Makassar

@ Fort Rotterdam

Seumur umur belum pernah ke Sulawesi.  Long week end akhir Maret lalu ke Makassar biar kesampaian dapat ke Celebes, sekalian explorer seputar Makassar.  Waktu hanya tiga hari, sangat terbatas lokasi yang dapat dikunjungi.  Sudah lama tidak jalan jalan, terakhir ke Lampung, awal tahun, hampir satu triwulan tidak jalan jauh sekeluarga.  Itinerary tidak dibuat, breakdown kasar hanya didalam pikiran saja.

Rencana liburan hanya mau santai-santai saja, leha-leha di hotel sambil berenang dan wisata kuliner Makassar, namanya juga liburan tiga hari.  Coto Makassar, Pisang Ape, Pallubasa, Konro Karebosi sudah terpatri dalam pikiran sebagai target destinasi kuliner.

Karena orang rumah belum pernah merasakan suasana terminal 3 ultimate yang baru, jadi pilihan penerbangan ke Makassar jatuh ke Garuda.  Parkir inap bandara juga sebagai pilihan, belum pernah traveling, mobil di parkir inap bandara, kali ini coba biar bisa santai, datang dan pulang karena ada mobil yang stand by menunggu.

Berangkat Garuda pulang Sriwijaya.  Nginapnya di Swissbel Hotel yang dipingir pantai, di Jl Ujungpandang dekat Fort Rotterdam.  Booking satu kamar yang menghadap ke arah laut, agar otak bisa refresh kembali.

Kesan pertama mendarat di Bandara Hasanudin teringat bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, suasananya hampir sama.  Langsung cari taxi ke hotel, via tol, untung bawa e money indomart, kalau tidak, bisa ikutan antri panjang di gerbang tol  tunai.  Bandara ke hotel lebih kurang 130 ribuan, karena masuk ke zona 2 versi taxi bandara.

Awalnya driver taxi cukup bersahabat setelah diberi ongkos taxi jadi berubah cuex, mungkin lupa kasih tips.  Mohon maaf pak, namanya juga ngirittraveler. SwissBel Hotel di Jl Ujungpandang termasuk hotel baru, interior kamar design kekinian.  Usahakan kalau nginap disana, cari kamar yang menghadap ke laut, biar bisa lihat aktifitas bongkar muat barang pelabuhan, antrian kapal tangker dikejauhan, kesibukan polisi air dan pekerjaan reklamasi diseberang pantai Losari.  Pemandangan yang jarang dijumpai di Bogor dan sekitarnya.

Mesjid Amirul Mukminin & Lapangan Futsal

Jendela menghadap kearah Barat, apabila sore dijamin cukup menghangatkan suhu kamar.  Sebagai traveler kw dua, langsung melakukan sidak ke arah pantai Losari, sore itu.  Tenda tenda pedagang pisang ape baru pada buka.  Lumayan dari hotel ke pantai Losari lebih kurang 15 menit jalan.

Sidak beres, langsung berfoto depan tulisan City of Makassar.  Karena banyak pengunjung jadi agak kurang asyik berfoto disana.  Mau nggak mau target dirubah menjadi kulineran pisang ape dan jus alpukat diselingi makan baso seharga 25 ribu rupiah plus rintik hujan.

Ishoma sejenak di hotel, malam lanjut wiskul by gocar, target Konro Karebosi yang sudah menjadi the legend culinary senatero dunia sejak 1968.  Kuliner wajib yang harus dicoba saat visit di Makassar.  Ibarat kata kalau tidak kesini, bisa sinonim dengan ke Bangkok tapi tidak makan Pad Thai, jadi cita rasa traveling nya pasti ada yang kurang.

Alhamdulillah kesampaian juga maka Konro Karebosi walaupun sepiring berdua, maklum sudah usia jadi agak khawatir dengan kolestrol, apalagi lingkar perut sudah tidak mendukung lagi, makin tua makin melebar. Nasib nasib ihik.

Siang hari kedua, silahkan nyimak di artikel Rammang Rammang.

Beres dari Rammang Rammang dan Bantimurung, sampe Makassar ke toko oleh oleh Cahaya di jl Sulawesi.  Info driver mobil, toko oleh oleh Cahaya ini yang paling ramai disinggahi wisatawan.  Terbukti saat kami datang malam, masih ramai wisatawan belanja oleh-oleh disana.

Oleh-oleh beres, lanjut rehat sejenak di hotel.  Kalau di Makassar cari Coto Makassar yang terkenal dan buka di malam hari, cari saja Aroma Coto Gagak, bukanya 24 jam.  Beres rehat, malam itu kami ke Coto Gagak by gocar.  Sempurna sudah traveling di Makassar kalau sudah makan Coto Makassar.  Walau larut malam masih banyak saja pengunjungnya, luar biasa.  Pulang ke hotel by gocar lagi, driver nya menyarankan wisata ke Tanjung Bira, pasirnya selembut tepung.  Ingin juga kesana tapi berhubungan waktu terbatas, terpaksa dimasukan kedalam bucket list for next destination kalau ke Makassar lagi.

Fort Rotterdam

Minggu, hari ketiga, beres breakfast ke seberang hotel untuk foto syuting di Fort Rotterdam.  Jadwal foto syuting sangat ketat karena pesawat pulang jam 15.00 WITA.  Semua sudut Fort Rotterdam, habis sudah didokumentasikan.  Gaya romantis, senyum cis hingga terbang juga sudah semua dilakukan.  Pagi saja cuaca lumayan panas, maklum dekat laut, sarannya jangan lupa bawa payung ya bro.

Beres foto syuting, kemas barang, rehat, check out langsung ke Pallubasa Serigala, by gocar untuk ke jl Serigala.  Rame banget, penuh pelanggan, memang tidak ada lawan kuliner satu ini, rasanya sangat buas di dalam mulut, dan terasa liar mencakar dalam lambung hingga ke usus, yang diakhiri dengan tambah porsi.  Maknyus bray, dijamin nyesel kalau ke Makassar tidak makan Pallubasa Serigala.

Beres kuliner di Pallubasa Serigala,  petualangan dilanjut lagi dengan eksplore Es Pisang Ijo, by gocar lagi.  Kesampaian juga makan Es Pisang Ijo, the legend traditional food @ Makassar.  Karena waktu yang terbatas, makan es pisang ijo nya dengan gaya terburu-buru, tapi anehnya walaupun terburu buru sempat juga tambah pesanan kue Jalang Kote yang mirip pastel gitu.  Penggiat kuliner yang aneh.  Beres Es Pisang Ijo petualangan kuliner di Makassar kami close, dilanjut acara mengejar Sriwijaya pulang pukul 15.00 wita.  Karena kesinggapan dan kecepatan driver gocar, pas saja kami sampai di Bandara Hasanudin Makassar.

See u next trip bray.

Iklan
Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: