Bangkok Day 1

Sampai deh di Don Mueang

Sampai deh di Don Mueang

Perjalanan dimulai dengan makan bakmi GM di ruang tunggu. Tak lama, petugas AirAsia X sudah memohon para penumpang agar segera naik pesawat, bukan naik delman ya.

Sampai di bandara Don Mueang, lebih kurang jam 10.30.  Langsung saja toilet bandara kami serbu.  Don Mueang adalah salah satu bandara internasional tertua di dunia, beroperasi tahun 1914, bandara  Heathrow di London saja beroperasi tahun 1934. Walaupun tua tertata baik, kata lain biar tua tetap seksi.

Foto bareng Tuk Tuk

Foto bareng Tuk Tuk

Urusan migrasi selesai, dilanjut cari sim card biar tetap eksis.  Arah keluar bandara banyak counter sim card hp.  Kami beli 1sim card Bangkok, dgn fasilitas unlimited internet selama seminggu, seharga 190bath. Pelayannya bantu kami juga aktifkan paket internet tsb.

Hitung koin beli tiket BTS

Hitung koin beli tiket BTS

Target selanjutnya check in hotel.  Dari Don Mueang  kami naik bus bandara A2 utk ke station BTS Mo Chit, 30bath perorang.  Sampai di Mo Chit foto sejenak bareng tuk tuk atau bajaj ala Bangkok. Nyobain beli tiket Skytrain sendiri, ternyata tdk sulit.  Tinggal cek mau ke stasiun apa? Berapa bath?  Mesin tiketnya hanya terima koin 1, 5 dan 10 Bath. Kalau tidak punya koin jangan terburu panik, jangan minta tolong ke Doraemon, tapi tukarkan saja uang anda di counter penukaran koin yg selalu ada di setiap station BTS (Bangkok Mass Transit System).

Skytrain @ Rachathewi

Skytrain @ Rachathewi

Tujuan kami ke stasiun Rachathewi, sebagai anggota aktif dari AnKer (Anak Kereta) saya simpulkan nyaman sekali naik Skytrain di Bangkok, yang naik teratur, dahulukan yg turun, ac nya dingin, keretanya bersih.  Bawa ransel gede juga nggak masalah.  Sampai di Ratchathewi kami foto sejenak dengan latar stasiun dan Skytrain.

Dari stasiun lanjut jalan kaki ke Bangkok City Hotel.  Seberang jalan Petchburi road,

Petchburi road

Petchburi road

terlihat Farida Fatornee halal restaurant dan sekitarnya pada tutup, maklum masih suasana lebaran.  Oh my God, makan dimana kite nih?  Jalan kaki cantik dari Stasiun Rachathewi ke Bangkok City Hotel lebih kurang 15menit saja, banyak penjaja buah seperti rujak di sepanjang jalan.  Lewatin Bed Station Hostel juga, dengan desain luar yang cukup unik.

Chao Phraya

Chao Phraya

Sampai di Bangkok City Hotel jam 1an, check in kamar lancar walaupun dicampur bahasa Tarzan, maklum my english not good, the same with receptionist.  Langsung dapat 2 kamar di lantai 9, booking via Agoda seminggu sebelumnya. Hotel ramai pengunjung, restonya langsung dekat resepsionis.  Semua terawat dan terjaga cukup baik, info dari resepsionis untuk breakfast, koki hotel tdk pernah memasak yg non halal, everything is ok.

Boat gratis ke Asiatique

Boat gratis ke Asiatique

Taruh tas, rehat sejenak, bergegas kami cari makan siang yg akan dilanjut ke Asiatique.  Rencana awal makan siang di Farida Fatornee restaurant, halal restaurant yg menyediakan masakan khas Thailand.  Restaurant tutup, waktu itu hari Minggu 10 Juli, suasana lebaran masih terasa.  Mau nggak mau jadi berubah rencana makan siangnya.  Skytrain Rachathewi ke Saphan Taksin tidak ada yang langsung, harus pindah jalur di BTS Siam, pindah dari Sukhumvit line ke Silom line.  Kami putuskan untuk cari makan siang di foodcourt Siam Centre mall.

Sampe deh di Asiatique

Sampe deh di Asiatique

Hanya 1 counter yang menjajakan makanan halal di foodcourt Siam Centre, itupun masakan India.  Harganya juga tidak sejalan dengan motto ngirit traveler. Akhirnya kami putuskan beli 1 paket nasi Briyani, untuk dimakan berempat, bener-bener ngirit banget om.  Sepiring nasi Briyani kena 200 bath, makannya sepiring berempat, wal hasil perut masih lapar.  Perut sedikit sudah terganjal, perjalanan kami lanjut ke Asiatique The Riverfront.

Kebab Turki

Kebab Turki

Naik Skytrain, Asiatique turun Saphan Taksin, disambung naik boat gratis dari Asiatique.  Asiatique ini bekas pelabuhan tua yang dirombak jadi destinasi wisata.  Disana ada tempat pertunjukan MuayThai dan Calipso.  Ada Ferris Wheel, pasar sovenir, serta tempat berfoto yang ciamik di pinggir sungai Chao Phraya.  Kombinasi wisata tradisional dan modern ala Bangkok, dikelola baik oleh masyarakat dan pemerintah, sehingga para turis terbawa happy dari suasana yang ada.

Pada belajar bahasa Indonesia

Pada belajar bahasa Indonesia

Di Asiatique ada lapak kebab dengan logo halal, karena kami kurang makan, langsung pesan 2 paket kebab plus 1 es krim Turki.  Saat makan kebab, tiba-tiba kami diinterview sama anak-anak sma Bangkok, mereka sedang memperdalam bahasa Indonesia.  Dengan percaya diri mereka interview kami dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata, kami jawab dengan bahasa Indonesia yang baku dan benar.  Bangga benar kami, bahasa Indonesia ternyata dipelajari juga di negara lain.

Asiatique The Riverfront

Asiatique The Riverfront

Kalau ke Asiatique jangan lupa bawa kamera, bisa menyesal kalau tidak foto-foto disini.  Kami saja berfoto disini sampai cape, karena saking banyaknya yang harus di foto.  Kami sempatkan ke Seven Eleven di seberang Asiatique, untuk cari pop mie yang halal, khawatir kalau sudah sampai hotel akan susah cari makanan yang halal.

Halal code

Halal code

Di Seven Eleven kami bertanya ke seorang bapak, kebetulan beliau muslim.  Kami minta diajarkan gimana cari mie kemasan yang halal.  Beliau menunjukan lambang halal yang ada di kemasan beberapa pop mie yang ada.  Kami juga diajarkan kalau mau cari makanan halal di Bangkok sebaiknya merapat saja disekitar Mesjid, pasti ada yang berjualan makanan halal.  Terimakasih infonya Bapak, sangat bermanfaat sekali.

MuayThai

MuayThai

Cape jalan dan berfoto di Asiatique, jelang magrib kami berajak pulang ke hotel.  Dengan rute yang sama, by boat Asiatique dilanjut dengan Skytrain.  Saat turun di Taksin Pier, kami melihat antrian panjang orang yang akan ke Asiatique, memang sangat bagus kalau berfoto di Asiatique kala senja, dengan background Sungai Chao Phraya dan gedung disekitarnya yang menambah indah foto yang diambil.

Seberang hotel Bangkok City Hotel ada Mesjid Darul Aman, kalau azan saja kedengaran sampai ke hotel.  Sebelum masuk kamar, kami explore warung makan halal sekitar Mesjid Darul Aman, ternyata banyak penjual makanan halal.  Kami bersantap disalah satu warung, makan dengan menu nasi ketan plus daging bakar, yang berkuahnya kami makan tom yam gai dengan rasa khas bumbu masakan Thailand.

Day 1, kami lalui dengan lelah, karena banyak jalan serta faktor jet lag 3 jam lebih terbang bersama AirAsiaX.

Tetap simak tulisan berikutnya, Bangkok Day2.

Wow Bangkok....

Wow Bangkok….

Iklan
Categories: Travel Note | Tag: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: