Belitong, H2

Granit

Batu Granit adalah batuan beku dalam atau batuan plutonik yang berwarna terang dengan butiran mineral yang terlihat cukup besar.  Butiran mineral tersebut terbentuk dari kristalisasi magma yang lambat di bawah permukaan bumi.  Granit utamanya tersusun oleh mineral kuarsa dan feldspar, dengan sejumlah kecil mika, amfibol dan mineral asesoris lainnya.  Komposisi mineral-mineral inilah yang biasanya memberikan granit berwarna merah, merah muda, abu-abu ataupun putih dengan butiran mineral gelap terlihat di permukaannya.  Batu granit dapat dipoles untuk lantai dan dekorasi karena mempunyai variasi warna yang indah.

Catatan singkat saya untuk yang mau ke pantai Tanjung Kelayang atau Pantai Tanjung Tinggi, supaya pas duduk diatas granit bisa lebih menghayati dan merenungkan batu apa yang sedang diduduki.  Kita akan tambah menyadari betapa sempurna nya Allah dalam menciptakan sesuatu.  Takbir!!!

Pantai Tanjung Kelayang

Lanjut lagi ke cerita hari kedua di Belitong, tepatnya Minggu 23 Desember 2017, dengan mobil avanza rental, kami mulai perjalanan ke Tanjung Kelayang.  BW Suite ke Tanjung Kelayang jalanan relatif sepi, tidak ada trafic jam seperti di Jakarta.  Nyaman betul nyetir di Belitung, buat terlena para supir, jauh dari stress jalanan kaya di ibukota.  Sensasi nyetir di Belitung luar biasa nikmatnya.

Cuaca kurang bersahabat, sampai di pantai Tanjung Kelayang, disambut hujan pagi yang cukup lebat.  Tapi tidak meredam semangat kuntuk menyalurkan hasrat hobi fotografi amatiran dengan gaya seprofesional mungkin.  Upload langsung ke IG juga tidak ada kendala, karena wisata Belitung sudah di back up dengan sinyal 4G yang mumpuni.  Tinggal siapkan saja kuota data internet anda bergiga giga banyaknya.

Pulau Burung Garuda

Sedih, cari kesana kesini, kapal yang mau antar ke island hopping, ternyata sudah full booked, maklum musim liburan, travel-travel kebanjiran order, otomatis kapal kapal banyak yang disewa jauh hari.  Sedangkan kami apaan atuh, hanya wisatawan lokal yang bermodalkan go show saja dan muka memelas guna mendapatkan fasilitas lebih yang ada.  Kapal tidak dapat, bukan berarti kami putus harapan.  Harapan kami bangkitkan lagi dengan bergegas ke Pantai Tanjung Tinggi, untuk bersegera foto dengan batu granit.

Jalan ke arah Pantai Tanjung Tinggi, kami sempatkan berhenti, antara laut dan jalan.  Angin kala itu cukup kencang, sensasi luar biasa.  Tripod kamera pun tidak sanggup melawan hempasan angin yang kuat.  Kaki tripod kami kubur dalam pasir pantai yang putih agar kuat berdiri.  Ngirit traveler berpose full team dengan bermacam gaya.  Tapi maaf hasil fotonya kurang bagus. 😛

Pantai Tanjung Tinggi

Saat asyik berfoto, tiba-tiba ada mobil yang tidak diundang, menerobos ke pantai dekat kami berdiri, lalu terperangkap dalam pasir pantai putih.  Mobil tersebut tidak bisa maju dan mundur lagi, mater habis di pasir pantai.  Isi nya cewe semua, yang anehnya bukannya sedih malah tertawa tawa.  Begitu tingkah sebagian wisatawati jaman now, nggak jelas tujuannya ngapain.  😛

Aktifitas berfoto terhenti, melihat mobil aneh itu mater di pantai.  Karena kami ini orangnya baik hati dan suka menolong, mau nggak mau, kami bantu bebaskan mobil itu dari gigitan pasir pantai.  Kami bantu dorong, malah cewe yang nyetir cengar cengir sendiri sambil buat snapgrap kami yang sedang dorong mobil.  Nggak dibantu, kasihan karena nggak ada orang lain disana.  Setelah banyak orang yang bantu, kami mundur dari evakuasi mobil aneh bin ajaib itu.  Saat kami mau jalan, mobil tersebut sudah dapat terbebas dari pasir pantai.  Syukur deh, lain kali dont do  stupid job like that ya mbak.

Saya, Granit & Merica

Pantai Tebing Tinggi dihapit batu granit di kanan kirinya.  Batu granit terhampar dan berdiri dengan gagahnya, menambah keeksotisan pantai Tanjung Tinggi.  Ada yang insitu maupun bongkah besar yang membundar.  Cukup unik foto diatas batu granit, dengan latar lautan lepas.  Aneh nya diatas granit tumbuh juga pohon merica.  Kuat juga nih akar pohon merica, batu saja dilawan om.

Karena hari kedua ini tidak berkustom anak pantai, jadi untuk acara berenang dipantai ditiadakan.  Kalau lagi foto diatas granit hati-hati jangan sampai jatuh, dibutuhkan keberanian untuk loncat antar batu, dan mendaki dibatu yang licin.  Yang penting pertama adalah konsentrasi, sedangkan yang kedua adalah selfie. 😛

Beres berfoto ria di Pantai Tanjung Tinggi, kami putuskan besok kembali lagi dengan kustom anak pantai, supaya dapat berenang sepuasnya.  Perjalanan dilanjut lagi ke arah Hotel Santika, penasaran di tempat yang sepi ada hotel berbintang berdiri.  Ternyata Hotel Santika Belitung sangat ciamik arsiteturnya, hotelnya menghadap kelaut, ada kolam renang dekat pantai, taman tertata rapih, pokoknya juara banget nih hotel.  Recommended untuk wisata keluarga dan yang berbulan madu.  Enak tempatnya untuk menyepi dan mencari inspirasi.  Cobain deh nginap disana, jangan lupa ajak-ajak ngirit traveler juga ya.

Pantai Tanjung Tinggi

Belitong Timpo Duluk

Dari HS kami langsung turun lagi ke Tanjung Pandan, untuk berburu wisata kuliner yang the best.  Pilihan jatuh ke Rumah Makan Belitong Timpo Duluk.  Di bantu denggan google map akhirnya sampai juga di rumah makan yang dituju.  Unik habis rumah makannya, dijamin menyesal kalau tidak sempat makan disini.  Rumah lama yang disulap jadi rumah makan, dengan ornamen panjangan interiornya bernuansa jadoel pisan.  Menu masakannya khas Belitung semua.  Mau Gangan juga ada, menu Ikan, Cumi, Udang semua ada, dengan bumbu dan  cita rasa khas Belitung asli yang tiada tara.

Bayar pake debit BCA juga bisa disini, dengan catatan harus ada saldo yang mencukupi, kalau kosong atau minim tentu berhadapan dengan pihak berwajib.  Masakannya enak banget, lagi lagi sulit dilukiskan dengan bahasa sastra tingkat tinggi sekalipun.  Artis artis banyak juga yang pernah kesini, foto dokumentasi para tamu artis terpampang semua di dinding rumah makan.  Tetapi artis tempo dulu nya nggak terlihat tuh, hehe.

Makan beres, dilanjut sholat di Mesjid Jami seberang rumah makan.  Waktu itu masih pukul 2 siang diputuskan perjalan dilanjut ke Gantung untuk melihat SD replika Laskar Pelangi dan Museum Kata nya bang Andrea Hirata.

Tanjung Pandan – Gantung lebih kurang sejam lebih perjalanan, suasana jalan sepi buat sensasi nyetir yang berbeda dengan biasanya.  Jalan mulus dan didominasi dengan jalan yang lurus, so kebayangkan sensasi nya.  Lagi lagi, nggak stress kaya nyetir di ibukota.

SD Laskar Pelangi

Sampai di Gantung kami lihat replika SD laskar pelangi dulu, yang dipakai syuting film laskar pelangi.  Bangunan hanya terdiri dari 2 kelas berdinding papan, beratapkan seng karat, plang SD Muhamadiyah Gantong tergantung depan tengah bangunan.  Bangku dan meja kayu coklat mendominasi interior kelas, menghadap ke arah papan tulis kapur tempo dulu dengan lantai beralaskan pasir putih kuarsa khas Belitung.

Yang fonomenal sang saka merah putih depan sekolah dan dalam kelas, yang menambah spirit kebangsaan untuk dapat terus berprestasi.  Walaupun terlihat 2 batang kayu besar untuk menahan bangunan sekolah yang sudah condong miring.  Spirit Gantung goes to Paris nya masih kental terasa.

Seberang jauh bangunan sekolah terlihat rumah keong, tapi kami tidak kesana, karena sudah  sore, jadi mau kejar ke Museum Kata.  SD laskar pelangi sudah kami kunjungi, ditutup dengan beli merica sekresek besar buat oleh oleh para kerabat dan handai tolan.

Museum Kata

Bergegas kami  ke Museum Kata, tapi apa kata karena sudah jam 5 sore, museum tutup, sedih bingit.  Akhirnya kami cuma dapat berfoto saja depan luar museum.  Agak unik full color, jadi  cukup eye catching.

Karena sudah mendekati magrib, kami putuskan utk segera pulang ke Tanjung Pandan, mengingat suasana perjalanan yang rada sepi, jadi ngeri ngeri sedap terasa.  Sampai di Tanjung Pandan acara hari ini kami tutup dengan kuliner di Angkringan Mas Gembul, lokasi dipinggir jalan ke arah pantai Tanjung Pendam.

Menikmati kuliner kombinasi Jawa – Belitung, yang ramai dipadati pengunjung.  Bos angkringan nya ternyata orangnya gembul banget, pas banget nama warungnya.  😛

Iklan
Categories: Culinary, Profesionalism, Travel Note | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: