kuning, komsumsi awal ummi biar enteng nggowesnya. Tapi karena gamisnya ummi sering kena rantai akhirnya seli ini selalu di cuex in ummi.

@ Ancol

@ Ancol

Karena kurang satu sepeda, dan sudah bosan melihat produk yang ada, pencarian merk lain dimulai, dengan syarat harus murah dan lain daripada yang lain. Bulan Juni 2014 ada PRJ di Kemayoran, karena kami cinta produk-produk Indonesia, kami sekeluarga berangkat ke PRJ untuk lihat siapa tahu ada sepeda lipat jenis lain dan murah. Ada stand Viva Cycle dimana produknya ada seli juga, lihat bentuknya cukup unik, sesuai dengan namanya Comet, seli dengan roda 22” warna hitam. Kami beli dengan membayar tunai, komplit sudah sepeda untuk semua personil di rumah. Alhamdulillah.

Jadi hobi sepeda ini belum lama, mungkin kategori ketinggalan. Tapi tidak masalah yang penting happy. Anehnya kalau saya sedang nggowes, kenapa yach di kepala selalu muncul running text lirik Bicycle dari grup legenda Queen. Bicycle bicycle bycycle. I want to ride my bicycle bicycle bicycle, aduh lebay pisan bapak satu ini.

@ Kebun Raya Bogor

@ Kebun Raya Bogor

Kalau diitanya jalur mana saja yang sudah dicoba gowes bareng satu keluarga, tentunya
1. Putar-putar komplek perumahan Villa Bogor Indah, ce ileh ini sich dekat rumah keless, tapi tidak apa-apa sesuai dengan namanya ada kata Indah, tentunya hasil gowesnya membuahkan keindahan didalam hati karena selama menggowes banyak melihat keindahan di kanan kiri.
2. Sentul, asyik tempatnya untuk nggowes di hari minggu pagi, parkirannya tinggal pilih di Belanova atau di ruko dekat mie Golek atau sembarangan dimana saja tidak masalah, asal jangan tepat didepan gerasi orang. Kalau cape habis nggowes bisa langsung kuliner di Apong. Ini jeleknya ending selalu kuliner bukannya nggowes. Ingat sudah overweight bro.
3. CFD Jakarta, asyik tenan apalagi puter-puter dekat Istora Senayan rame kalau minggu pagi, banyak yang lari dan bersepeda. Dilanjut ke Jl Sudirman Thamrin, serasa jadi raja jalanan, biasa dijalan ini selalu siksaan hidup kalau lagi macet, nach pas CFD bisa gowes bebas zigzag di jalan ini.
4. Ancol, asyik nggowes disini, karena serasa berani tampil beda, gowes pinggir laut dipagi hari. Sepeda di turunkan dekat mall Ancol Beach City, lalu gowes ke arah barat, kearah dermaga speed, pp. Selesai gowes bisa main pasir di pantai depan mall, ditutup dengan kuliner di Bandar Jakarta. Kuliner lagi kuliner lagi.
5. Kebun Raya Bogor, pengalaman berdua saja dengan ummi, enak suasananya walupun sudah jam 10-11 siang, masih adem saja, karena rindangnya pohon yang melindungi para goweser. Bisa selfie di tamannya bu Megawati juga, silahkan cari sendiri.

Untuk jalur solo gowes, saya pernah nggowes
1. Kearah Cibinong, seputaran stadion Pakansari yang baru, pernah Urbano selfie bareng Katana offroad disini.
2. Seputaran Bendungan Katulampa, ciamik tempatnya bisa merasakan nggowes pinggir kali dan persawahan.
3. Kampus IPB Dermaga, kesan pertama adem dan tenang, paru-paru terasa sejuk kalau nggowes disini.
4. Kampus UI Depok, enak kalau minggu pagi banyak yang gowes dan lari, kalau kesananya dari Bogor sepeda dimasukan kereta dulu, turun di stasiun Pondok Cinta atau UI jangan turun di stasiun Kota kejauhan bro. Susahnya kalau gowes di UI Depok itu cari toilet kalau sudah kebelet pipis, harus perjuangan carinya toiletnya, apes-apes nya tahan saja kebeletnya sampai ke stasiun terminal Bogor.
5. Bandung, sudah saya ulas tulisan Bandung, 1435H, ya gitu dech kalau gowes di Bandung, orang-orang selalu menyangka saya kang Ridwan Kamil kw2. Hihihi peace ahh.

Tulisan ini Insya Allah akan selalu di update, apabila ada tambahan lokasi gowes baru lagi, dan sudah dicoba nggowesnya. Memang menggowes itu membuat hidup lebih berarti. Cycling for better life.

Tulisan ini didedikasikan untuk kalimat bijak dari satrawan terbaik bangsa yaitu Pramoedya Ananta Toer. “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”.

Iklan
Categories: Story, Travel Note | Tag: , , , , , , , , , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Cycling For Better Life

  1. saya juga hobi naik gunung, baru sebulan beli sepeda lipat itung-itung buat nyiapin fisik persiapan kalo mau naik gunung 😀
    setelah rutin gowes tiap hari kemarin nyoba naik gunung dan merasa fisik lebih kuat dan nafas nggak ngos-ngosan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: