Belitong, H1

Senja Belakang BW Suite

Itu Batu Satam bukan Batu Setan.  Beda ya.  Batu Satam = Tektite = Meleleh, bahasa dari Yunani nya.  Terbentuk hasil tumbukan meteorit atau asteroid yang jatuh ke bumi.  Kejadian yang jarang terjadi, sehingga batu Satam agak sulit ditemukan dibelahan bumi ini, karena langka otomatis memiliki harga jual yang cukup tinggi.  Batu Satam sangat terkenal di Belitong, terbukti ikon tugu di Tanjung Pandan, memajang Batu Satam segede anak sapi.

Demikian cerita singkat ilmiah saya ke team ngirit traveler saat ke Belitong kemaren.  Maklum sebagai wartawan majalah National Geology edisi sendiri, tentu harus bisa menjelaskan fenomena dari batuan-batuan yang ada.  😛

Satu lagi fenomena batuan di Belitong, yang bikin heboh dunia pertambangan dan perfilman, yaitu Granit.  Dipertambangan, coba deh pelototin itu yang namanya Timah Solder, batuan pembawa mineral timahnya itu Granit om.  Tapi uniknya tidak semua Granit pembawa mineral Timah, atau mineral Kasiterit (SnO2).  Sejak jaman Belanda juga sudah pada tahu yang namanya tambang timah itu di kepulauan Bangka Belitung.  Sssst jangan lupa Kuala Lumpur Malaysia juga bekas lokasi tambang Timah yang sudah mineclosure.  Bangka Belitung sebaran batu Granit nya tidak diragukan lagi, karena berupa Batolit, Batolit adalah batuan beku yang terbentuk didalam dapur magma.  Coba deh dilamunkan, Bangka Belitung berupa Batolit, gunung apinya segede apa ya??

Tidak semua Granit di Belitong pembawa mineral Kasiterit.  Granit dibagian Barat Laut Belitong kaya akan mineral Kasiterit, seperti Granit di pantai Tanjung Kelayang, pantai Tebing Tinggi serta Pulau Lengkuas.  Granit ini berumur Trias atau ±208 – 245 juta tahun yang lampau.

Intrusi granit dibagian selatan Belitong, seperti di pantai Penyambong, Bukit Baginde dan pantai Klumpang tidak mengandung Kasiterit.  Granit tsb berumur Jura  atau ±144 – 208 juta tahun yang lampau.  Ingat ya di akhir periode Jura ini ada meteor raksasa menabrak bumi, mungkin ini benang merah yang menjelaskan adanya Batu Satam di Belitong.

Intrusi granit paling muda tersebar di Timur Laut Belitong, Pantai Burungmandi dan Gunung Bolong – Tanjung.  Berumur Kapur atau ±115 – 106 juta tahun yang lampau.

Oh ya, please jangan mimpi dulu mau kerja numbukin batu granit, untuk dapat timahnya, sampai jaman Star Wars pun pekerjaan itu tidak akan bisa dilakukan.  Manusia sama Allah diberi kemudahan lagi yang luar biasa, batuan Granit pembawa Timah itu lapuk secara alami lalu tererosi  ke lembah lembah, sehingga manusia tidak perlu lagi susah-susah menumbuk granit.

Konon  zaman Es, Bangka Belitung itu berupa puncak gunung tinggi, diperkirakan air laut Indonesia surut 140m dari permukaan laut saat ini.  Terjadi erosi di batuan Granit, mineral Kasiteritnya karena berat tentunya terbawa air menuju lembah sungai.  Jadi kalau eksplorasi timah, yang jadi hot topic adalah dimana alur sungai purbanya.  Karena di lembah sungai purba itu konsentrasi mineral Kasiterit cukup berlimpah.

Booth Kedatangan

Cukup dulu ya kuliah geologi timah nya, khawatir pada ngantuk bacanya.  Sekarang kita masuk keulasan wisata bareng ngirit traveler dulu.  Siapa tau bisa jadi inspirasi para traveler di seluruh antero dunia… Aamiin .

Awal nya sih mau wisata ke Maldivies, tapi apa daya budget kantong tidak cukup plus waktu yang terbatas.  Jadi diputuskan berlibur ke Belitung, dekat, dapat dengan waktu yang singkat serta bersahabat dengan kantong.  Kebetulan crew ngirit traveler belum ada satupun yang pernah wisata ke Belitung.  Otomatis wisata ke Belitung disetujui secara aklamasi.

Sabtu 22 Desember jam 3 pagi, beker berbunyi kencang, membangunkan tuk bersegera ke airport.  Maklum markas ngirit traveler di Bogor, jadi masih butuh effort yang kuat untuk mengejar pesawat Sriwijaya jam 7 pagi.  Alhamdulillah, perjalanan Bogor – SoeTa – H.A.S Hanandjoeddin International Airport Belitung berjalan lancar, kendalanya hanya kantuk berat saja.

Kami termasuk penumpang terakhir yang keluar dari Bandara Belitung, bukannya karena sibuk foto di booth kedatangan tapi karena tidak ada  yang tau harus sewa mobil dimana.  Semua taxi one way, dari bandara langsung ke hotel, sedangkan kami ngirit traveler ini orangnya sangat aktif, mau nya foto-foto dimana gitu plus explore kulineran dulu.  Taxi jadi nggak ada yang mau, maklum mereka sudah buat janji dulu dengan wisatawan lainnya.

Sebagai leader ngirit traveler, saya langsung merubah wajah jadi memelas, supaya ada yang merasa iba.  Alhamdulillah, bertemu dengan pak Hatta yang baik hati dan tidak sombong.  Beliau dengan ikhlas menawarkan jasa mobilnya dipakai mengantar crew ngirit traveler kemana kau mau.

Dengan sigap kami aklamasi, “pak Hatta please antarkan kami untuk narsis dulu di Danau Kaolin atau Danau Biru”.   Dengan sabarnya pak Hatta antarkan kami ke Danau Kaolin yang cukup fenomenal dalam kancah wisata Belitung.  Saking baiknya pak Hatta juga bantu ambilkan foto kami berempat dengan latar Danau Kaolin yang baru terguyur hujan.  Warna putih mendominasi, seputih warna hati crew ngirit traveler.

Mie Atep adalah sasaran kami selanjutnya.  Ada yang bilang kalau tidak makan di Mie Atep berarti belum pernah ke Belitung.  Khawatir dituduh tidak pernah ke Belitung, dengan lembut kami memohon ke pak Hatta agar diantarkan segera ke Mie Atep.  Awalnya kami agak ragu, jadi pesannya hanya dua dulu, soalnya issue yang berkembang mie nya agak manis, kamikan sudah manis jadi kalau ditambah manis bisa jadi giung kan… hehehe.

Sendokan pertama kami lalui, sendokan kedua kami mulai hakul yakin, ternyata mie Atep ini sangat luar biasa enaknya.  Super sekali, bikin nagih habis.  Tanpa basa basi, kami tambah dua porsi lagi untuk memuaskan nafsu dektektif rasa kami yang terpendam.  Banyak foto foto artis dan petinggi negara ini singgah di Mie Atep, luar biasa sangat terkenal seantero penjuru Indonesia Raya.  Lokasi tidak jauh dari Tugu Batu Satam Tanjung Pandan.  Saking enaknya cerita Batu Satam tidak saya lanjutkan ke crew ngirit traveler, karena semua sedang sibuk menikmati kelezatan tiada tara Mie Atep Belitung.

Mie Atep beres disantap, selanjutnya kami coba cek in ke Hotel BW Suite, waktu itu masih jam 12 siang, belum bisa check in.  Di jaman now check in hotel umum nya jam 2 siang, tidak secanggih hotel di Muara Teweh, jam berapa saja diterima.  Koper kami titip di front office hotel, lanjut explorer kuliner Belitung jilid 2.  Dibantu dengan sarana Go Car yang sudah ada di Belitung.  Semua tinggal klik dan bersabar tunggu driver datang.

Kopi Kong Djie asli jadi sasaran.  Warung kopi pinggir jalan, the legend sejak tahun 1943.  Luar biasakan, google aja belum eksis di tahun itu.  Banyak warga Belitung bersama kerabat pada ngopi di Warung Kopi Kong Djie, sajiannya selain Kopi Hitam, ada juga Kopi Susu, Coklat Panas, makanan ringan seperti Kroket, Lemper, Telor Setengah Matang dll.  Coba deh perhatikan teko nya lebai banget, kaya teko anak raksasa.  Dipanaskan dengan kayu bakar.  Sekali seruput kopi Kong Djie, dengan sekejap hati jadi tentrem, badan jadi seger, luar biasa bukan? 😛

Saat kami ke Kong Djie, tamu yang datang banyak yang merokok, jadi crew ngirit traveler tidak berlama lama, khawatir terpapar bahaya asap rokok.  Sebenarnya hujan rintik menghadang depan warung kopi, dengan kesigapan Go Car, kami langsung meluncur lagi pantai Tanjung Pendam.

Bermodalkan payung bawaan, kami asyik berfoto di pantai Tanjung Pendam, ditemanin angin yang cukup kuat berhembus.  Pantai nya sepi, karena masih siang, ramenya kalau sunset atau malam.  Banyak warung jajanan disana, cukup sebagai sarana tempat untuk menikmati deburan ombak laut dan menemani matahari terbenam dikala senja.

Jam 2 siang kami klik lagi Go Car untuk bawa kami ke Hotel dari pantai Tanjung Pendam.  Check in beres, sampai dikamar, mulai terasa seharian belum bertemu nasi.  Sepakat kami putuskan untuk makan siang yang ke sorean, dengan menu yang dicari berupa Gangan Belitung.  Rekomendasi driver Go Car, RM Dapoer RR dekat BW Suite cukup ok untuk dicoba.

Swim @ BW Suite Pool

RM Dapoer RR bisa dicari di google, tinggal ketik, keluar deh alamat dan beberapa foto dokumentasinya.  Walaupun sore kami kesana ternyata masih banyak yang bersantap, berarti termasuk resto favorit banyak orang.  Saat kami coba Gangan Ikan…. ternyata rasanya sadis enak banget, saking enaknya sulit dilukiskan dalam kata kata sastra tinggi manapun.

Hari pertama yang melelahkan.  Mie Atep sudah, ngopi Kong Djie sudah, melahap Gangan di RM Dapoer RR sudah.  Tinggal olah raga untuk membakar kalori saja yang belum.  Sore itu kami putuskan berenang di hotel dengan suasana infinity pool dekat laut, sambil menunggu sunset datang.  Karena cuaca berawan sunset yang ditunggu-tunggu kurang maksimal penampakannya, kami akhiri acara berenang tanpa background sunset yang diharapkan.  Tapi tetap kami syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah, tetap jalanin hidup ini, melakukan yang terbaik.

Selanjutnya silahkan nyanyi lagu D Masiv sendiri ya bro.

Iklan
Categories: Profesionalism, Travel Note | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: