Bangkok Day 3

Waduh ketawanya itu...

Waduh ketawanya itu…

Kembali lagi ke sungai Chao Phraya, rute Rachathewi – Siam – Saphan Taksin, sampai di Sathorn pier, kami ditawari naik perahu gondola, langsung bayar, harga tiketnya lupa lagi berapa, kalau lupa biasanya tidak terlalu mahal.  Aman saja bro.

Wat Arun

Wat Arun

Naik gondola di Chao Phraya serasa di Venesia, itu juga mungkin, karena kami belum pernah ke Venesia.  Hehe.  Karena masih pagi, banyak Chao Phraya Dinner Cruise yang bertambat, badan kapalnya lebar, dengan meja & kursi makan di atas dek.  Spesial untuk wisata dinner di sungai Chao Phraya.

Ummi & Tuk Tuk

Ummi & Tuk Tuk

Sampai di Tan Tien Pier, Wat Arun terlihat jelas diseberang.  Kami tidak kesana cukup foto dari Tan Tien Pier dengan background Wat Arun, atau dikenalnya The Temple of The Down, karena sangat ciamik di foto kala sunset.  Kami di foto cewe bule, yang hasil capturing nya cukup fenomenal bagi kami, sedangkan foto mereka yang diambil Ade, Wallahualam.

Seberang pintu masuk Grand Palace

Seberang pintu masuk Grand Palace

Tan Tien Pier banyak yang jual souvenir dan buah.  Kami nggak beli hanya numpang foto saja disini.  Perjalanan dilanjut ke arah pintu masuk Grand Palace, kami berjalan di trotoar seberang sisi Grand Palace.  Banyak sopir tuk tuk yang menawarkan jasa, sambil teriak “teman Jokowi ya, Jokowi ya, I like your president”, kami sih cuma senyam senyum sambil angkat jempol.  Mantaf our president sangat dikenal masyarakat luas.

Seberang Grand Palace

Ummi diseberang Grand Palace

Kalau di Bangkok cuacanya panas, matahari pagi saja panasnya sangat menyolot, karena kami khawatir gosong, kami selalu cari jalan ditempat yang teduh.  Sampai diseberang pintu masuk Grand Palace banyak penjaja souvenir, biasa ummi kalau lihat barang murah suka kalap untuk belanja, kalau saya cuma dapat culang ciling lihat banyak orang yang akan masuk ke Grand Palace.  Oh ya kalau mau masuk Grand Palace, pakaiannya harus sopan, nggak boleh pakai rok pendek dan baju u can see, bisa dimarahin penjaganya di depan.  Makanya banyak toko penjual celana dan baju seberang pintu masuk, terima jasa penyewaan busana juga.

Grand Palace dari kejauhan

Grand Palace dari kejauhan

Kami tidak masuk, cukup foto-foto saja di depannya.  Mungkin karena sayang bath nya akan digunakan untuk belanja di Pratunam.  Karena panas banget rencana perjalanan ke Khaosan Road kami sambung dengan tuk tuk.  Sebelum naik tuk tuk pastikan sudah deal harganya, banyak cerita scam yang dilakukan driver tuktuk, makanya paitin dulu harganya sebelum naik.  Kalau mau naik taxi juga minta argo nya on, jangan asal naik saja, ntar bingung kalau ada apa apa, karena disana speak English agak kurang sip, kalau ada perdebatan bisa-bisa anda jadi artis pantomin yang banyak melakukan gerakan tangan dan badan. Hehe.

Khaosan Road

Khaosan Road

Di Khaosan Road hanya sebentar saja, kami ambil beberapa foto, karena sayang sekali kalau sudah ke Bangkok nggak mampir di Khaosan Road, tempat dimana banyak para backpacker dunia kongko-kongko.

Pratunam.... Im coming...

Pratunam…. Im coming…

Selesai ambil foto di Khaosan Road, tuk tuk tancap gas lagi untuk ke Pratunam, pasar murah Bangkok, seperti pasar Tanah Abang.  Walaupun berempat kami boleh saja naik di satu tuk tuk, idealnya untuk 3 penumpang, karena badannya Ade dan Kk kurus, diperbolehkan saja tuh sama pak supir.

Cape belanja @Pratunam

Cape belanja @Pratunam

Lumayan jauh juga dari Khaosan Road ke Pratunam, sampai pada tertidur sejenak di tuk tuk.  Sampai di Pratunam cuaca mulai memanas, ditambah harga baju yang ditawarkan jauh lebih murah dari pasaran di tanah air.  Hati mulai memanas, belanja sampai bodoh dimulai deh.  Enak kalau di Pratunam nyeret-nyeret karung, lantai semennya dibuat rata, sehingga banyak yang bawa koper beroda untuk wadah belanja.  Kami beli koper plastik beroda disana, karena ummi sudah mulai kalap belanjanya, daripada cape angkat-angkat plastik, lebih baik nyeret koper.

Baiyoke Gallery Fashion, sudah tutas kami jelajahi.  Indra square juga sudah selesai kami petakan, maklum nyari jam tangan murah, headset Ade juga beli disini.  Hampir 5 jam kami shopping di di daerah Pratunam, ditutup dengan naik tuk tuk lagi untuk pulang ke hotel.

Seputaran Pratunam

Seputaran Pratunam

Setelah rehat dan packing barang di hotel, makan malam dekat mesjid Darul Aman, di warung makan yang sama pada malam pertama di Bangkok, dengan menu bubur, ketan, dan noddles.  Depan seven eleven kami juga beli fried seafood untuk tambahan makan, sampe dibawa pulang juga ke hotel.  Tak lupa sebelum pulang kami beli teh tarik dekat Farida Fatornee restaurant.

Selesai sudah cerita dihari ketiga ini, with ending quoteshopping until mad”.

Iklan
Categories: Travel Note | Tag: , , , , , , | 3 Komentar

Navigasi pos

3 thoughts on “Bangkok Day 3

  1. Di sebrang nya grand palace atau wat pho banyak cafe2 lucu buat ngobrol manja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: