Banjarmasin

Ikan Terbang

Ikan Terbang

Bro sudah pernah merasakan subuh di Jakarta, siang di Banjarmasin dan malamnya di Jakarta lagi? Kalau belum pernah sebaiknya simak tulisan dibawah, ini saran dari pak guru. πŸ˜€

Kamis, 11 Juni 2015, jam 3 pagi alarm berbunyi nyaring, saya bergegas untuk ke bandara, cukup cuci muka dan singkat gigi saja, langsung masuk taxi. First filght Garuda Jakarta – Bajarmasin itu jam 5.45 WIB, sehubungan rumah di Bogor mau tidak mau jam 3.30 wajib berangkat dari rumah kalau tidak bisa tertinggal pesawat.

Penerbangan lebih kurang 2 jam, sampai di bandara Syamsudin Noor Bajarmasin. Karena traveling ini dalam rangka urusan kantor, saya bereskan dulu kerjaan di Kantor Pajak Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah di Jl Lambung Mangkurat, sebelah kantor pos besar dan KFC Banjarmasin. Agak lama meeting di kantor pajak, dari pagi hingga sore, sampai-sampai dikasih makan siang di kantor pajak. Mungkin tahu tamunya penulis blog ngirittraveler, sehingga di service 1 kotak nasi padang. Alhamdulillah.

Keluar dari kantor pajak jam 4 sore, pak supir yang mengantar sampai kesal capek nunggu. Pesawat Garuda last fligt Banjarmasin – Jakarta, jam 20.00 WITA, jadi masih punya waktu untuk berburu oleh-oleh Banjarmasin. Terus terang kalau amplang mungkin orang rumah sudah bosan karena waktu tinggal di Kalimantan kalau pulang ke Bogor selalu bawa amplang.

Dalam hati sudah diniatkan pulang harus bawa selain amplang, rekan kantor pada meributkan bawa oleh-oleh Ikan Terbang. Asing juga mendengar oleh-olehnya Ikan Terbang. Secara aklamasi lalu mobil diarahkan ke pusat oleh-oleh Kalimantan, toko Andalas, di Jl Perintis Kemerdekaan no 12 Banjarmasin. Toko oleh-oleh ini banyak jual amplang, tetapi banyak juga jual Ikan Terbang yang terbungkus plastik dengan rapih.

Propaganda rekan kantor, Ikan Terbang itu kalau di goreng enak sekali dan dijamin bikin ketagihan. Daripada penasaran dan khawatir terbawa mimpi, saya beli beberapa bungkus untuk keluarga dirumah. Setelah beres beli oleh-oleh, masih ada waktu untuk kembali menjadi detektif kuliner.

Sop Banjar

Sop Banjar

Ada peribahasa baru dari saya, β€œkalau tidak makan soto Banjar berarti belum ke Banjarmasin”, makanya sebelum ke bandara, dibela-belain cari soto Banjar. Sehubungan sudah mendekati Magrib, info pak supir, soto Bang Amat yang terkenal seantero dunia perkulineran kalau sore sudah tutup. Mau tidak mau pak supir memutar otak untuk mencari soto Banjar terenak lainnya. Mobil diarahkan jl MT Haryono, parkir dekat warung tenda soto Banjar Herry. Warung tendanya berwarna orange dan hijau. Pak supir bilang soto Banjar di warung tenda ini rasanya bisa diadu dengan yang lain.

Tanpa ragu saya langsung pesan sop Banjar, nah tau nggak bedanya soto Banjar dan sop Banjar? Bedanya kalau soto Banjar itu pakai lontong sedangkan sop Banjar itu pakai nasi. Harap dicatat yach. Satu lagi kekhasan soto Banjar yang enak itu, kuahnya bukan dari santen tetapi susu beruang, unikan. Kalau kurang jelas tanyakan sendiri sama mbak Farah Quin, koki terfavorit no 2 saya, karena yang nomor satu tentunya istri saya. Supaya lebih maknyus lagi menyantap sop Banjar saya tambahkan perkedel, paha dan sate ayam. Sampai terbayang-bayang rasa enaknya saat menulis blog ini.

Setelah puas makan sop Banjar, kembali ke bandara Syamsudin Noor untuk pulang kembali ke Jakarta. Terbukti sudah subuh di Jakarta siang di Banjarmasin malamnya di Jakarta lagi.

Semoga pada ngiler. πŸ˜€

Iklan
Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: