Sawarna

Kk & Dinda, background Pantai Cikembang & bukit Habibie

Background pantai Cikembang & bukit Habibie

Kebimbangan semakin menjadi, karena sudah jam 3 sore, posisi masih di geyser Cisolok.  Tanya sama warga, jalan ke Ciletuh apa sudah baik?  Dengan kompak mereka katakan tidak, sebaiknya bermalam saja di Pelabuhan Ratu mengingat waktu tempuh terkendala jalan rusak.  Ada beberapa warga yang menyarankan sebaiknya ke Sawarna saja, karena akses jalan sudah baik, 2 jam jalan dari Cisolok dijamin tembus.

Wah menarik juga kalau ke Sawarna nich, kebetulan kami juga belum pernah kesana.  Tak ragu lagi mobil kami arahkan kearah Bayah.  Jalan cukup mulus dilalui, walaupun melewati beberapa tanjakan curam, karena ditunjang jalan yang mulus, mobil bisa melaju dengan baik.

Sepanjang jalan kami mencari resto untuk rehat makan siang yang sudah kesorean.  Sebelum bukit Habibie kami mampir di resto Burees untuk rehat makan.  Diseberang resto tampak pemandang ciamik, bukit Habibie dengan pantai Cikembang nya.  Batuan Bukit Habibie tampak hitam dari kejauhan, bukit Habibie ini salah satu fenomena gunung api purba.  Jenis batuannya saya kurang copy karena belum pernah mendeskripsinya.  Yang penting jangan lewatkan berfoto dengan latar belakang pantai Cikembang dan bukit Habibie lalu di upload di IG dengan #wonderfulindonesia.  Oh yach perjalanan Cisolok – bukit Habibie dijamin mengenakan mata karena disuguhi pemandangan indah Samudra Indonesia, cucok untuk buat film dokumentasi #wonderfulindonesia.

Jembatan Sawarna Yg Selalu Bergoyang

Jembatan Sawarna yg selalu bergoyang

Sesampainya di daerah Cilograng ada belokan ke kiri, ke arah desa Sawarna, jalan mulai sempit tapi masih dapat dilalui kendaraan.  Jam 5 sore kami sampai di lokasi parkiran wisata Sawarna.  Tugas pertama tentunya cari penginapan.  Saat keluar mobil sudah banyak warga yang menginfokan penginap sudah full book.  Karena dadakan, tentunya kami belum booking penginapan, karena tidak tahu juga harus telpon kemana.  Terpaksa survey dadakan untuk cari penginapan, setelah melawati jembatan gantung Sawarna yang fenomenal, karena selalu bergoyang karena banyaknya orang dan motor yang menyebrang, ditambah nyebrangnya harus satu satu lagi.

Kebetulan dekat jembatan ada kamar penduduk yang mau disewakan, setelah kami check ok, kami putuskan untuk bermalam disana.  Satu kamar saja dengan fasilitas AG atau angin gelebuk dari kipas angin.  Tidak masalah yang penting happy sambil cemugud.

Dinner di pantai Ciantir

Dinner di pantai Ciantir

Malam setelah mandi, kami berajak ke pantai Pasir Putih atau Ciantir, untuk cari dinner dengan menu seafood bakar. Lumayan jalan 1km lewat gang yang penuh dengan penginapan, suasana sudah seperti di gang di Kuta Bali, ada yang jual pakaian pantai juga.  Jangan lupa bawa senter, karena suasana agak gelap.  Sambil cek pantai di kegelapan kami cari warung seafood bakar.  Kami lewati malam dengan bakaran ikan pisang pisang, cumi, lalapan dan kelapa muda.

Pantai Ciantir

Get jump @ Pantai Ciantir

Minggu pagi setelah sholat subuh, kami bergegas untuk ke pantai dengan target pantai Tanjung Layar, lumayan agak jauh juga berjalan dari penginapan, lebih kurang 2 km.  Ramai orang berjalan dengan tujuan yang sama.  Sepanjang jalan melewati jalan semen diantara hamparan pasir pantai, kadang harus mengalah dengan motor yang lalu lalang.  Karena agak jauh hampir patah semangat Ade untuk berjalan, tetapi saya selalu memberi semangat di Tanjung Layar viewnya ok banget.

Duduk Diatas Batuan Formasi Cimapag

View hamparan batuan di pantai Tanjung Layar

Wow, luar biasa, masya Allah itu kata kata dalam hati saat menginjakan pantai Tanjung Layar.  Dengan gaya dosen geology saya langsung menerangkan batuan di area Tanjung Layar, yang merupakan batuan Formasi Cimapag.  Berupa perselingan batupasir dan breksi, salah satu situs endapan turbid.  Tanjung Layar berupa fenomena sea stack akibat abrasi gelombang laut di daerah tanjung.

Pantai Tanjung Layar

Pantai Tanjung Layar

Tidak ada yang tertarik penjelasan dari saya, Kk dan Dinda pada panik untuk berfoto ria dan buat video dokumenter pantai Tanjung Layar.  Hamparan batu yang agak menjorok ke laut membuat suasana berbeda, serta singkapan batupasir setinggi gedung bertingkat 4, dibagian tengah.  Ditambah benteng breksi diujung hamparan batuan sebagai pemisah dengan lautan.  Kk dan Dinda sempat dipriwit penjaga pantai karena pada berdiri di benteng breksi dekat laut, dikhawatirkan ada ombak besar.

Pengorbanan basah-basahan untuk menyebrang ke hamparan batu Tanjung Layar, terbayar sudah.  Karena licin, Ummi cidera ringan, jari manisnya kesleo, menahan badan yang terpleset.  Tanjung Layar merupakan salah satu lokasi terbaik untuk berfoto ria.  Baik dengan background singkapan dinding batupasir, tembok breksi, hamparan batu tengah laut maupun ombak Samudra Hindia.

Setelah puas bermain dan berfoto di Tanjung Layar, kami beranjak untuk ke pantai Pasir Putih untuk bermain voli dan ombak.  Kami lihat bule bule pada bersurfing ria di pantai antara Tanjung Layar dan Pasir Putih, para peselancar inilah yang berjasa mempopulerkan pesona pantai di Sawarna, keseantero dunia.  Sebelum sampai ke pantai Pasir Putih, kami sarapan dulu di warung padang pinggir pantai, dengan menu nasi padang dan indomie goreng pakai telur.

Setelah badan kuat habis sarapan, acara dilanjut dengan bermain voli dan ombak di pasir putih.  Alhamdulillah lihat keluarga bermain ombak dengan kegirangan adalah rejeki yang tak terhingga dari Allah SWT yang harus saya selalu syukuri.  Semoga kebahagian ini dapat berlanjut ke destinasi wisata lainnya, Amin.  Doa seorang ngirittraveler.

Jalur Gojek di Sawarna

Jalur geojek di Sawarna

Jam 11 an kami berajak pulang ke penginapan, untuk bersegera mandi.  Rencana kami akan langsung pulang ke Bogor, mengingat badan sudah lelah kalau dilanjut ke Ciletuh.  Setelah mandi dan sholat Dzhuhur, kami beranjak pulang dari Sawarna, sambil meninggalkan kenangan manis di pesona pantai Tanjung Layar dan Pasir Putih.  Semoga kedepan kami dapat ke Sawarna lagi, untuk dapat ke Karang Beureum, Lagon Pari, Karang Teraje, Goa Lalay, Goa Langir, Karang Bokor dan Pulo Manuk.  Semuanya adalah geosite terbaik dalam geotrek geowisata Sawarna.

Ngirittraveler selalu siap jadi duta wisata taman bumi Sawarna.  Salam jalan-jalan.

Iklan
Categories: Travel Note | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: