Lontong Opor Palangkaraya

Lontong Opor bu Wied

Lontong Opor bu Wied

Jam 11 malam masih diseputaran bandara Soekarno Hatta, sedangkan jam 4 besok pagi sudah harus balik lagi ke Soekarno Hatta. Please jangan ditiru aktifitas seperti ini, kalau ditiru dijamin badan akan cape sekali bro.

Malam Jumat, tanggal 11 Juni tahun 2015, sampai di Soekarno Hatta jam 9 malam, perjalanan pulang dari Banjarmasin. Karena ada tugas dadakan dimana besok subuh harus kembali terbang ke Palangkaraya, tentu dengan sigap dan lari-lari kecil saya ke tempat pemberhentian blue bird. Apa mau dikata, antrian sudah panjang banget bro, mirip mirip antrian sembako gitu dech. Busyet, segini saja malam Jumat apalagi malam Sabtu, bisa-bisa antriannya panjang kaya ular tangga x yach.

Karena terburu-buru, saat dengan manisnya menunggu antrian, tiba tiba bus blue bird datang dan menawarkan untuk ke pool taxi. Dengan sigap saya langsung naik bus tsb, berharap akan mudah mendapatkan burung biru. Ternyata bus itu ingkar janji, bukannya diturunkan di pool malah para penumpang diturunkan di pangkalan gelap di pinggir jalan.

Calon penumpang 25, tetapi taxi yang ada hanya 10 unit, mana saya masuk kategori antrian terakhir, terpaksa berdiri manis di pinggir jalan sambil menunggu kedatangan burung biru berikutnya yang tak kunjung datang. Nasib nasib. Satu jam berdiri tidak datang juga taxi yang ditunggu. Hampir 2 jam dan sudah mendekati jam 11 saya putuskan untuk lupakan sejenak blue bird, kejar saja damri, yang kebetulan saya berdiri dekat pos check damri dari bandara.

Dapat juga damri, tetapi sudah full, terpaksa duduk dilantai disamping pak supir yang sedang bekerja. Sampai di Cibinong saya putuskan turun saja, untuk dilanjut ke rumah dengan menggunakan ojeg. Alhamdulillah sampai juga dirumah pukul 00.00 Jumat tgl 12 Juni 2015.

Ade dah bobo, cuma ummi saja yang terbangun, maklum pasti menunggu suaminya yang ganteng, baik dan bijaksana ini. Bukannya gr yach tapi itu dari lubuk hati ummi yang terdalam demikian infonya. Ummi sudah menyiapkan perlengkapan saya untuk berangkat lagi ke Palangkaraya. Istirahat sejenak 3 jam dirumah. Jam 3.30 pagi sudah dijemput blue bird lagi, untuk dipaksa kembali lagi ke bandara, guna mengejar Garuda Jakarta-Palangkaraya 5.45 pagi.

Otomatis sepanjang perjalananan Bogor-Palangkaraya itu diisi dengan momen sbb., Bogor – Jakarta tidur pules dalam blue bird, Jakarta – Palangkaraya tidur pules lagi dalam Garuda. Sampai di Palangkaraya jam 8.00 pagi, disambut rekan kerja, ooh yach di pesawat juga banyak anggota dpr terhormat, sehingga saat mereka turun disambut tarian, hebat euy kalau jadi anggota dewan terhormat.

Karena waktu check in hotel masih lama, terpaksa diajak puter-puter di Palangkaraya sama rekan kerja. Supaya tidak pusing muter-muternya, diputuskan untuk rehat sejenak makan Lontong Opor bu Wied, di jl Garuda no.3 Palangkaraya.  Rasa nya eunak tenant, sebetulnya warung nya cukup sederhana, tetapi rasa sangat dahsyat, dijamin akan teringat terus cita rasa Lontong Opor bu Wied.

Warung ini cukup recommended sekali dalam explore kuliner di Palangkaraya, please silahkan dicoba.  Kalau tidak mencoba akan menyesal seumur hidup.  Percuma saja ke Palangkaraya tetapi tidak mencicipi Lontong Opor bu Wied.  Oh yach selain lontong opor, menu andalan lainya ada gudeg koyor dan ayam goreng, tapi saya tidak mencicipinya, karena lagi konsentrasi ke yang berkuah.  Kebetulan kemaren sore makan Soto Banjar yang berkuah pula, jadi dalam pikiran mau dibandingkan, ternyata saudara-saudara nilai keduanya seri atau draw dengan score mendekati 100, benar-benar prefect rasanya bro.

Sehabis makan dilanjut puter-puter lagi, sayang berangkat sama rombongan kerja, kalau puter-puternya sendiri tentu sudah banyak selfie, ini karena jaim saja jadi sedikit fotonya. Kadang disitu saya merasa sedih, traveling urusan kantor jadi begini ceritanya.

Smile from Aquarius Boutique Hotel

Smile from Aquarius Boutique Hotel

Akhirnya checkin juga di Aquarius Boutique Hotel Palangkaraya, yang cukup famous di Palangkaraya, ada karaoke dan pub nya juga, jadi sedikit berbau ada kehidupan malam. Hotelnya asyik, kolam renangnya ok, pelayanan standard hotel berbintang 4, breakfastnya juga top.  Mau sholat Jumat juga gampang, dekat dengan mesjid di komplek tentara disebelah hotel. Karena trip ini di hari Jumat, sehabis Jumatan dilanjut bobo-bobo ciang karena badan sudah capai karena lama di jalan.  Kemaren dari Banjarmasin guna mencicipi Soto Banjar sekarang sudah di Palangkaraya lagi guna mencicipi Lontong Opor bu Wied.

Sore sudah dijemput lagi sama rekan kerja, karena sudah lapar lagi, dan mayoritas rekan kerja orang sunda asli, secara aklamasi ditetapkan untuk makan di rumah makan Pondok Ikan Cianjur. Menikmati masakan Cianjur an di tengah jantung Borneo. Meni raos pisan euy bro.

Demikian catatan singkat saya, siapa tau dapat memberi inspirasi menu berbuka puasa.  Selamat menempuh ibadah puasa Ramadhan 1436H.

Siapa tau disini ada bos Garuda Indonesia yang baca, pak please kasih free tiket buat daku, tulisan diatas bukti 2 hari berturut-turut terbang-terbangan bersama Garuda Indonesia. Salam #wonderfulindonesia.

Iklan
Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: