Honeymoon Semalam Di Bandung

Nama Kue di Sumber Hidangan

Nama Kue di Sumber Hidangan

Timbangan Kue Tempo Doeloe

Timbangan Kue Tempo Doeloe

Jumat 15 Mei lalu adalah hari kejepit, karena kanan kirinya tanggal merah. Yang hobi jalan biasanya ambil cuti. Kebetulan saya dapat tugas kantor ke Bandung untuk meeting di ITB di hari kejepit tsb. Karena males kena macet saya putuskan agar berangkat Jumat pulang Sabtu. Jadi cukup 1 malam untuk #exploreBandung, jalan berdua saja sama istri tercinta.  Jadi saya kasih judul honeymoon semalam di Bandung. Mengingat hari Jumat jadi kalau loe laki muslim kudu Jumatan. Berangkat dari Bogor ba’da Subuh, sampai di Bandung jam 10an, kena macet sedikit di seputaran Cibubur. Meetingnya di ITB jam 13.30 jadi masih ada waktu untuk #exploreBandung & Jumatan.  Saya booking hotel di Gino Feruci Braga via agoda.com, kenapa pilihannya di Braga supaya acara gowes ke jl. Asia Afrika nya agak ringan.

Kami langsung ke daerah Braga untuk sedikit explore disana.  Target pertama ke Sumber Hidangan tempo doeloe namanya Het Snoephuis, berdiri sejak 1929. Tuhe bener ini toko kue, tepat di Braga no 20.  Sesuai umur nuasa nya juga sudah tua renta, sampe sampe mesin kasir, timbangan kue dan radio jadoelnya juga masih ada. Di jamin terasa kembali ke jaman penjajahan Belanda dulu. Kue-kue kuno banyak dijual disini tapi namanya pake bahasa Belanda. Selain kue jual ice cream juga, ice cream puter kaya kopiyor, coklat, mocca dll. Bangku meja nya juga bergaya jadul, tapi disitu keunikan Sumber Hidangan ini. Entah sudah berapa kali saya kemari, rata-rata kalau ke Bandung tempat ini menjadi salah satu destinasi wajib untuk keluarga, sambil rehat makan ice cream nya.

Karena waktu Jumatan sudah dekat kami merapat ke arah Dago, mobil parkir di toko molen Kartika Dago, saya jalan sedikit untuk Jumatan di mesjid Salman ITB yang cukup fenomenal dalam dakwah bagi para mahasiswa seantero Bandung.  Habis Jumatan merapat lagi ke Kartika Dago, disini istri agak unik bukannya beli molen di Kartika malah beli sendal croch untuk saya. Belanja yang aneh.  Supaya terlihat mesra kami makan sepering berdua mie kocok dan batagor depan Kartika, tetap saja piring nya dua kalau gitu, hehe.

Setelah lunch saya buka lipatan sepeda Urbano putih, untuk gowes ke kampus ITB, jadi istri bisa bawa mobil untuk dapat lanjut #exploreBandung nya. Nggowes dalam kampus ITB seperti muda lagi, umur ini seperti minus 25thn, karena terbawa suasana jaman kuliah. Meeting tidak sampai jam 5 sore, langsung saya meluncur turun ke Braga dari ITB, tidak perlu ngggowes karena jalannya turun terus. Saya happy banget ngliat mobil pada macet, tetapi saya dengan santai nya meluncur dengan sepeda. Makanya jangan pakai mobil kalau di dalam Bandung.

Sampai di Gino Feruci Braga, sepeda di parkir di ruang VIP, ruang security biar aman. Sebelum Magrib, kami berdua mencoba kolam renang di hotel ini. Saat baru satu puteran, badan mulai menggigil, bibirnya istri juga sudah mulai membiru, air kolamnya dingin benar bro, diputuskan untuk mengakhiri olah raga menggigil ini, dan langsung balik ke kamar.

Malam diiringi hujan rintik, kami berdua cari tempat untuk makan malam, saat keluar ke arah kanan dari Gino Feruci, ketemu gang sempit yang berbau harum masakan. Karena penarasan akibat indera penciumannya diganggu, sebagai dektektif rasa profesional, kami spontan mencari sumber bau masakan yang menggoda tsb. Ternyata tak jauh dari mulut gang, ada warung Sunda mini, dengan menu komplit ala hidangan Priangan plus sambal terasinya yang khas. Tanpa babibu lagi kami berdua langsung mencari posisi untuk menyantap hidangan yang disajikan. Warungnya tanpa nama, tetapi ciri-cirinya mudah, warung masakan khas sunda, di dalam gang sempit  samping kanan hotel Gino Feruci Braga, didepan warung ada tukang asah batu akik. Selanjutnya silahkan cari sendiri.

Depan Mesjid Agung Bandung

Depan Mesjid Agung Bandung

Bareng Para Tokoh

Bareng Para Tokoh

Cikapundung Spot View

Cikapundung Spot View

Sabtu pagi, saya buka lagi limpatan sepeda Bike2Work kuning, supaya genap sepeda yang akan digunakan. Saya pakai sepeda B2W kuning 16”, istri pakai Urbano putih 20”. Kami langsung nggowes ke arah Jl Asia Afrika via jalan Otista atau Oto Iskandardinata. Sampai di Mesjid Agung Bandung, kami langsung disibukkan mencari posisi posisi terbaik untuk difoto.  Banyak anak yang bermain di lapangan depan Mesjid, pada keasyikan karena sudah full dilapis rumput sintetik yang hejo pisan.

Bergeser sedikit kami mencari lokasi foto didekat tulisan besar AlunAlunBandung dekat halte. Setelah puas berfoto dengan hasil yang agak mengkhawatirkan, maklum foto model gagal. Kami merapat ke gedung Merdeka, untuk foto bareng sama riplika foto pa Soekarno dan Kang Ridwan Kamil. Walaupun Sabtu pagi, ramai orang disibukkan selfie dengan berbagai pose, tidak yang muda saja yang tuapun semangat eksisnya tetap ada. Puas diseputaran Gedung Merdeka, kami mulai bergeser ke Cikapundung Spot View, melihat air terjun mini disamping sungai Cikapundung, menarik banyak bangku dan meja merah untuk cucurak an. Nggak ngerti cucurak, please cari saja di kamus Sunda Indonesia.

to be Angel

to be Angel

Parijs

Parijs

Bergeser lagi ke jalan Braga, untuk foto selfie menjadi malaikat, karena sayapnya sudah tersedia di pinggir jalan. Selain sayap ada juga tulisan Parijs van Java, pakai j kah kalau di Paris? Teknik dengan fish eyes juga saya gunakan, cie teknik lagi orang tinggal nempelin aja ke smartphone, hehe. Ide gambar pinggir jalan ini cukup kreatif, guna menampung hasrat wisatawan yang selalu narsis.

Cape berfoto disana sini, akhirnya kami putuskan untuk lanjut gowes lagi ke arah jalan Veteran, gowes via jl. Naripan dan Saad. Akhirnya sampai juga ke target kami, Batagor & Siomay Kingsley, di jalan Veteran no 25 Bandung. Saya langsung pesan batagor kuahnya, yang cukup fenomenal karena di kota lain agak jarang kalau menu satu ini. Breakfast yang sulit terlupakan, rasa batagornya masih terbayang-bayang hingga saat ini. Kalau mau beli oleh oleh Bandung di Kingsley juga ada dan sangat saya rekomendasi sekali.

@ Rasa Bakery & Cake

@ Rasa Bakery & Cake

Coconut Royale

Coconut Royale

Setelah beres sarapan di Kingsley, kami lanjut lagi nggowes pulang ke arah Braga via jl Kejaksaan, munculnya di Bebek Garang Braga. Rehat sejenak di hotel dilanjut beres beres sepeda dan ransel karena jam 12 sudah disuruh check out oleh reception hotel. Ba’da Dzuhur kami meluncur pulang, karena sudah merasa lapar lagi. Kami sebagai agen rahasia di bidang kuliner, mencari target berikutnya. Jatuh pilihan kepada resto Rasa Bakery & Cake, di jalan Tamblong no 15. Suasana restorannya cool pisan, tempo doeloe, bangunan rumah bergaya Eropa yang berwarna putih. Kami pilih meja yang berkursi 2 berhadapan, biar tampak romantis walaupun di siang bolong. Kami langsung memesan Indonesian dishes, yaitu nasi goreng “Rasa” dan lontong komplit, rasanya memang luar biasa. Kami lanjut pesan Bitterballen, rasanya dijamin akan tersave dengan baik di kepala anda dan tidak dapat di delete atau reformat.

Penutup kami memesan ice cream Coconut Royale, yang dari segi penampilan dan rasanya tidak mungkin terlupakan. Pernah saya up load foto ice cream Coconut Royale ini di facebook, dari comment yang masuk banyak ngiler dan menanyakan dimana belinya. Dengan tegas saya infokan belinya di Rasa Bakery & Cake.

Demikian sekelumit laporan haneymoon semalam dari saya, dilengkapi dengan rekomendasi kuliner Bandung yang sudah saya telaah dengan jujur.  Mohon maaf kalau antara judul dan narasi kurang nyambung, harap disambung-sambungkan sendiri saja.

Salam Traveler.

Iklan
Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , , , , | 4 Komentar

Navigasi pos

4 thoughts on “Honeymoon Semalam Di Bandung

  1. Nikmat sekali membaca postingan ini, terima kasih telah berkunjung ke bandung dan icip2 kulinernya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: