Lontong Orari

Lontong Orari, lauk haruan & telur

Lontong Orari, lauk haruan & telur

“Hebat, satu hari naik pesawat dua kali, kaya ke pasar Anyar saja”.  Itu sms dari ibu, atas kelakuan saya pergi Jakarta-Banjarmasin pp dihari yang sama. Berangkat dengan Garuda jam 9 WIB dari Soekarno Hatta, pulang dengan Garuda jam 20.00 Wita dari Syamsudin Noor.

Jujur ini bukan ide saya, tapi tuntutan pekerjaan.  Perjalanan berapa jam di Banjarmasin kali ini tidak terlalu banyak menambah destinasi baru, karena sudah ditulis dalam ulasan sebelumnya.

Seperti makan siang di rumah makan Rudi H, rumah makan ini sudah pernah diulas dalam artikel Banjarbaru.

Sore beli oleh-oleh Ikan Terbang di toko Andalas dan beli Soto Banjar di warung Herry, kedua lokasi ini juga pernah diulas dalam artikel Banjarmasin.  Soto Banjar saya bungkus, dibawa pulang untuk Ummi, memang suami satu ini top habis, sayang istri banget.

Nah ada tambahan satu destinasi wisata kuliner yang belum pernah dibahas dalam ulasan sebelumnya.  Menjelang Magrib, sebelum ke bandara Syamsudin Noor, saya singgah dulu di rumah makan Lontong Orari.  Ini rumah makan sudah ada sejak jaman handphone belum ada, pastinya dijaman breaker breaker-an.  Jaman radio orari berjaya.  Infonya tempat para breaker Banjarmasin berkumpul.   Makanya disebut Lontong Orari.

Selfie dulu dech

Selfie dulu dech

Lontong Orari ini cukup fenomenal, dan merupakan destinasi kuliner wajib untuk para food blogger / foodie yang berkunjung ke Banjarmasin.  Lokasinya di Jalan Simpang Sei Mesa No 18 RT.9 Banjarmasin, telp (0511)3251491, HP 0821 5620 6006.  Tidak jauh dari sentra Sasirangan jl Seberang Mesjid, please baca ulasan Banjarbaru.

Rumah Makan full lesehan, dijamin kalau habis Magrib akan diserbu pelanggan.  Kebetulan saya datang sebelum magrib, jadi agak lapang.  Menu terbagi 2 grup besar, Lontong dan Nasi Kuning.  Untuk lauknya ada haruan, telur dan ayam.  Coba deh makan lontong pake ikan haruan, dijamin ketagihan.  Lontong Orari rasanya…..sruuuppp menggetarkan lidah.   Lontongnya besar, berbentuk segitiga pipih, sepiring dikasih 2 lontong, dijamin kenyang habis bro.

Kalau saya coba Lotong Orari, lauk haruan dan telur, rasanya terbayang bayang hingga 2 hari malam, saking enaknya cuu.  Lontongnya konon dari beras lokal, berkuah santan kental dengan sayur nangka.  Ikan haruan dimasak habang.  Btw ikan haruan itu ikan gabus sob.  Habang itu artinya dimasak merah dengan sejumlah bumbu, di antaranya cabai kering, gula, garam, bawang merah, bawang putih.  Haruan dimasak habang adalah salah satu ciri khas masakan Banjar, yang tidak ada ditempat lainnya.  Kalau nggak percaya please check sendiri.

Cobain dech Lontong Orari dijamin tidak menyesal.  Kalau ke Banjarmasin tidak makan Lontong Orari ibarat ke Italia tapi nggak makan Pizza, traveling nya belum tuntas atau afdol sob.

Salam wiskul/wisata kuliner.

Catatan perjalanan, Senin 21 September 2015.

Iklan
Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: