Asiatique The Riverfront

Proses Interview di Asiatique

Interview di Asiatique

Juli kemaren sekeluarga ngetrip ke Bangkok.  Sore hari pertama, langsung ke Asiatique The Riverfront.  Dari stasiun Ratchathewi naik skytrain turun di stasiun Siam, untuk pindah jalur dari Sukhumvit line ke Silom Line, lalu turun di stasiun Saphan Taksin.  Jalan sedikit kearah pelabuhan, dilanjut naik boat Asiatique.

Asiatique The Riverfront, tempat wisata yang komplit, ada tempat pertunjukan MuangThai dan Calipso, ada Feeris Wheel, pasar souvenir serta arena berfoto yang menarik dipinggir sungai Chao Phraya.  Salah satu night market yang wajib dikunjungi para traveler saat di Bangkok.

Karena lapar kami singgah di stan Kebab Turki, salah satu stan makanan halal di Asiatique.  Saat kami pesan kebab, Ade panggil-panggil saya dari kejauhan.

“Ada apa de?” Tanya saya.

“Ini banyak anak-anak laki pada ngikutin Ade terus dari tadi”.  Ujar Ade dari kejauhan.

Langsung saya mendekat ke Ade, khawatir ada apa apa.   Saat sudah dekat, saya lihat beberapa orang remaja putra di belakang Ade.  Lalu langsung saya tanya, “what’s the problem guys?”

Mereka secara serentak memohon dengan bahasa Indonesia yang terbata bata, mengatakan.  “Kami ingin belajar bahasa Indonesia, bolehkah kakak abang?”

Kaget saya dibuatnya, ditempat yang cukup jauh dari tanah air, ada siswa-siswa asing yang sangat bersemangat belajar bahasa Indonesia.  Terus terang kami sangat bangga sekali saat itu, serasa Garuda benar-benar ada didadaku.  Langsung dengan tegas saya katakan “Silahkan Mas”.

Ke Asiatique ini butuh waktu 3 jam lebih, naik pesawat dari Jakarta – Bangkok, dilanjut naik Skytrain, dilanjut lagi dengan boat di Sungai Chao Pharaya.  Eh sampai disana, bertemu rombongan anak muda Bangkok yang sangat antusias belajar bahasa Indonesia.

Pengalaman yang unik, dan mungkin tidak akan terlupakan.

Saya bilang ke mereka, “boleh sambil kami makan kebab ya.  Karena kami lapar belum makan”.

Mereka tidak jawab karena mungkin tidak mengerti apa yang kami maksud.

Silahkan mau belajarnya seperti apa?”  Sambil kami duduk dibangku yang banyak dipelataran jalan.

Satu orang coba mendekat saya, langsung bicara.  “Kakak abang, bolehkah kami bertanya?”

Silahkan”, sambil tersenyum saya, karena baru pertama kali mendengar orang ngomong bahasa Indonesia dengan logat Bangkok, hehe. 😀

Kami akan bertanya, kami akan membuat film”. kata mereka (m)

Silahkan, mau tanya apa?” kata saya (s).

Sebagian dari mereka sibuk dokumentasikan interview ini dengan hp.

Kakak abang dari mana?” (m).

Dari Bogor, Jawa Barat, Indonesia.” (s).

“Kakak abang suka warna apa?” (m)

“Warna coklat”. (s)

“Kakak abang ke Bangkok untuk apa?” (m)

“Ingin jalan jalan saja”. (s)

“Kakak abang suka apa di Bangkok?” (m)

“Suka suasananya, jalan jalannya, belanjanya, makanannya”. (s)

“Kakak abang di Bangkok berapa lama?” (m)

“4 hari saja”. (s)

“Terimakasih kakak abang”. (m)

“Terimakasih juga”. (s)

Pertanyaan pertanyaan itu diulang ulang oleh mereka, dilakukan secara bergantian serta didokumentasikan.  Saya tanya ke mereka ini tugas sekolah.  Mereka jawab “iya”, tugas pelajaran bahasa Indonesia di sekolah.  Luar biasa, ada juga yang pelajari bahasa kita di Thailand.

Setelah bergantian mereka bertanya kepada kami, mereka mohon pamit dengan mengucapkan terimakasih secara bersama sama.

Foto bareng anak muda Bangkok

Foto bareng remaja Bangkok

Kami lanjut jalan jalan lagi di seputaran Asiatique, ke arah jalan, nyeberang ke Seven Eleven, untuk lihat-lihat apa yang dijual di Seven Eleven di Bangkok.  Lumayan nemu mie gelas yang ada logo halalnya, langsung kami beli untuk tambahan ransum di hotel.

Nyebrang lagi ke Asiatique, foto depan gedung pertujukan MuangThai, depan stan Duren Bangkok, sedang asyik foto-foto, gerombolan remaja tadi mendekat kearah kami lagi, sambil senyam senyum dari kejauhan.  Saat mendekat, saya tanya, “ada apa lagi dik?”

Oooo ternyata mereka minta di foto bersama Ade dan Kk, untuk sebagai tanda bukti.  Langsung saya bantu foto mereka bersama Ade dan Kk.  Pose mereka langsung tersenyum dan bergaya dengan latar suasana Asiatique dikala senja.  Setelah foto bersama, mereka minta ijin pergi dengan mengucapkan terimakasih secara bersama sama.

Demikian sedikit cerita kami di Asiatique, penuh arti dan bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Merdeka!!!

Iklan
Categories: Travel Note | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: