Libur Lebaran 1436 H

Breakfast @ El Cavana hotel

Breakfast @ El Cavana hotel

Maksud hati libur Lebaran tahun ini ingin sekali seperti salah satu bos di kantor, yang sedang berlibur di Hawaii, sehubungan alasan tidak ada yang ngemodalin dan ngongkosin pesawat, akhirnya destinasi nya dirubah ke Bandung dan Cirebon saja. Busyet jauh banget perubahan destinasi nya. 😀

Lebaran kali ini agak berbeda, karena H+2 kami mengajak jalan-jalan ibu (yang ni), mertua (mayang) dan kakaknya ummi (bunda). Ganjil kami ber 7. Jadi liburan kali ini benar benar terasa real #familytraveling. Karena mengajak 2 orang tua, tentunya itinerary nya harus tepat dan pas, supaya semua dapat happy dan pulang dengan selamat.

Sama seperti lebaran tahun sebelumnya perjalanan ke Bandung mengalami sedikit gangguan kemacetan di tol Lingkar luar hingga ke gerbang tol Cikarang, sehingga lama perjalanan Bogor – Bandung via Cipularang biasanya 3 jam menjadi 5 jam.

Santapan Asli Laksana

Santapan Asli Laksana

Hotel masih sama juga seperti tahun lalu, di El Cavana Hotel, seputaran Pasir Kaliki. Setelah check in hotel, sehubungan sudah jam 3 sore, kami langsung menuju warung nasi khas sunda Asli Laksana di jalan Soekarno Hata no 395 untuk makan siang yang sudah kesorean sekali. Menu tersaji adalah aneka masakan sunda dengan tambahan sambal yang sangat pedas. Terus terang saking lapar dan enaknya tidak terasa saya makan nasi hingga 2 piring dengan lauk ayam goreng dan perkedel jagung plus sambal pedas yang bisa membuat bibir menjadi sexy kemerahan.

Malamnya kami tidak makan lagi, karena sudah dirapel dengan makan siang yang sangat kesorean. Saya dan kk sebagai real traveler dan detektif kuliner sejati memutuskan cari keringat dengan cara jalan malam, dengan rute El Cavana hotel – Paskal Food Market pp, dengan target mencari bajigur. Setelah putar puter di seputaran Paskal Food Market, target tidak ditemukan, akhirnya diputuskan membeli bandrek sachetan saja di Indomaret.

Besok pagi, tepatnya Minggu pagi, tgl 18 Juli 2015, kami sekeluarga breakfast di hotel, saat breakfast terbukti saya yang paling ganteng dalam rombongan keluarga, maklum karena semua perempuan. Menu breakfast El Cavana standard hotel berbintang yang dicirikan dengan adanya omlet. Orang kampung bilang sih telur dadar digulung. Kami cukup lahap juga breakfast nya mengingat semalam tidak makan. Semua menu dicicipi untuk membalas dendam karena tidak makan tadi malam, sampe segitunya bro. Lapar atau hobi yach?

Kk & nasi goreng BMC

Kk & nasi goreng BMC

Guna membakar lemak hasil kegiatan breakfast dan membantu metabolisme tubuh, kami lanjutkan perjalanan kami ke Rumah Mode, factory outlet di jl.Setia Budi no 41. Target mencari busana dengan discount yang sangat tinggi serta jalan santai putar puter counter baju. Putar puter putar puter di Rumah Mode, tidak terasa waktu sudah masuk Dzuhur, karena sudah merasa kecapaian dan pencarian busana discount an terpenuhi. Lokasi jalan santai kami pindahkan ke Paris Van Java (PVJ) mall.

Karena terprovokasi tukang parkir ditambah lagi jalan Sukajadi yang macet parah, akhirnya kami putuskan untuk parkir mobil diluar PVJ. Hasil provokasi tukang parkir, antara lokasi parkir dengan PVJ tidak jauh, disarankan lebih baik jalan daripada macet. Setelah kami jalani ternyata membuat para kaki orang tua lelah, ternyata jauh juga bro. Kami semua berdoa agar tukang parkir tsb diberi petunjuk dan tidak berbohong lagi, cukup kami saja yang tertipu.

Karena lelah berjalan, kami putuskan untuk rehat sejenak makan siang dulu di resto Bandoengsche Melk Centrale (BMC) PVJ. Supaya lebih romantis, makan siang kali ini saya minta disuapin ummi, dengan menu nasi liwet dengan lauk ayam, tempe dan tahu goreng. Sekali kali disuapin juga oleh kk dan ade dengan menu nasi goreng dan chicken katsu. Waduh indahnya kebersamaan.

Ummi dan yang ni di PVJ pada beli tas, saya bisa duga ini disebabkan ada tulisan discount di counternya, sehingga naluri berbelanja semakin menjadi. Coba tulisannya bukan discount tetapi Naik Harga saya yakin pada tidak jadi beli tasnya.

@ Mesjid Raya Bandung

@ Alun-Alun Bandung

Malam dilanjut lagi dengan acara berenang di hotel. Kolam renang di El Cavana ini baru jadi karena tahun kemaren masih tahap pengerjaan. Peserta berenang hanya berdua saya dan kk, yang lain pada berhalangan. Karena kolamnya tidak terlalu dalam saya hanya mengeluarkan gaya dada saja, untuk gaya dolphin tidak saya peragakan karena memang saya tidak bisa gaya tersebut. 😀

Senin pagi, saya antar kk melihat Alun Alun Bandung untuk mengambil pose berfoto ria. Setelah jeprat jepret di seputaran Alun-Alun, gedung Asia Afrika dan jalan Braga, kami berdua akhiri dengan makan bubur dekat Cikapundung River Spot, sedangkan yang lain pada breakfast di hotel.

Morfologi Karst @ Palimanan

Morfologi Karst @ Palimanan

Jam 11 an kami lanjutkan perjalanan Bandung – Cirebon via Cipularang dan Cipali, rasa penasaran kami untuk melihat Cipali sangat tinggi sekali, sehingga saat di Cikampek dan mulai masuk Cipali agak sedikit takjub, akhirnya bisa juga nyobain tol baru yang sedang jadi heading topic di media masa. Ada 2 hal yang membuat saya terkesan Cikapali ini. Satu, macetnya luar biasa saat memasuki pintu tol di KM 77, macet nya sampai 3-4 km, ini karena masih suasana arus Lebaran. Dua, saat diarea Palimanan kita dapat melihat morfologi Karst yang khas dari Formasi Parigi, merupakan lokasi kerja pabrik semen Indocement Palimanan. Indah terlihat dari kejauhan.

@ Empal Gentong H Apud Plered

@ Empal Gentong H Apud Plered

Setelah keluar dari pintu tol Palimanan, kami lanjut lagi masuk tol Palikanci (Palimanan-Kanci) keluar di gerbang tol Plumbon.  Saat melalui daerah Plered, tidak sengaja kami melalui Empal Gentong Empal Asem H. Apud. Karena melihat banyaknya mobil parkir untuk singgah makan, insting detektif kuliner saya muncul, dengan cekatan saya parkiran juga mobil didekat resto Empal Gentong H Apud tsb. Kami dengan sigap memesan makanan karena sudah terserang hawa lapar akibat terjebak macet di pintu tol Cipali. Saya pesan empal asem sedangkan yang lain pesan empal gentong. Tanpa ragu kami tuntaskan makan siang ini diawali dengan baca Basmalah diakhir dengan membaca Alhamdulillah. Maknyus habis Empal Gentong H Apud ini. Ingat jangan sekali-kali bilang pernah ke Cirebon kalau tidak makan Empal Gentong nya.

@ H Moel Seafood

@ H Moel Seafood

Kami bermalam di Citradream Hotel, suasana hotelnya mirip Ibis maupun Favehotel yang bernuansa minimalis. Lokasi hotelnya dekat mall Grage Cirebon, jadi bisa dibilang cukup strategis. Wisata kuliner malam jatuh ke Resto H Moel Seafood, yang terkenal dan pernah didatangi beberapa para tokoh seperti Ibu Megawati, pak Amin Rais, pak Akbar Tanjung dan mbak Yenny Wahid. Kalau tidak percaya silahkan tanya sendiri kepada tokoh tsb. Di resto ini saya baru merasakan nikmatnya makan Udang Gulung dan Udang Goreng Saus Padang yang luar biasa lezatnya, prefecto lezato atau erg lekker. Cita rasanya bisa terbawa hingga mimpi, aduh lebay amat yach kalimatnya.

Setelah selesai wisata kuliner malam dan sebelum beranjak tidur, kami putar puter Cirebon dahulu, melihat keindahan kota Cirebon dikala malam, sambil mendengar nostalgia ummi, mayang, bunda dan yang ni mengenai kota ini. Yang ni lahir di kota Cirebon, kalau mayang lama tinggal di Cirebon. Kesimpulannya kota ini mempunyai arti tersendiri bagi orang tua kami. Memang Cirebon tiada matinya.

Menu Nasi Jamblang Ibu Nur

Menu Nasi Jamblang Ibu Nur

Selasa pagi, sehubungan kami tidak mendapatkan paket breakfast dari hotel, kami beranjak keluar hotel untuk mencari nasi jamblang yang representatif untuk disinggahi. Secara tidak sengaja kami melihat plang Nasi Jamblang Ibu Nur di Jl Cangkring 2, karena namanya sudah cukup terkenal tidak ragu lagi kami untuk sarapan di Nasi Jamblang Ibu Nur. Luar biasa pagi hari saja sudah dipenuhi orang untuk sarapan, menunya mirip nasi kucing, tetapi yang khas di nasi jamblang ini adalah alas nasinya menggunakan daun jati. Saran dari saya kalau anda pekerja keras sebaiknya ambil nasi 2 porsi, karena 1 porsinya tidak terlalu banyak, 4-5 suap sudah habis nasinya.

Setelah sarapan di nasi jamblang, kami melanjutkan berburu oleh-oleh di Jerman. Wuih jauh amat Cirebon – Jerman, maksudnya Jejeran Kanoman. Pasar Kanoman ini pasar tradisional Cirebon yang dekat dengan Keraton Kanoman, pasar ini sama tenarnya dengan Pasar Beringharjo Yogyakarta. Walaupun pasar Kanoman ini terkesan semrawut tetapi disitulah seni dalam menikmati perjalanan wisata. Mobil saya parkir di jl Kanoman, berburu oleh-olehnya di toko Sinta di Jl Lemah Wungkuk. Saat ibu-ibu asyik belanja oleh-oleh, saya asyik membahas batu akik dengan penjaja kopi depan toko Sinta, diskusi mulai dari akik imitasi hingga akik black opal Kalimaya, #diskusiyangberat.

Di jalan Kanoman ini saya bertemu Docang Khas Cirebon ibu Eneng dan Kerupuk Melarat, saking melaratnya cara menggoreng kerupuk ini tidak menggunakan minyak goreng tetapi pasir, benar benar melarat. Catatan satu lagi dari saya, kalau belum pernah makan Docang khas Cirebon please jangan berkata saya pernah ke Cirebon yach, rasanya itu bro benar prefecto lezato, kata pakar kuliner dari http://www.ngirittraveler.com maknyus habis kuah oncomnya bro.

Kami leha-leha sejenak sambil menunggu waktu Dzuhur di hotel. Khawatir macet bro, ntar sholat jadi susah. Jam 1 siang kita beranjak dari hotel untuk pulang, agar menghindari kemacetan pintu tol Palimanan, mobil kami arahkan ke Majalengka via jalan lama, supaya masuk tol Cipali di pintu Sumber Jaya, Alhamdulillah lancar jaya. Saat mobil mendekat pintu tol Kalijati, arus kendaraan diarahkan keluar Kalijati karena pintu tol Cikopo sudah padat merayap hingga ngesot. Mau tidak mau mobil keluar lagi dari Cipali dengan rencana selanjutnya pintu tol Cikampek. Karena belum makan siang ada 2 target destinasi wiskul selanjutnya, yaitu Soto Sadang dan Sate Maranggi.

Bakaran Sate Maranggi

Bakaran Sate Maranggi

Ternyata dari pintu tol Kalijati ke perempatan Sadang cukup memakan waktu, lebih kurang 2 jam an, bikin encok jadi kumat. Melihat suasana lalu lintas yang tidak jelas, kami putuskan makan siang yang kesorean di Sate Maranggi Cibungur dekat pintu tol Cikampek. Di sate maranggi ternyata sudah banyak orang yang makan, mungkin karena kecapaian terjebak macet. Menu terfavorit disini adalah sate Maranggi dan Es Kelapa nya, rasanya enak tenan atau erg lekker kata orang Belanda. Sekarang kalau makan di Sate Maranggi sistemnya self service, setelah bayar di kasir silahkan angkat-angkat sendiri pesanannya. Jangan lupa kalau ke sate maranggi please selfie dekat bakaran satenya yang banyak, dijamin baju anda akan bau asap sate, lumayan biar rasa satenya dapat terbawa mimpi.

Ade @ Sate Maranggi Cibungur

Ade @ Sate Maranggi Cibungur

Setelah beres makan di Sate Maranggi dan menyiapkan mental untuk menembus kemacetan, kami beranjak pulang. Saat mendekat pintu tol Cikampek, arus kendaraan dialihkan pak polisi ke arah gerbang tol Kalihurip via jalan perumahan yang sejajar dengan jalan tol. Walaupun macet ngesot kami masuk juga ke tol, berharap ada keajaiban untuk lancar. Alhamdulillah saat di km65 mobil kami diarahkan ke contra flow, akhir bisa melaju kencang. Sampai di bogor lebih kurang jam 9 malam, karena sebelumnya kami leha-leha sejenak sambil minum kopi hitam di rest are Burger King Taman Mini.

Selesai juga libur Lebarannya. By the way mungkin ini tulisan terpanjang saya, lebih kurang 1700 kata, semoga para pemirsa tidak bosan membacanya. Mohon maaf kalau ada salah kata dan perbuatan dari kami sekeluarga.

Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Shiyamana wa Shiyamikum wa Ahalahullahu ‘Alaik.
Semoga Allah menerima amalan dari kami dan darimu, juga diterima Nya puasaku dan puasamu sekalian, serta semoga Allah menyempurnakannya.

Ja’alanallahu Minal Aidin wal Faidzin.
Semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang kembali fitrah/suci dan orang orang yang menang.

Iklan
Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: