Putri Ayu

Sibuk nelpon. Dani, Febri, Sy & Kresno.

Sibuk nelpon. Dani, Febri, Sy & Kresno.

Di atas bukit ini saya dapat memandang liuk-liuk Sungai Mahakam dari kejauhan, ramai tugboat menarik tongkang batubara berlayar ke hilir maupun ke hulu.  Pemandangan yang sulit didapat kalau dibandingkan dengan sungai-sungai lainnya.  Sungai Mahakam bagaikan urat nadi panjang dalam rupa bumi dan perekonomian Kalimantan Timur.  Sungai Mahakam salah saksi bisu sejarah berdirinya Kerajaan Kutai maupun Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.  Serta masuk kedalam salah satu dari enam sungai terbesar di Indonesia.

Entah masih adakah atau tidak hamparan padang rumput lapangan golf yang dapat dipandang dari bukit ini.  Saya tidak dapat menjawabnya.  Mungkin sebagian akan bertanya-tanya bukit apakah tepat saya berdiri?   Posisinya di daerah Loa Janan, Samarinda Seberang tidak jauh dari Jembatan Sungai Mahakam sebagai pintu masuk ke kota Samarinda.

Dibukit ini berdiri hotel atau cottage cantik dengan nama Putri Ayu.  Sesuai nama, pemandangan dari hotel ini cukup indah, bak pujangga melihat putri ayu di kejauhan.  Waktu berlalu sangat cepat, tak terasa 7 tahun silam pernah tertawa, bermain dan tertidur di cottage Putri Ayu ini.  Jabatan ketua acara family day kantor lama saya sandang saat itu.  Jabatan itu hukumnya wajib diemban oleh karyawan baru karena semangat tentu juga masih baru.

Acara berlangsung lancar dan meriah, dihadiri keluarga seluruh karyawan, terhibur dengan satu organ tunggal dikala malam serta dilanjutkan jalan santai diesokkan paginya.  Anak-anak karyawan tertawa riang mendapatkan hadiah lomba dan door prize.  Acara puncak berupa uji nyali berjalan diatas seutas kawat atau elvis bridges diakhiri meluncur bebas dengan permainan flying fox.  Senang rasanya ketika melihat peserta senang, apalagi melihat rekan yang bergoyang goyang di elvis bridges karena berjalanannya tidak dalam kondisi tenang.

Dua kali sudah saya mengunjungi cottage Putri Ayu ini, pertama saat survey tempat dan kedua saat acara family day berlangsung.  Daripada hotel sebaiknya dikatakan cottage, karena kamarnya tersebar di area yang luas dan membentuk paviliun paviliun tersendiri.  Kala itu interior ruangan didominasi mebel tua yang terawat.  Bangunan beratap sirap ulin, berdinding dan berlantai kayu, tentunya membuat suasana bangunan yang berbeda dengan masanya.

Semoga suatu saat nanti saya dapat berkunjung kembali ke bukit Putri Ayu cottage berada, agar dapat memandang keindahan lekukan Sungai Mahakam dari atas bukit.

Selamat malam.

Iklan
Categories: Travel Note | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: