Story

About my story

212

Jamaah Aksi Super Damai 212

Jamaah Aksi Super Damai 212

“Abi, Ummi boleh ikut aksi ?  Ummi ditemani Kk kesana nya Bi.”  Pinta Ummi.

“Ntar disana banyak orang Mi, wudhu,  toilet pasti antri panjang, belum lagi di kereta sudah pasti berdesakan.  Buruh juga pada mau demo, biar Abi sama Kk saja yang turun ke aksi.”  Saran saya.

“Nggak masalah Bi, namanya juga perjuangan”.  Jawab ummi.

Sedikit percakapan kami saat nonton berita long march Kafilah Ciamis, santri-satrinya sangat heroik dan menginspirasi jutaan umat Islam di Indonesia.   Langkah kaki mereka mengirimkan pesan Ukhuwah Islamiyah disetiap daerah yang dilalui.  Ghirah bela Islam mereka sangat diatas rata-rata, malu kami kalau hanya sekedar menonton dan berdiam. Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Story | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

411

Suasana di Stasiun Juanda, saat 411

Suasana di Stasiun Juanda, saat 411

“Kk jangan ikut aksi, biar abi saja, Kk kan sore ada praktikum”.  Instruksi pagi Saya ke Kk yang ditanggapi dengan muka cemberut.  Walaupun dilarang, beberapa hari kemudian, Saya baru tahu Kk dan teman-temannya juga hadir di Aksi Damai 411.

Aksi dengan massa yang sangat-sangat banyak, pengalaman yang sulit dilupakan, pulang pergi naik kereta commuter line, isinya semua pria berbaju koko putih dengan kopiah haji.  Penuh dengan keheningan dengan satu tujuan yang sama yaitu Aksi Damai mencari keadilan. Baca lebih lanjut

Categories: Story | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Cycling For Better Life

Sentul

@ Sentul

Awalnya punya hobi naik gunung, itu di jaman seventeen year old dulu. Saat kuliah sudah tidak pernah lagi sehubungan kuliahnya keluar masuk sungai mulu untuk cari dan ngetok batu. Jurusan pencari batu akik kale yach. Saat kerja mulai kecanduan jalan-jalan ke alam bebas, bukan karena hobi tetapi karena tuntutan kerjaan, cari batubara dari pulau Sumatera hingga Kalimantan. Banyak perjalanan yang tidak ditulis tetapi masih tersirat dalam kolbu, efek dari jaman blog gratis baru dimulai di era tahun 2008 an, sedangkan kerja sudah dimulai dari era tahun 1996 an. Tapi sudahlah mau dibilang apa show must go on.

Sekarang sudah punya junior dan bekerja di ibukota terpaksa cari lagi hobi yang pas untuk mengisi week end. Kalau traveling agak sulit karena kk di asrama, mau jalan tidak bersama 1 keluarga full tentu rasanya ada yang kurang, kurang asyik saja, kan asyiknya rame-rame (iklan sampoerna). Lari pagi agak menjenuhkan, karena jarak lari hanya terbatas kalau mau jauh tentu harus jadi atlet marathon dulu. Sudah gitu kalau habis lari selalu bikin badan ngantuk sekali, memang dasar tumor aja kale yach. Baca lebih lanjut

Categories: Story, Travel Note | Tag: , , , , , , , , , | 2 Komentar

Go to Makkah al Mukarramah

Depan Masjidil Haram

Depan Masjidil Haram

Labbaik, Allahumma Labbaik, Labbaik laa syariika laka labbaik, Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, laa syariika laka.

Sabtu 28 Maret, jam 2 pagi dini hari kami bergegas untuk melakukan Umroh, muthawif mengatur barisan, agar akhwat aman di tengah barisan. Ini adalah moment pertama saya memasuki Masjidil Haram dan melihat langsung Kabah dari dekat. Subhanallah pagi dini hari saja penuh dengan orang Tawaf. Tawaf, shalat depan Maqam Ibrahim kami lakukan bersama, lalu minum air zam zam sambil sedikit membasahi rambut. Dilanjut bersama-sama kami ke lokasi Sai, diawali dari bukit Safa, putaran pertama kami lakukan di lantai dasar Sai, saat putaran kedua kami naik ke lantai dua agar tidak tidak terlalu ramai. Saat Sai saya membayangkan Siti Hajar mendaki 2 bukit Safa dan Marwah secara berulang, dulu belum ada tempat Sai yang nyaman seperti sekarang, tentunya dulu itu berbatu dan berpasir dengan terik matahari yang panas untuk mencari air. Saya menangkap adanya pelajaran keiklasan dan kepatuhan kepada Allah SWT di dalam Sai ini, Sami’na Wa Atho’na. Alhamdulillah kami dapat melakukan Umroh secara lancar. Setelah Umroh kami menunggu waktu Subuh didekat bukit Marwah, agar dapat sholat berjamaah. Bada Subuh kami pulang ke hotel untuk rehat sejenak, sendal crocs ummi hilang dekat bukit Marwah, otomatis saya nyeker pulangnya karena sendal dipakai ummi, benar benar suami yang top. Hotel selama kami di Mekah di Zawar Al-Harmain Hotel. Baca lebih lanjut

Categories: Story, Travel Note | Tag: , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Go to Madinah al Munawarah

Pelataran bagian utara Mesjid Nabawi

Pelataran bagian utara Mesjid Nabawi

Selasa pagi 24 Maret 2015, saya dan istri diminta untuk menunggu jemputan di depan Mesjid Raya Bogor. Sebelum melakukan perjalanan jauh kami awali sholat Dhuha dan sholat Safar di Mesjid Raya Bogor yang cukup fenomenal. Kenapa saya bilang fenomenal? Silahkan cari jawabannya sendiri.

Kami ke bandara Soekarno Hatta bersama team inti travel Syiar yaitu ustad Fanani dan Gus Uwik. Sampai di bandara kami menunggu pembagian tiket di Hoka Hoka Bento terminal 2D Soekarno Hatta. Sebelum berangkat ada tausiyah singkat dari Gus Uwik dan minum bersama air zamzam, sambil berdoa untuk keselamatan selama diperjalanan.

Naik pesawat Fly Nas, sholat Dzuhur dan Ashar di jamak dalam pesawat, Magrib dan Isya pun kami jamak dalam pesawat, wudhu dengan cara tayamum. Sampai di Jeddah jam 7 malam waktu setempat. Beli kartu perdana Arab Saudi agar mudah komunikasi dengan istri dan muthawif. Test uji kesabaran pertama dimulai saat melewati imigrasi bandara Jeddah, kalau laki akan terasa lama nunggunya, kata petugas “harap sabar” sambil mencet tuts smartphone nya kembali.

Imigrasi selesai, koper-koper aman semua. Kami lanjut naik bus menuju Madinah, di 1/3 perjalanan bus berhenti di tempat peristirahatan yang agak sedikit crowded dan tidak nyaman, untuk santap malam dimana ransum sudah tersedia di bagasi bus, dengan menu telur dadar dan ayam gulai super jumbo. Kami berdua makan satu porsi saja, mengingat di pesawat sudah banyak makan. Baca lebih lanjut

Categories: Story, Travel Note | Tag: , , , | 3 Komentar

Bunati Beach

Coal Outcrop in Bunati Beach

Coal Outcrop in Bunati Beach

Cukup unik pantai satu ini, mungkin satu satunya pantai di dunia yang dinding pantainya menyingkap lapisan batubara.  Memang belum ada pendataan singkapan batubara di pinggir pantai, tetapi saya optimis hanya pantai Bunati saja yang memiliki singkapan batubara yang menjorok ke arah laut.

Quite unique this beach, probably the only beach in the world which have coal outcrop in wall beach. Indeed, there is no data collection coal outcrops on the beach, but I am optimistic only Bunati beach just have coal outcrop which juts into the sea.

Lokasi pantai ini di pesisir Kalimantan Selatan, tepatnya di desa Sebaban Dua, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.  Posisi dikanan jalan trans Banjarmasin – Batulicin, tepatnya di km 194.  Lebih kurang 5 menit dari desa Sebaban Dua.  Dari arah jalan kita harus melewati perkebunan sawit PT Sanjang Heulang, kemungkinan bos sawitnya orang Sunda karena menggunakan ‘eu’.  Pantai ini sudah dikenal masyarakat untuk rehat di sore hari sambil menunggu senja.  Sebagian pantai berpasir kecoklatan, datar, luas, asri, mobil motor dapat masuk ke pantai, serta ombak laut tidak terlalu tinggi.  Singkapan batubara terletak di sebelah kanan atau selatan pantai.  Sensasi agak berbeda, karena biasanya kalau pantai berdinding batugamping tetapi ini batubara si hitam manis yang bersentuhan dengan debur ombak. Baca lebih lanjut

Categories: Story, Travel Note | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Gua Tengkorak / Skull Cave

Gua Tengkorak

Gua Tengkorak

Ini bukan cerita si buta dari gua tengkorak. Tapi story jalan sama rekan rekan di Kideco, 2006 yang lalu, sudah cukup lama 9 tahun yang lalu, tapi berkat foto yang ada jadi ingin menambahkan sedikit catatan saat kesana.  Gua Tengkorak berlokasi Desa Kesungai, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.  Lokasi dekat jalan lintas Balikpapan – Banjarmasin.  Kalau dari arah Batu Kajang lokasi di sebelah kanan jalan, jalan masuknya sebelum Mesjid Jami Assalam Batu Sopang.

This is not the story about blind man from the Skull Cave. But the story journey with colleagues in Kideco, 2006, has been quite a long time 9 years ago  Because the photos, I wanted to add a little note while there.   Skull Cave is located in Kasungai village, Batu Sopang, Paser, East Kalimantan. The location near the causeway Balikpapan – Banjarmasin. If the direction from Batu Kajang location on the right road, the entrance before Jami Mosque Assalam Batu Sopang. Baca lebih lanjut

Categories: Story, Travel Note | Tag: , , , , | 2 Komentar

Lost in Singapore

Smile From Eu Tong Sen Street

Smile From Eu Tong Sen Street

Singapore edisi kedua ini penuh dengan cerita duka, gimana nggak duka.  Malam pertama saja kami sudah tersesat karena ternyata hotel Furama Singapore punya 2 lokasi hotel  yang berbeda, satu Furama Chinatown yang satu Furama River Front.  Kami nyasar disekitaran Furama River Front, tepatnya seputaran Havelock Road dan Outram Road, sedangkan hotel kami di Furama Eu Tong Sen Street dekat Chinatown.  Sudah tersesat, hujan pula, mana kaki habis dipakai jalan semalaman di Orchad.  Ini yang namanya sudah jatuh ketimpa tangga kejatuhan genteng, kalau di hastag jadi #paketkomplit.  Akhirnya kami tanggalkan juga jiwa treveler kami menjadi penumpang taxi yang manis.  Maklum kalau naik taxi infonya bukan treveller.  Bisa ditebak kalau sudah naik taxi cari alamat pasti mudah, gang kelinci aja pasti ketemu.  Akhirnya sampai juga di Eu Tong Sen Street. Baca lebih lanjut

Categories: Story, Travel Note | Tag: , , , , | 2 Komentar

Muara Teweh

Muara Teweh, Sep 2014Mungkin banyak yang belum tahu Muara Teweh itu dimana? Muara Teweh adalah ibukota Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Kesampaian daerah cukup jauh, kalau menggunakan kendaraan± 7 jam dari Palangkaraya atau ±9 jam dari Banjarmasin, sedangkan kalau pakai pesawat (Susie Air) hanya ±45-60 menit dari Banjarmasin, Palangkaraya dan Balikpapan. Pesawat Susie Air yang terbang ke Muara Teweh ini hanya berpenumpang 12 orang sama pilot dan ko pilot jadi 14 orang. Bandara di Muara Teweh namanya Beringin. Jalur Susie biasanya dari Sepinggan (Balikpapan) – Beringin – Samsudin Noor (Banjarmasin) – Beringin – Sepinggan, pilotnya umumnya expart muda dari berbagai negara. Kotanya persis di samping Sungai Barito, kalau menggunakan kendaraan sebelum masuk ke kota Muara Teweh akan melewati jembatan Hasan Basri yang melintasi sungai Barito. Kota tanpak asri tentunya tidak sehiruk pikuk Jakarta. Di tengah kotanya unik ada monumen belah duren yang cukup besar. Baca lebih lanjut

Categories: Story, Travel Note | Tag: , , | Tinggalkan komentar

10 tahun di tanah Borneo

Tidak terasa sudah 10 tahun ku jalani petualangan di tanah Borneo.

Mulai dari tarik pita ukur dibantu sunto & klino di Rantau Tapin Kal Sel, dilanjut petualangan gilaku seorang diri eksplorasi batubara di hulu Mahakam dekat lokasi kontroversial Busang, gara gara Busang ini akhirnya ide Competent Person di dunia eksplorasi jadi bergulir.  Hulu Mahakam nya sekitar Long Lees, Long Tesak, Long Nah dan Tabang.  Pernah perjalanan ku ini dikawal 2 the best person from Dayak Kenya, gila juga kalau bos Timah ada mau nya, diversifikasi bahan galian ujarnya.  Lama 1 paragraf ini kujalani 3.5 tahun.

Sempat vakum 5 tahun aku di dunia ke geologian, mungkin karena korban krismon tempo doeloe.

Lanjut kerja kegeologian lagi di tanah Paser, gabung sama bos Korea, luar biasa banyak hubungan kekeluargaan dan kekerabatan disini dengan ikatan persahabatan yang sangat solid, mungkin karena pola kerja Korean style, nggak ada cape cape nya, energizer kw 1.  Tambang nya rapih, produksi juga ok nomor 3 waktu itu.  Simple, tidak berbelit belit dalam berpikir, yang penting go go production.  Yang ganggu production hati hati akan kena dozer nantinya.  Melek MineScape pertama ku di Kideco ini… banyak di support bos Korea dan luar biasa kasih kebebasan kepada ku untuk nge model si hitam manis.  Lama 1 paragraf ini kujalani 3 tahun

Cerita terakhir perjalanan ku di tanah Borneo adalah bersama AI, disini penuh dengan para good persons with high level thinking.  Cukup lucu kerja ku di AI because my base in kota indah nan apik Balikpapan, tapi lokasi kerja jauh di KalSel, jadi terkadang cukup sulit untuk manage kegiatan nge drill, mungkin ini akan jadi nilai tambahku di kemudian hari.  Training cukup banyak disini tapi mau nge developnya mungkin belum ada opportunity.  Kala ini my feel lonely sudah sampai di ubun ubun, so konsentrasi juga dipaksakan.  Rindu with my family sudah sampai klimaksnya, habis sudah mendekati 6.5 tahun bro…. jauh dari Bogor.  Finish nya aku harus sudahi petualangan ku di tanah Borneo.

Cekungan Sumatra Selatan Im coming……..

Categories: Profesionalism, Story, Travel Note | Tag: , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.