Culinary

Culinary World

Genting Highland

Smile from KLIA 2

Hari keempat lebaran kami ngetrip ke Kuala Lumpur, untuk menghindar dari wisata macet di negeri tercinta.  Fly by Lion jam 9 pagi, sampai di KLIA jam 12 waktu Malaysia.

Nasi Campur

Kuala Lumpur lebih cepat sejam dari Jakarta, waktunya sama cepat dengan Singapore.  Biar pada rajin pagi-pagi sudah beraktifitas.  Beres migrasi dan ambil barang, lanjut makan siang di Food Garden lantai 2 KLIA2 International Departure Hall.  Pilihan hati jatuh ke kedai Nasi Campur, masakan melayu mirip masakan rumahan di Indonesia.

@ KL Sentral

Perjalanan ke KL by KLIA Express, lumayan harganya 55 MYR/org, tapi nyaman benar sih keretanya.  Nyampenya di KL Sentral, sekarang tambah ramai dan teratur, tidak jauh beda dari suasana tiga tahun yang lalu.  Hotel via Traveloka cari dekat KL Sentral, pilihan jatuh ke Easy Hotel Kuala Lumpur Sentral, tinggal geret tas bentar nyampeh deh hotel.  Stategis banget lokasi, recomended buat para ngirit traveler.

Komplit ada breakfast nya juga, kamar nggak besar tapi cukuplah buat para pelancong berpaham murmer.  Yang pasti kalau ingin selalu diberi salam Assalamualaikum, nginep aja deh di hotel ini, soalnya kalau mau masuk pintu hotel pasti petugasnya kasih salam Assalamualaikum, ketemu di lift juga sama petugas hotel selalu beri salam.  Mantapkan jadi selain dapat rehat dapat juga doa dari salam.  Tapi jangan lupa wajib menjawabnya dengan Wa’alaikumus salam.  Berkah deh acara nginep loe di nih hotel.

Go Genting

Sore, coba cari tiket bus dan skyway ke Genting di counter Go Genting, dekat konter AirAsia di KL Sentral, tapi sayang saudara2 counternya tutup, disarankan untuk datang lagi besok pagi, jam 8 sudah buka, ok no problem.  KL Sentral menyatu dengan NU Sentral Mall, karena kita penggiat window shopping, terpaksa acara dilanjut putar putar mall, melakukan inspeksi toko ke MBG Fruitshop dan swalayan Sam’s Groceria.  Kalau di Indonesia toko itu buka sudah pasti jadi kompetitornya All Fresh dan Giant.

Cape putar putar mall, karena niat diet selalu membara, acara makan malam ditiadakan, hanya beli paket hotdog di Subway di Mall plus tambahan nasi Briyani dan ayam bakar dekat hotel.  Aduh cuy itu sih bukan niat diet dong, tapi niat nggak mau diet, hehe. 😛

Traveler

Rabu pagi, tanggal 19 Juni 2018, dengan singgap kami breakfast, langsung di lanjut jalan ke counter Go Genting.  Sampe di counter dapat bus yang ke berangkatan jam 10.15, tiket kita beli pp biar tidak report lagi, sekalian beli tiket skyway nya juga ada.  Tiket pulang dapat yang jam 16.30.  Cukup lah buat putar putar Genting Highland, kan kita mah nggak ke casino ini, hehe.  Untuk harga tiket bisa lihat di foto dokumentasi ya.

Karena masih satu jam lagi dari keberangkatan, kita keliling luar mall, untuk ambil ambil foto.  Siapa tau ada view yang instagramable saudara saudara.

Naik bus Go Genting, juga dari KL Sentral, intergrated bener nih bangunan, mirip palu gada, apa loe mau gue ada.  Awalnya naik bus Go Genting senyum gembira, sampai di terminal pada turun pucat pasi, maklum yang nyetir dapat driver gile, belokan aja di gas habis, nggak jelas tuh supir, apa sakit perut atau gimana, kita kagak tau.  Sampe sampe satu bus pada mabuk, yang nggak cuma saya dan ade aja, maklum kita berdua kembaran para tokoh Marvel sih, jadi rada kuat gitu lo.

Awana Skyway

Terminalnya nyatu dengan mall, jadi lumayan bisa window shopping sebelum naik Awana Skyway.   Sempat mampir di toko mochi jepang, Edibee, kalau rasa kenyalnya sih mirip mochi Sukabumi cuma beda di packaging nya saja agak lux.  Beres belanja mochi Jepang, langsung bergegas naik Awana Skyway di lantai 3, maklum masa kecil kurang bahagia.  Tapi dengan naik skyway walaupun digabung dengan keluarga dari India, kita jadi happy banget, kerena jalurnya menanjak banget, viewnya juga ok banget plus udaranya kaya di puncak Bogor.

@ Awana Skyway

Dalam gandola keluarga dari India itu heboh banget foto fotonya, maklum suasananya ok banget.  Lumayan 20 menitan dalam gondola, kami tidak mampir ke Chin Swee Temple, langsung ke SkyAvenue mall.  Sampai di SkyAvenue kami disajikan tontonan permainan lampu dan layar yang luar biasa, wow banget bagai opera besar di tengah mall yang super megah.

In front of Burger & Lobster

Selesai pertujukan, window shopping sambil mencari Burger & Lobster untuk rehat makan, tapi apa daya saudara saudara karena modal terbatas, acara lunch di Burger & Lobster di pending sampe menunggu ada yang mau traktir, hehe.  Akhirnya lunch kita di JR Curry yang cost pas sama budget yang ada.  Enak juga JR Curry, suasana prasmanan di negeri orang.

Air Mancur Menari

Cape udar ider di Sky Avenue kami pulang lagi by SkyWay, shalat di mushola Genting Highlands Premium Outlets.  Premium Outlets isi nya outlet produk produk branded dunia. Awal-awal nya window shopping aja, tapi karena di window nya ada tulisan discount jadi aja suasana mulai memanas, perjalan terhambat di Padini Outlet Store karena lagi banjir discount.  Hehe. 😛

Twin Tower

Jam 16.00 kami sudah turun ke terminal, nunggu bus sesua jadwal tiket pulang.  Sampai di KL karena masih sore, setelah taruh belanjaan di hotel, kami lanjut naik LRT ke KLCC untuk ngjengok Petronas di malam hari.  Sebelum sesi foto kami rehat makan dulu di Nando’s Suria KLCC mall.  Pengalaman kedua kami makan di Nando’s, sebelumnya di tahun 2015.

Selesai makan lihat pertunjukan air mancur menari di halaman samping Suria KLCC mall, dengan efek lampu yang luar biasa, sampe sampe yang nonton pada menari terbawa suasana yang gimana gitu.  Kk Ade juga ikut menari diiringi lagu We are The World.

Acara ditutup dengan sesi foto foto dengan background Twin Tower dimalam hari.  Perfect holiday.

Note : kalau mau dan lagi jalan jalan ke Kuala Lumpur jangan  lupa baca juga artikel Keretaapi Tanah Melayu.

Iklan
Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Welcome to Little Seoul

@ Little Seoul

Lebaran kedua 1429 H ke Bandung, via Cibubur – Clieungsi (Met Land) – Cibitung – Kerawang Barat – Bandung.   Jalur menghindar macet tol Cikampek, yang selalu horor diseputaran Bekasi.  Via jalan lama tapi lumayan ampuh hindari macet tol seputaran Bekasi – Cikarang.  Masuk tol lagi di pintu tol Kerawang Barat, mobil melaju bebas hambatan.  Nge botram di km 88, gelar masakan lebaran khas ummi, yang penuh dengan aneka rasa kelezatan.  He he siapa dulu dong suaminya.  😛

Baca lebih lanjut

Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Danau Maninjau – Padang

@ Puncak Lawang Danau Maninjau

Hari ketiga

Saat kaki menginjak Ranah Minang, kk selalu bilang, “pokoknya wajib makan Gulai Itiak Lado Mudo” di Binuang Bukittinggi.  Beres packing barang, foto pagi depan Jam Gadang, lanjut naik delman plus kejadian horor, nahan kuda diturunan samping Istana Bung Hatta, kami lanjutkan traveling ke Danau Maninjau.

Lewat jalan Binuang, bungkus beberapa porsi Gulai Itiak Lado Mudo, maklum baru beres breakfast di hotel, jadi bekal bukusan untuk makan siang sambil memandang Danau Maninjau.  Akhirnya cita cita kk dapat terwujud. Baca lebih lanjut

Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Bukittinggi – Payakumbuh

Panorama Ngarai Sianok

“Dari lantai atas hotel terlihat dikejauhan gumpalan awan putih tebal memanjang menutup Ngarai Sianok, posisi awan lebih rendah dari posisi memandang, bagai terperangkap dalam Ngarai.  Sebelah kiri mata memandang tampak gagah gunung Singgalang berdiri dengan kerucut yang tidak simetris lagi.  Sejuk udara pagi, indah nya mata memandang menjadi magnet tersendiri berwisata ke Bukittinggi”.

Hari pertama.

Kalau traveling sendiri atau sekeluarga inti itu sih biasa.  Tapi kalau traveling sama ibu yang sudah lanjut usia, itu baru namanya luar biasa, butuh kesabaran lebih dan perencanaan yang matang.  30 Mei ini ibu genap 71 tahun, kalau diajak jalan kaki terlalu lama sudah tidak sanggup, cepat lelah.  Sabtu lalu kami bersama ibu ke Bukittinggi, via Bandara International Minangkabau. Baca lebih lanjut

Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Makassar

@ Fort Rotterdam

Seumur umur belum pernah ke Sulawesi.  Long week end akhir Maret lalu ke Makassar biar kesampaian dapat ke Celebes, sekalian explorer seputar Makassar.  Waktu hanya tiga hari, sangat terbatas lokasi yang dapat dikunjungi.  Sudah lama tidak jalan jalan, terakhir ke Lampung, awal tahun, hampir satu triwulan tidak jalan jauh sekeluarga.  Itinerary tidak dibuat, breakdown kasar hanya didalam pikiran saja.

Rencana liburan hanya mau santai-santai saja, leha-leha di hotel sambil berenang dan wisata kuliner Makassar, namanya juga liburan tiga hari.  Coto Makassar, Pisang Ape, Pallubasa, Konro Karebosi sudah terpatri dalam pikiran sebagai target destinasi kuliner. Baca lebih lanjut

Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

Bandar Lampung

@ Feri Merak – Bakauheni

Mau ke Puncak macet, ke Bandung macet, ke Dieng juga khawatir macet di tol Cikampek.  Kalau liburan akhir tahun harap maklum macet dimana mana.  Liburan buat refreshing, karena macet bisa jadi bt kuadrat.  Mau liburan naik pesawat juga tanggung, waktunya hanya dapat 2 malam 3 hari, bisa mahal diongkos.

Ngirit traveler tidak pantang menyerah, diputuskan berlibur ke Bandar Lampung, siapa tau tidak macet kalau kearah sana.  Benar juga, Rabu 31 Desember kami berangkat pagi dari markas di Bogor, jalanan lancar jaya sampai Merak.  Bogor – Merak tembus 2 jam, nyaman betul nyetir pagi itu. Baca lebih lanjut

Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Belitong, H2

Granit

Batu Granit adalah batuan beku dalam atau batuan plutonik yang berwarna terang dengan butiran mineral yang terlihat cukup besar.  Butiran mineral tersebut terbentuk dari kristalisasi magma yang lambat di bawah permukaan bumi.  Granit utamanya tersusun oleh mineral kuarsa dan feldspar, dengan sejumlah kecil mika, amfibol dan mineral asesoris lainnya.  Komposisi mineral-mineral inilah yang biasanya memberikan granit berwarna merah, merah muda, abu-abu ataupun putih dengan butiran mineral gelap terlihat di permukaannya.  Batu granit dapat dipoles untuk lantai dan dekorasi karena mempunyai variasi warna yang indah.

Catatan singkat saya untuk yang mau ke pantai Tanjung Kelayang atau Pantai Tanjung Tinggi, supaya pas duduk diatas granit bisa lebih menghayati dan merenungkan batu apa yang sedang diduduki.  Kita akan tambah menyadari betapa sempurna nya Allah dalam menciptakan sesuatu.  Takbir!!! Baca lebih lanjut

Categories: Culinary, Profesionalism, Travel Note | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Mozza Bistro

Ade @ Mozza Bistro

Mau makan serba keju di Bogor, datang saja ke Mozza Bistro.  All about cheese.  Resto di Jl Achmad Adnawijaya (Pandu Raya) no 128 Bogor, disebelah Surabi Duren SiKabayan Cafe yang super maknyus.  Saking serba keju, bangku makannya saja dibuat mirip kaya keju-keju raksasa.  Walau masih tahap uji coba bukanya, tapi saya rasa sudah ok pelayanannya.  Yang kurang hanya di discount nya saja diperbesar, hehe.

Sensasi culinary duet maut sangat terasa, gimana nggak. Mozza Bistro spesial serba keju, aroma Belanda kental terasa. Bertetangga dengan Kabayan Cafe spesial Surabi Duren, tradisional kudapan khas tanah Pasundan.  Cita rasa blasteran sangat kuat terasa, mungkin di kota lain tidak ada yang seperti ini.

Malam minggu lalu kami makan di Mozza Bistro, nyobain Taiwan Crispy Fried CK Hot Plate + Rice dan Chicken Katsu With Cheese, dengan minumnya Lemon Tea Mint Jumbo.  Karena kami orangnya penuh dengan rasa kebersamaan, jadi makannya satu plate berdua.  Maklum sudah larut malam, dinner nya nggak boleh banyak-banyak, lagi diet ketat.  Kalau mau jujur sih, sebenarnya ini cuma modus kami untuk ngirit saja. 😛 Baca lebih lanjut

Categories: Culinary | Tag: , | Tinggalkan komentar

Foresthree

Kk & Me

Tempatnya x lapangan futsal, sekarang disulap jadi cafe nge hit seantero Bogor raya.  Gimana nggak ngehit, duplikat pohon African-baobab yang segede gambreng saja ada didalam cafe, dengan latar depan hamparan hijau rumput sintetis untuk area berselfie ria.  Jadi silahkan mau berfoto pake gaya salto, kayang, levitasi, koprol, handstand dll bisa diperagakan disini semua. Baca lebih lanjut

Categories: Culinary | Tag: , | Tinggalkan komentar

Kuliner Malam Bogor

Gulai Tikungan

Gulai Tikungan

Berburu kuliner malam di Bogor, yang anti mainstream, coba ke seberang Seafood Bonex 69 / Soto Lamongan 99, Jalan Jenderal Soedirman Bogor.  Sekarang banyak anak muda yang kreatif dan mandiri pada buka tenda kuliner seputaran Taman Peranginan Kota Bogor.

Tenda Gultik

Tenda Gultik

Tikungan pintu masuk ruko Alamanda dan Pecel Lela ada yang jual Gulai dengan nama Gultik atau Gulai Tikungan, sepiring hanya 10 ribu rupiah, tapi nasinya minimalis, pas untuk yang sedang masuk masa diet.  Warung tendanya minimalis, sehingga tidak menggangu tikungan jalan masuk yang ada.

Ketan Susu Coklat Keju Sultan

Ketan Susu Coklat Keju Sultan

Menu Sultan

Menu Sultan

Dekat Gutik ada yang jual Ketan Susu dan Wedang Ronde, namanya warung tenda traditional food Sultan.  Ketan Susu Coklat Keju nomor satu rasanya, sip banget, ehm #yummy.  Wedang Ronde nya juga wokeh, bikin badan dan hati jadi lebih hangat.  Duduk di kursi hingga lesehan pun ada di warung tenda Sultan.  Ketan Susu tersaji dipiring kaleng jadul yang menambah keunikan sajian.

Wedang Ronde

Wedang Ronde

Ketan Susu Keju

Ketan Susu Keju

Sate Maranggi Asin X Taichan

Sate Maranggi Asin X Taichan

Jalan sedikit dari tenda Ketan Susu Sultan, akan bertemu dengan warung tenda Sate Maranggi Asin x Taichan, selalu ramai pembeli, didominasi anak muda.  Per tusuknya Rp.4000, jual lontong juga, biar tambah pas makan satenya.  Di jamin ramai sampe cari tempat duduk saja full.  Kami saja satenya dibungkus, makannya nebeng di warung Gultik, piringnya juga pinjam yang punya warung Sultan.

@ Sate Maranggi Asin X Taichan

@ Sate Maranggi Asin X Taichan

Komplit sudah kuliner malam dengan kombinasi Gulai, Sate, Ketan Susu ditutup dengan Wedang Ronde.  Selamat berburu kuliner malam di Bogor, bro…
Categories: Culinary | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.