Balikpapan Muara Teweh pp

Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman

Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman

Sebetulnya ini perjalanan dinas kantor, tetapi bisa menjadi contoh atau referensi jalan-jalan ngirit versi saya. Perjalanan dinasnya berangkat 21 pulang 25 Mei 2015, tugas mulianya membawa tamu untuk ke lokasi tambang, dengan target berangkat dan pulangnya aman dan terjamin. Kalau lihat tanggal itu kategori week end, karena berangkat Kamis pulang Senin.

Kalau dipikir ada enak dan tidak enak, enaknya tentu bisa jalan-jalan sambil refresh otak yang sudah mengalami kejenuhan akibat sesaknya ibukota. Tidak enaknya karena family time nya terpakai perjalanan dinas, week end adalah waktu yang berharga dalam acara kumpul keluarga. Tetapi apa mau dikata karena tugas, mau tidak mau berangkat. Benar-benar bapak satu ini the best employee of the year pisan.

Sampai di Balikpapan jam 19.00 WITA by Garuda, dulu nama bandaranya Sepinggan sekarang berubah menjadi Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Bandaranya sudah ada mall dan tampilan ciamik pisan bergaya modern, mirip-mirip Changi kecil. Langsung saya bersama tamu ke Nuansa Indah hotel, yang beralamat di Jl Jenderal Soedirman no 1 Balikpapan. Hotel lama yang sudah diperbaharui kembali, dari jaman saya tinggal di Balikpapan nich hotel sudah berdiri, dan selalu ramai pelanggannya.

Plaza Balikpapan

Plaza Balikpapan

Setelah makan malam di resto hotel, dan para tamu telah beristirahat di kamarnya. Saya langsung keluar hotel untuk ngelayap ke Plaza Balikpapan, sambil bernostalgia kembali menjalani hidup 3 tahun tinggal di Balikpapan. Plaza Balikpapan sudah berubah wajah, sekarang banyak lampu di depannya. Sudah ada Starbucks di bagian depan. Masuk ke dalam mall masih mirip seperti dulu, tetapi tenant nya sudah bertambah. Saya kesini hanya beli coca cola saja, karena malam terasa panas, gimana nggak panas pp hotel plaza by angkot, #ngirit traveler. Topik malam itu hanya sebatas fotoin Plaza Balikpapan dan beberapa gedung di Balikpapan yang hasilnya kebanyakan gelap karena malam, maklum fotografer unprofessional. :d

Susie Air

Susie Air

Jumat subuh saya bergegas ke bandara lagi kerena pesawat Susie untuk ke Muara Teweh berangkat pukul 7.00 WITA. Ternyata airport tax bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman agak mahal, sama seperti bandara di Bali, Rp.75.000.ย  Mungkin pemerintah dapat membuat kebijaksanaan untuk traveler aktif seperti saya agar airport tax bisa digratiskan, kan sudah membantu program pak Menteri Pariwisata dalam hal mempromosikan beautiful Indonesia. Ini usul saja siapa tau disetujui, kalau tidak pun traveler tidak akan demo, hehe ubah ah blognya jadi www dot ngarep dot com. Maklum dengan Rp.75.000 #ngirittraveler bisa bertahan hidup 1-2 harian atau beli oleh oleh Amplang Kuku Macan khas Kalimantan untuk keluarga di rumah. ๐Ÿ˜€

Balikpapan

Balikpapan dari Susie Air

Balikpapan

Balikpapan

Pesawat Susie air Balikpapan โ€“ Muara Teweh ini berbaling satu saja di hidungnya. Tapi pesawatnya keluaran baru punya dengan pilot mayoritas expat/bule, kapasitas penumpang lebih kurang hanya 12 orang saja. Karena terbangnya tidak terlalu tinggi, pesawat ini cukup bersahabat untuk yang hobi nya foto pemandangan, tinggal menohok di jendela pesawat bisa lihat pemandangan di bawah, ibarat drone fotografi gitu dech. Kalau naik pesawat Susie Balikpapan โ€“ Muara Teweh seperti tidak terbang, karena keberangkatan pukul 7.30 WITA sampai di Muara Teweh nya 7.30 WIB, jadi sama 7.30 nya.

Sampai di Muara Teweh saya langsung ajak para tamu ke lokasi tambang, dan pulang lagi ke Muara Teweh hari Minggu, tgl 24 Juni 2015. Minggu saat sampai di Muarateweh lagi, saya langsung ke Armani hotel, salah satu hotel terbaik di Muarateweh. Nginap semalam dulu di Muara Teweh, karena pesawat Susie Muara Teweh โ€“ Balikpapan berangkatnya besok pagi. Setelah check in hotel, tidak berapa lama saya ajak tamu untuk makan siang di bakaran ikan di simpang tiga pasar, warung bakaran ma haji ini pernah saya ulas sedikit di artikel Muara Teweh di blog ini. Soalnya kalau tidak makan di warung bakaran ini seperti ada yang kurang kalau ke Muara Teweh.

Patin & Gabus

Patin & Gabus

Tidak segan segan menu siang saya, bakaran ikan pantin dan gabus, kapan lagi ketemu menu ikan sungai segar kalau bukan di warung ma haji ini. Plus sayur bening dan sambelnya yang khas, bikin selera makan menjadi menggila. Rejeki pun tidak kunjung selesai, setelah makan ternyata sudah dibayarin teman. Alhamdulillah indahnya siang ini. Satu lagi informasi, kalau di warung bakaran ini ikan sungai yang dihidangkan selalu segar tidak berbau amis, jadi pastinya top markotop.

Sate Sabar Menanti

Sate Sabar Menanti

Karena 2 malam di lokasi tambang para tamu bekerja keras, setelah rehat makan siang, saya persilahkan untuk istirahat kembali di hotel. Malamnya akan wisata kuliner lagi dengan menu yang berbeda, tetapi topiknya masih bakaran. Waktu berlalu hingga malam di Muara Teweh pun datang, destinasi berikutnya adalah warung lesehan “Sabar Menanti”. Menu andalannya adalah sate kambing, karena ngbakar sate butuh waktu, nama lesehan ini pas banget, jadi para tamu harap Sabar Menanti. Selain sate ada menu andalan tongseng nya juga. Jadi lengkap sudah kuliner hari itu, yang serba full bakaran.

Karena lelah wisata kuliner siang dan malam, tak terasa hari senin tgl 25 Mei 2015 pagi sudah hadir. Saya bergegas ke bandara Beringin, bandara nya Muara Teweh, karena pesawat Susie terbang jam 7.40 WIB. Jangan lupa kalau naik pesawat Susie jangan duduk ditengah sebaiknya duduk dekat kaca, karena pemandangannya asyik, melihat hutan Kalimantan dari ketinggian.

Sajian Lounge Garuda

Sajian Lounge Garuda

Sampai di Balikpapan jam 9.40 WITA, karena pesawat Garuda Jakarta nya berangkat jam 13.05 WITA jadi masih ada waktu untuk leha-leha di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman ini. Rejeki masih mengiring saya kembali, ternyata saya diajak tamu untuk gabung berleha-leha di lounge Garuda. Tanpa basa basi lagi saya langsung meng iyakannya, soalnya terus terang belum pernah berleha-leha di lounge Garuda, apalagi lounge Garuda di bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman ini baru. Ternyata tamu yang mengajak saya itu kartu Garuda nya sudah platinum, karena sering terbang by Garuda, jadi bisa mengajak 1 rekan ke lounge.

Alhamdulillah akhirnya bisa santai baca koran dengan icip-icip hidangan dan minuman yang spektakuler di lounge Garuda. Ditambah lagi pulang ke Jakarta dengan Airbush 330-200 terbarunya Garuda, dimana dalam satu baris ada 8 kursi. Jarang sekali naik Airbush 330-200, sampai saya tertidur selama penerbangan pulang.ย  Sekian dulu ceritanya bro, sudah malam nich nulisnya, see you.

Iklan
Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: