Armor Kopi

Armor Kopi

Armor Kopi

Karena hujan lebat, gagal dech ke Stone Garden, rencana berubah total.  Sampai di Bandung siang, sedangkan target diawal sore.  Makan batagor H Darto Wahab simpang Dago sudah.  Check in di Tune Hotel sudah beres.  Rebahan sore juga sudah dilakukan.  Kemana lagi nih bawa keluarga jalan?

Sebagai penggiat sosmed, tentunya sering lihat lokasi instagramable.  Muncul ide untuk ngopi di warung kopi yang instagramable.  Pilihan jatuh ke Armor Kopi di Taman Hutan Raya Djuanda Dago Pakar Bandung.

Waktu sudah sore, bergegas kami berangkat ke Dago Pakar.  Sudah lama juga tidak lalui jalan ke Dago Pakar ini, agak sempit tapi mobil dapat masuk hingga ke parkiran Tahura Djuanda.  Bus juga bisa sampai ke parkiran.

Bergegas kami masuk ke Tahura via pintu masuk yang sudah tidak dijaga, mungkin karena sudah kesorean.  Lokasi warung kopi tidak terlalu jauh dari pintu masuk, posisi di sebelah kiri dari pintu masuk.

Suasananya hutan cemara, disana ada dua warung kopi yang terbuat dari papan yang dibiarkan tidak dicat.  Sangat instagramable pisan.  Ramai pengunjung, didominasi kawula muda.  Suasana agak sejuk, karena baru selesai hujan.  Suasana magrib sudah menghadang, setu dekat warung kopi juga sudah mulai berkabut.

Dikala Senja

Dikala Senja

Langsung kami pesan secangkir kopi ke meja pemesanan.  Apa daya, last order sudah lewat.  Dalam hati berkata “nasib-nasib”.  Tetapi mulut berkata lain, dengan wajah memohon saya katakan “Mas tolonglah, kami bisa pesan kopi hitam saja?”  Gayung bersambut ulampun tiba, sang pelayan berkata “Hanya untuk bapak sekeluarga kami akan buatkan secara gratis dari saya”.

Rejeki memang tidak akan kemana.  Dapat empat kopi gratis dari pelayan Armor Kopi.  Terimakasih banyak mas bro, semoga amal ibadahnya diterima disisi Nya.  Saya berucap “bisa yach kita dapat kopi gratis saat last order lewat?”  Kk jawab “mungkin mereka tahu abi itu food blogger”.  Ah masa sampai segitunya.

Terus terang saya suka heran sama diri sendiri, yang hobinya nulis kaya gini, nulis warung/rumah makan orang, tapi apa yang didapat?   Nothing.  Tapi saya punya keyakinan, semoga tulisan yang dibuat dapat bantu promosi warung/rumah makan yang ditulis, sehingga pengunjung dapat bertambah, otomatis pendapatan karyawan/pelayan dapat bertambah.  Sehingga tulisan saya dapat bermanfaat bagi orang banyak.  Aamiin.

Smile from Armor Kopi

Smile from Armor Kopi

Gimana tidak ada niatan bantuin pelayan warung/rumah makan.  Orang saya dulu juga pernah jadi pelayan warung makan di depan Kantor Pos Bogor, saat SMA dulu.  Bantuin bapak yang jadi kasir disana.  Dapat upah harian, saat pulang kerja dikasih uang tergantung dari banyaknya pengunjung yang hadir.  Bisa lima ribu perak kalau lagi sepi atau dua puluh ribu perak kalau lagi ramai.  Mungkin pengalaman capek itu juga yang buat saya kecanduan nulis kaya begini ini.

Dengan niat yang tulus dan mulia, akhirnya terbayar kontan dengan empat cangkir kopi gratis dari pelayan Armor Kopi.  Ternyata keberuntungan tidak hanya di Armor Kopi saja.  Malamnya, saat kami makan di Mie Rampok, kami sekeluarga dapat makan gratis, tak ada satu sen pun yang kami bayar, saat itu Mie Rampok soft opening di malam pertama.

Alhamdulillah, we are lucky family.

Iklan
Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: