Mochi Sukabumi

Toko Maju

Toko Maju

Mau mencoba suasana duduk di F1 atau roller coaster, coba saja naik colt umum Bogor-Sukabumi. Dijamin serasa seperti di F1 dan roller coaster. Ngebut habis hukumnya wajib bagi punggawa supir colt umum Bogor-Sukabumi. Mereka kalau nyetir seperti ada 2 atau 3 nyawa cadangan. Beraninya sudah tingkat dewa.

Kenapa pada ngebut? pasti ada sebabnya, karena jalur Bogor-Sukabumi ini jalur selalu macet parah. Jalur ini banyak melalui pasar, sehingga kemacetan agak sulit dihindar. Pertama pasar Ciawi, Cikereteg, Caringin, Lido, Cigombong, Cicurug, Parung Kuda, Cibadak. Kalau sudah macet, gila dan luar biasa, ditambah saingan berkendaranya truk-truk aqua yang gede gede segede gaban.  Makanya kereta Bogor Sukabumi di aktifkan kembali sama pak Dahlan Iskan, yach karena macetnya itu sangat biadab.

Semua itu men trigger sehingga para supir Bogor Sukabumi saat melihat jalan yang masih dapat diinjak dengan gas, pasti diinjaknya, karena sudah termakan kejenuhan kemacetan. Wajar saja, tinggal kitanya para pengguna kendaraan pribadi wajib sadar dan tau diri.
Tapi semua kondisi tsb dapat berubah saat bulan Ramadhan. Minggu tanggal 21 Juni tahun 2015 yang lalu, saya ke Sukabumi untuk antar ummi menjengok om nya yang sedang dirawat di rumah sakit Kartika Sukabumi. Berangkat jam 8 an dari bogor, sampai di Sukabumi lebih kurang jam 11, selama perjalanan tidak ada hambatan, sedikit kemacetan, pokoknya lancar jaya, Alhamdulillah.

Habis menjenguk kami berburu Mochi, jajanan khas Sukabumi. Setelah kami check di toko Maju di jalan Ciwangi, ternyata suplayer mochi nya lagi libur dulu karena awal Ramadhan. Namanya juga tukang mochi itu juga manusia, punya hati dan punya rasa, asal jangan samakan dengan pisau belati.  Toko Maju ini terkenal toko jajanan untuk oleh oleh, beraneka macam kue Sukabumi an dijual disini, ramai pengunjung. Mulai dari sale pisang, pala parut, sagon bakar dll dll.

Karena mochi belum didapat, maklum yang mintanya tuan putri Ade, sehingga harus dicari, daripada ada keributan nantinya dirumah. Mochi A Yani jadi target berikutnya, lokasi di jalan A Yani no 170 A. Lokasi tokonya unik masuk kedalam lorong dulu, baru bertemu dengan toko penjualnya. Kaya di gang-gang di Italia sana, cie kaya yg pernah kesana aja bro.

Akhirnya dapat juga mochi sukabumi. Berhubung bulan puasa jadi untuk acara kuliner nya tidak ada, setelah beli oleh-oleh, mobil langsung menuju pulang. Sampai di bogor pas azan Magrib, Alhamdulillah lancar selama perjalanan pulang. Saat pulang saya menggunakan jalan alternatif dari Lido tembus ke Pamoyanan lewat kebun durian Warso Farm, soalnya khawatir lewat Ciawi agak macet karena sudah mendekati jam buka puasa.

Demikian kisah singkat perburuan mochi dari saya, siapa tau bisa sebagai inspirasi saat mampir di Sukabumi.

Salam 2 jari.

Iklan
Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: