411

Suasana di Stasiun Juanda, saat 411

Suasana di Stasiun Juanda, saat 411

“Kk jangan ikut aksi, biar abi saja, Kk kan sore ada praktikum”.  Instruksi pagi Saya ke Kk yang ditanggapi dengan muka cemberut.  Walaupun dilarang, beberapa hari kemudian, Saya baru tahu Kk dan teman-temannya juga hadir di Aksi Damai 411.

Aksi dengan massa yang sangat-sangat banyak, pengalaman yang sulit dilupakan, pulang pergi naik kereta commuter line, isinya semua pria berbaju koko putih dengan kopiah haji.  Penuh dengan keheningan dengan satu tujuan yang sama yaitu Aksi Damai mencari keadilan.

Jam 10, lantai 1 sudah dipenuhi jamaah, saat 411

Jam 10, lantai 1 sudah dipenuhi jamaah, saat 411

Berangkat dari Cilebut jam 8 pagi, agar dapat Jumat an dalam mesjid Istiqlal.  Di stasiun Cilebut sudah ramai pria berbaju koko putih, dengan tujuan yang sama yaitu stasiun Juanda.   Saat kereta datang ternyata dari arah Bogor pun sudah dipenuhi  pria berbaju koko putih, tidak seperti biasa dimana pada hari Jumat umumnya berbatik.

Dalam kereta ada yang bawa bendera Merah Putih, banyak juga yang membawa Al-Liwa dan Ar-Rayah.  Bendera  dan Panji yang selalu dibawa Rasulullah dalam berperang.  Ada yang terdiam, ada yang membaca AlQuran dengan suara tidak terlalu dibesarkan.

Keluar dari gerbang Mesjid Istiqlal

Keluar dari gerbang Mesjid Istiqlal

Kereta berhenti sebentar di Manggarai, lihat kereta di jalur lain dari arah Bekasi, juga dipenuhi pria berbaju koko putih dengan kopiah haji, luar biasa semangat Ukhuwah Islamiah sangat terasa di hari Jumat 411 ini.

Sesampai di Stasiun Juanda, sudah penuh sesak pria berbaju koko putih, gema Takbir tak henti berkumandang, bergetar hati melihat lautan manusia yang sangat banyak berbusana putih, semua berjalan sama menuju mesjid Istiqlal.

Medan Merdeka Timur, 411

Medan Merdeka Timur, 411

Sampai di mesjid Istiqlal jam 10, bersegera masuk untuk berwudhu dan mencari posisi shaf, ternyata lantai satu sudah full, jemaah duduk bersila sambil berdoa.  Naik kelantai dua juga sama, sudah full, lantai tiga juga demikian.  Akhirnya dapat menemukan posisi shalat di lantai 4.  Subhanallah baru jam 10 mesjid Istiqlal sudah dipadati jamaah Jumat, luar biasa.

Ceramah Jumat  sangat menyejukan hati, agar dalam segala urusan kita jangan berlebih.  Yang berlebihan itu tidak baik.  Imam mesjid menginnstruksikan kalau yang safar untuk shalat Ashar di jama dan mengajak sholat gaib juga untuk beberapa almarhum almarhumah.

Please don't try

Please don’t try

Setelah Jumat an panitia Aksi Damai, memohon para jamaah agar tertib dalam beraksi.  Ditutup dengan teriakan Takbir yang menggelegar.  Para jamaah bergerak keluar.  Dari lantai atas keluar mesjid Istiqlal, saat Aksi Damai ini sesuatu banget, karena saking banyaknya jamaah.  Lantunan Shalawat Badar di lantunkan untuk meredam kekhawatiran karena sangat berdesak desakan.

Saat dilantai dasar, cari toilet dulu, tapi apa daya karena ramainya jamaah, antrian ke toilet sangat panjang, sehingga saya urungkan ke toilet.  Dilanjut berdesakan kearah luar.  Ternyata keluar dari area Mesjid pun cukup sulit, karena sangat banyaknya orang.  Dekat pagar keluar mesjid, detik-detik yang mendebarkan karena sangat berdesak-desakan, sangat ramai orang, tetapi dengan terus berzikir bersama, para jamaah dapat keluar dengan tertib.

Ashar di Medan Merdeka Selatan

Ashar di Medan Merdeka Selatan

Dekat pagar banyak bis, mobil dan motor parkir, sehingga sangat memperlambat pergerakan keluar para jamaah.  Tapi Alhamdulillah tidak accident.  Di pertengahan jl Medan Merdeka Timur, saya dikasih nasi bungkus oleh team ber ambulance di pinggir jalan.  Ramai ramai dengan para jamaah lainnya bersantap siang sejenak.  Makan di trotoar tengah jalan, sambil memperhatikan orang banyak berbaju koko putih menuju jalan Medan Merdeka Selatan.

Banyak para santri melakukan aksi bersih, mengambilkan sampah sampah dijalan, dikumpulkan menjadi satu dalam plastik sampah besar.  Luar biasa indahnya.

Rendam kaki depan BI

Rendam kaki depan BI

Sampai di depan Balaikota, banyak para santri mengingatkan agar jamaah tidak menginjak tanaman, khawatir rusak.  Dengar sebentar orasi depan balaikota, lanjut lagi ke arah patung kuda.   Jalan sangat dipadati para jamaah, berbaju koko putih.  Sesekali pada meneriakan Takbir, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Dari arah patung kuda mau ke Istana, karena ramainya orang, jalan kaki hanya dapat sampai ke depan RRI di jalan Medan Merdeka Barat.  Maju sudah tidak bisa, mundur pun demikian.  Terbayangkan banyaknya orang saat itu.  Subahanallah.

Medan Merdeka Barat, 411

Medan Merdeka Barat, 411

Bisa terbayang para mahasiswa di front terdepan, sudah pasti mau mundur saja susah, kalau dari ba’da Jumat an mereka sudah disana, terbayang lelahnya.  Saya saja dari ba’da Ashar didepan RRI sudah mulai terasa capai, karena desak desakan, tetapi hati selalu tenang mendengar Tausiyah dan pembacaan kitab suci Al Quran oleh para ulama dari atas mobil komando aksi.

Magrib sampai Isya, diisi acara pengajian dan ceramah, sekali kali berzikir bersama, ba’da Isya sudah mulai terasa panas suasana aksi.  Tepat pukul 19.33 terlihat terdengar tembakan gas air mata.  Gas air mata mulai beterbangan bagai petasan roket kembang api, meledak di udara dan menebar gas diatas front terdepan peserta aksi.

Malam 411, Medan Merdeka Barat

Malam 411, Medan Merdeka Barat

Setelah tembakan gas air mata agak mereda, mulai berlalu lalang ambulance berlomba-lomba, mengambil korban.  Suara sirine ambulance memecahkan suasana malam.  Melihat perkembangan suasana yang ada saya mundur kearah patung kuda, saat dekat patung kuda bertemu tentara beberapa truk guna menenangkan massa.

Lanjut lagi jalan sampai Sarinah untuk cari bajaj ke stasiun Gondangdia.  Di stasiun ternyata sudah banyak juga peserta Aksi yang akan pulang, kereta datang pun sudah dipenuhi peserta Aksi.  Luar biasa jumlah peserta Aksi Damai 411, sehingga dapat memutihkan semua ruas jl Medan Merdeka.   Allahu Akbar.

Demikian catatan pribadi saat Aksi Bela Islam 2, semoga bisa menjadi hikmah untuk semua.

Iklan
Categories: Story | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: