Travel Note

This like travel diary

Libur Lebaran di Lombok

Senggigi Beach

Day 1, Rabu 28 Juni 2017Fly with Batik jam 1 siang.  Gagal sholat di Bandara, karena boarding on time, pelayanan yang prima.  Sampai di LIA (Lombok Insternational Airport) jam 16.00 WITA, foto-foto dengan backdrop lagi surfing, di pantai Mawun dan Selong Balanak.  Sholat jamak Dzhur – Ashar di mushola bandara LIA.  Sampai di hotel The Santosa Villas & Resort menjelang Magrib, bergegas kami melihat pantai di area belakang hotel.  Selesai lihat suasana pantai, saya lanjut cari motor rental untuk aktifitas selama di Senggigi, dapat di depan hotel, motor nya pak Ben.  Pak Ben ini usaha tour travel wisata Lombok, mau sewa motor, perahu, mobil dll selalu ada.  Kios usahanya seberang Indomaret Santosa Resort Senggigi, no hp nya di 087864892911.  Kalau kalian ke Senggigi mau cari rental motor, mobil perahu motor bisa hubungi beliau.

Malam pertama kami isi dengan kuliner ngebakso, maklum habis lebaran, bosan lihat makanan berat, maunya ngebakso mulu.

Gili Trawangan

Day 2, Kamis 29 Juni 2017.  Trip ke Gili Trawangan, Meno dan Air dengan perahu motor pak Ben.  Berangkat jam 8.30 pagi, dilengkapi dengan life jaket.  Perjalanan Senggigi – Gili Trawangan dengan perahu motor lebih kurang 1 jam.  Pemandangan selama perjalanan dikiri lautan luas, dikanan pantai, tebing daratan, serta perbukitan yang agak menutup cahaya sang fajar di pagi hari.  Gili Trawangan dimulai dengan aktifitas berenang bersama, sambil mencoba Sbox baru.  Pantai nya benar-benar terawang, tembus pandang, jernih banget.  Berenang beres dilanjut bersepeda untuk cari ayunan di bagian Barat pulau, yang fotonya nghits di Instagram.  Sampai kami di pantai Pandawa dengan perjuangan nggowes sepeda yang tidak mudah, karena sepeda nya kurang sip, medan berpasir, serta deru debu dari delman atau cidomo yang berlalu lalang membawa orang beserta koper.

Pandawa Beach Gili Trawangan

Serasa di pantai sendiri, kami bergegas berfoto ria di ayunan, angin laut cukup kuat berhembus, background dikejauhan Gunung Agung Bali menjulang, menambah sensasi pantai yang tak mungkin terlupakan.  Bule bule turis dengan cuex nya berbikini serta berjemur yang dengan mudah dijumpai sepanjang mata memandang.

Beres di pantai Pandawa, kami bergegas gowes lagi dengan rute yang berbeda, dimana kami melewati depan hotel  Aston Sunset Beach dan Ombak Sunset.  Kedua hotel sangat direkomendasikan bagi yang mau bermalam di Gili Trawangan, untuk masalah harga silahkan ditanggung masing masing.

Jalur nggowes , muter ke arah Selatan, saat di cafe Paradise Sunset, berhenti sejenak untuk ambil pasir pantai putih yang seputih hati ku.  Serta terumbu karang kecil sebagai souvenir.  Capek juga nggowes sepeda yang kurang sip, di medan berpasir, di tengah terik matahari yang mulai memanas.

Sampai juga di starting point, sepeda kami kembalikan.  Lanjut jajan ice cream di Gili Gelato, yummy disaat panas pantai mulai membara.   Tidak puas dengan hanya gelato, kami lanjut lagi belanja roti khas Gili Trawangan, rasa nya ok banget, sangat ngangenin.

Gili Meno

Perjalanan dilanjut nyebarang ke Gili Meno dengan perahu motor.  Singgah untuk lunch dipinggir pantai, dengan menu nasi bungkus yang kami bawa dari Senggigi.  Gili Meno ada cafe, dengan meja makan di pinggir pantai, kami pesan spaghetti dan lumpia sebagai menu tambahan santap siang.

Gili Meno, agak sepi dibanding Gili Trawangan, tapi pantai nya agak sakit di kaki, banyak pecahan terumbu karang disepanjang pantai.  Tapi air laut nya jernih bisa tembus pandang, bikin betah berlama lama berenang disana.

Makan siang beres, berenang di Gili Meno beres, lanjut lagi pindah ke Gili Air.  Dekat Gili Air perahu berhenti, untuk cari objek kasih makan ikan dilaut.  Roti sudah kami sebar, tapi tak ada satupun ikan berkumpul.  Langsung pada loncat ke laut, dari atas air laut tampak tenang, ternyata dibawah arus nya cukup kuat, mungkin karena didaerah selat.  Air nya tembus pandang, terlihat beberapa ikan kecil tapi tidak berwarna seperti ikan hias, kami hanya sibuk menahan badan saja yang agak terseret arus air laut yang kencang, ditambah tidak biasa berenang dengan life jacket, akhirnya pada bercanda-canda saja ditengah laut yang jernih.

Gili Air

Perahu  mendekat pantai, kami bergegas turun ke pantai.  Pantai nya ok bingit, tidak sakit karena berpasir tidak berkarang, ditambah air laut yang jernih dengan ombak yang tidak besar, tapi dibawah terasa arus cukup kuat.  Kami berenang sepuasnya di pantai Gili Air, menikmati air laut yang jernih, rasanya bak di Maldives rasa Lombok gitu. 😛

Puas berenang di Gili Air, kami bergegas pulang dengan target bisa sholat jamak di Senggigi.  Perjalanan pulang agak mencekam, karena ombak yang cukup tinggi, angin kencang, seperti terombang ambing di tengah laut lepas.  Tas-tas pada basah karena diterjang deburan ombak yang menghadang lajunya perahu.  Muka terasa perih karena terkena air laut, yang sangat asin.  Maha Besar Allah yang menciptakan bumi dan seisinya, betapa kecilnya manusia ditengah lautan yang tak sanggup menghentikan ombak dan angin dilaut lepas.  Life jacket sudah terpasang kuat, berpegang kuat di perahu dan berdoa, itu saja yang dapat kami lakukan.

Sampai di Senggigi, bumi seperti bergelombang, efek kelamaan kena ombak.  Langsung di putuskan besok acara santai, tidak jadi ke air terjun Sindang Gile.  Makan malam beli di warung tenda, nasi Ayam Taliwang Goreng.  Beres makan jadi lupa penderitaan dihempas gelombang selama sejam disore hari tadi.

Senggigi Beach Hotel

Day 3, Jumat 30 Juni 2017.  Pagi kami isi dengan kegiatan berfoto ria di pinggir pantai, sampai ke halaman belakang Senggigi Beach Hotel yang makin bertambah asri.  Kebetulan jadwal check out di Hotel Santosa, tapi jadwal check in di Holiday Resort.  Ganti tempat untuk merasakan sensasi pantai yang lebih sepi.  Sebelum Jumatan barang sudah dititip di front office, saya Jum’atan sedangkan yang lain pada makan Sate Bulayak di pantai belakang hotel.  Habis Jum’atan agak terheran heran lihat AlQuran besar di panjang depan Mesjid Nurul Iman.  Jum’atan beres, makan Sate Bulayak beres, perjalanan dilanjut check in ke Holiday Resort.

Mangsit Beach, Holiday Resort

Hotel nya di pantai Mangsit, agak sepi di bandingkan Senggigi.  Asri, bersih terawat, banyak turis asing yang nginap.   Sore hari langsung kami bergegas ke kolam renang, untuk berenang.  Dilanjut main ombak di pantai sambil menunggu waktu sunset.  Sunset nya wow banget, pantainya tidak terlalu ramai warga, sehingga saat pengambilan foto nya agak mudah, tidak crowded.  Pengalaman yang tidak terlupakan bermain ombak dikala senja bersama keluarga, kenikmatan yang harus selalu di syukuri.  Makan malam ditutup dengan Ayam Taliwang bakar dan dibuka dengan bihun bakso, supaya makan nasinya jadi tidak terlalu banyak.

Sunset @ Mangsit Beach

Day 4, Sabtu 1 Juli 2017.  Pagi kami isi dengan bermalas malas manja, karena jam 10 an akan dijemput mobil rental, untuk hijrah lagi ke pantai Kuta.  Jam 11 an kami check out hotel.  Sambil jalan menuju ke Kuta, kami mampir dulu untuk beli oleh-oleh makanan ringan di Phoenix Mataram, beres beli oleh oleh satu dus plus sebotol madu khas Lombok.  Perjalanan dilanjut untuk santap siang di Ayam Taliwang Irama, untuk nyobain Plecing Kangkungnya.  Siapkan uang yang cukup kalau kuliner disana, lumayan harga Ayam Taliwang nya berbeda dengan di warung tenda, yang kami suka beli.  Makan siang beres di lanjut belanja kaos di pasar.  Informasi nya adalah pusat grosiran kaos kaos Lombok.

Songket Lombok

Perjalanan dilanjut ke Banyumulek, ke pusat pengrajin gerabah, untuk beli kendi maling, yang konon popular seantero jagat raya.  Lucu masukkan airnya dari arah bawah, tapi saat kendinya didirikan air nya tidak tumpah.  Ulekan cabe juga ada tapi nggak jadi beli, belinya kendi sama gelas-gelas saja.  Perjalanan dilanjut ke tenun songket lombok.  Infonya kalau gadis belum bisa nenun belum boleh nikah kalau di Lombok.  Waduh berat juga yach.  Di tempat tenun songket ini kami berfoto dengan busana tradisonal Lombok, tapi tidak ada yang dibeli.

Dusun Sade

Mampir kami ke Dusun Sade, kecamatan Pujut, Lombok Tengah, desa tradisional suku Sasak, dimana ada 100kk lebih disana yang tinggal di Dusun Sade.  Rumahnya lucu beratap ilalang, berdinding tanah liat dan bambu, beralaskan tanah yang dipel seminggu sekali dengan kotoran kerbau.  Infonya guna menghalau debu dan nyamuk.  Banyak penjaja kain tenun dan kerajinan lainnya seperti gelang.  Nggak terlalu lama disana, Cuma sibuk berfoto ria sama belanja gelang-gelang.

Sampai di Kuta, kami agak terkejut dengan hotelnya yang sudah uzur.  Tapi mau gimana lagi sudah dipesan 2 malam 2 kamar.  Ingin rasanya membatalkan tapi khawatir proses pembayaran sudah dilakukan.  Mau nggak mau diterima dengan hati yang berat.

Selesai check in, untuk menghilangkan rasa kesal, kami bergegas main ke pantai Kuta, lucu pasir pantai nya seperti merica.  Infrastruktur seperti jalan terlihat masih dalam proses pembangunan.  Bakal jadi pesaing Senggigi kedepannya.    Ayunan pantai ada beberapa yang dibuat, karena teluk jadi ombaknya tidak terlalu besar.  Pantai nya landai jadi cukup asyik untuk berleha-leha di sore hari.

Kuta Beach

Magrib kami lewati di pantai, dilanjut kuliner malam di warung murah meriah untuk makan nasi campur dan mie goreng yang bikin nagih.

Day 5, Minggu, 2 Juli 2017, sewa dua motor untuk ke Tanjung Aan, perjalanan ke Tanjung Aan tidak terlalu ramai, sampai di pantai mulai terlihat banyak warga, sudah mulai geliat Lebaran Ketupat.  Anak anak perahu pada menjajakan jasa nya untuk menyeberangkan ke Batu Payung.  Setelah deal harga kami nyebrang dengan perahu ke lokasi Batu Payung .  Yang jadi photographer nya anak-anak perahu, mereka sangat paham spot spot yang baik dalam pengambilan foto.

Batu Payung

Banyak penjaja kelapa dekat Batu Payung, satu kelapa nya 20 ribu, oh ya untuk nyebrang ke Batu Payung sewa perahu motor nya kena 150 ribu rupiah.  Puas foto-foto di Batu Payung, kami diajak ke pantai yang sepi  di kaki Bukit Merese untuk dapat berenang.   Puas berenang kami lanjut pulang untuk ke pantai Mawun.  Tanjung Aan sudah mulai ramai, maklum sedang waktunya Lebaran Ketupat.  Terjebak macet kami saat akan keluar Tanjung Aan.  Jalan sempit yang masuk truk truk bawa orang untuk ramaikan Lebaran Ketupat di pantai.

Nggak bule nggak pribumi semua terjebak macet, polisi teriak teriak mengatur arus kendaraan yang padat merayap saat itu.  Walaupun macet, semua pada happy saja, karena suasana Lebaran Ketupat itu yang membawa keakraban.  Sampai di Kuta kami rehat sejenak di Indomaret, lelah karena terjebak macet, Kuta – Tanjung Aan lebih kurang 15 menit dengan sepeda motor, karena macet kami lewatkan hingga 1 jam.  Luar biasa bukan.

Tanjung Aan team

Rehat beres perjalan dilanjut ke pantai Mawun, Pantai Mawun dan Kuta hanya dibatasi satu punggungan bukit yang cukup tinggi, sehingga motor yang dipakai harus sip, jangan sampai saat menanjak tanjakan terjal motornya nggak mampu jalan.  Biasa karena permulaan jalan ke pantai Mawun dari Kuta terasa cukup lama, tidak seperti pulang nya.  Di pantai Mawun lumayan ramai warga tapi tidak seramai di pantai Tanjung Aan.  Pantai nya karena diteluk, jadi seperti bulan sabit, kanan kiri pantai dibatasi perbukitan yang eksotis.  Puas main ombak disini, kk sama ade jadi bulan bulanan ombak yang kadang besar kadang kecil.  Satu jam lebih kami main ombak di Pantai Mawun diselingi dengan minum air kelapa dan bobo siang di tenda pinggir pantai.

Mawun Beach

Puas main di Pantai Mawun, karena badan terasa capai karena terkena macet, diputuskan untuk trip ke Pantai Selong Balanak di batalkan, perjalanan dilanjut pulang ke Kuta.  Sampai di Kuta, karena belum makan siang, kami beli bakaran ikan laut yang selanjutnya kami santap dirumah makan padang didekat penjual ikan bakar tsb.  Enak ikan bakarnya, nggak pakai acara mahal juga lagi.  Selesai makan bergegas kami ke hotel untuk mandi karena seharian sudah bermain pasir di pantai.

Day 6, Senin, 3 Juli 2017, go home.

Iklan
Categories: Travel Note | Tag: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Namin Dago Hotel

Dekat Front Office

Hotel ini beralamat di jl Hasanudin no 10 Dago, Bandung.  Sebelah Toko Yu, toko mie yang tersoroh seantero daratan Bandung raya.  Namin hotel adalah salah satu hotel yang pernah saya booking terbanyak dalam satu malam.  Saya booking empat kamar sekaligus dalam satu malam.  Luar biasa tidak sejalan dengan visi ngirittraveler yang always ngirit.  Tapi mau dibilang apa, wong lebaran nya ngajak Ibu, Mertua, Ipar, Adek dan Keponakan, otomatis tidak cukup kalau satu kamar.

di Lobby

Lebaran kedua kemaren, kami sekeluarga besar dengan tiga mobil berangkat ke Bandung via Puncak Bogor.  Apa mau dikata berangkat jam 6 pagi sampai Dago jam 4 sore.  Luar biasa Bogor Bandung ditempuh 10 jam, seperti perjalanan jauh kemana saja.

Hotel Namin Dago Bandung cukup rekomendasi bagi anda yang akan ke Bandung, cari hotel di seputar Dago, nggak salah lagi cari saja Namin Dago Hotel.  Kalau nggak percaya lihat saja senyum-senyum kecerian di foto dokumentasi saya, siapa tau bisa menambah keyakinan anda.. 😛

Lantai 5

Lantai 5

Salam wisata di  Bandung raya.

Categories: Travel Note | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Marina Barrage

Santai dulu

Awal masuk biasa saja, seperti masuk ke bangunan dam atau bendungan.  Sempat heboh banyak kaki seribu yang mirip ulat di jalan masuk, maklum keluarga didominasi kaum hawa, yang handsome cuma sendiri.  Otomotis pada histeris kalau liat mahluk yang bernama ulat.  Kalau sudah gini biasa deh saya berubah menjadi super dad. 😛

Lantai dasar Marina Barrage banyak orang berolah raga, ada yang naik sepeda, ada yang berlari, semuanya terlihat terengah-engah dan berkeringat.  Semangat berolah raga warga Singapore sangat tinggi.  Sepertinya paham betul arti dari semboyan mens sana in corpore sano.

Dam Marina Barrage

Menikmati suasana lain saat berwisata di Singapore, silahkan coba visit ke Marina Barrage.  Dam reservoar fresh water, yang tidak jauh dari pusat kota.  Berfungsi untuk penahan air laut pasang kedalam teluk Marina atau pengontrol banjir, sumber fresh water , serta sarana rekreasi.  Lokasi nya bersebelahan dengan  Garden by the Bay.  Kalau mau kesana turun di Marina Bay MRT, lalu exit pintu B, lanjut jalan kaki ke halte bus 400 di Marina Bolevard.  Dekat halte bisa foto-foto dulu dengan background Esplanande di kejauhan.  Turun di pintu masuk Marina Barrage, pulang juga sama gunakan bus 400.

Layang Layang

Saat di lantai dasar kurang terlihat indahnya, tapi saat sampai di lantai atas, baru deh wow terbengong- bengong, indahnya pemandangan.  Hamparan  padang rumput hijau diatas gedung dengan latar skyscraper Singapore city dan laut biru.  Ramai orang pada berfoto dan bermain layangan.   Luar biasa indahnya Marina Barrage.

Ke utara pemandangan gedung-gedung di Singapore, ke selatan tampak kapal-kapal tangker berbadan besar sedang berparkir rapih di laut lepas.  Marina Bay Sand dan Singapore flyer sangat jelas terlihat.  Bisa jadi background yang ciamik untuk berfoto.  Banyak yang sedang melakukan foto prewedding di lantai atas Marina Barage.

Kejar Perahu

Yang nggak kalah serunya, banyak juga keluarga pada berusaha menerbangkan layangan dengan model yang lucu-lucu.  Anginnya cukup kencang, sangat ideal untuk bermain layang layang.  Tapi main layangannya tidak seseru di Indonesia, yang gunakan benang gelasan untuk saling mengadu layangan di udara. 😛

Banyak yang berleha-leha di padang rumput, sambil tersenyam senyum manja minta di foto.  Tempat yang sangat ok untuk berfoto keluarga.  Sekali lagi jangan lupa bawa tripod, jangan malas ntar bakal menyesal kalau tidak bawa.

@ Marina Barrage

Hebat benar diatas gedung saja, rumput hijau tumbuh subur.  Ide yang okeh untuk dicontoh.  Oya bangunan ini pernah mendapat penghargaan dari American Academy of Environmental Engineers and Scientists (AAEE) tahun 2009.  Dam ke 15 yang telah dibangun pemerintah Singapore, konon pembangunannya sendiri menghabiskan dana sampai 3milyar SGD.

Pantut ditiru nih bangunan, untuk perkotaan pesisir pantai Indonesia, sehingga ketersedian fresh water bisa teratasi, dan banjir ketika laut pasang dapat terkontrol.

Selamat berwisata.  Jangan lupa tonton video singkat berikut.

Categories: Travel Note | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Haji Lane

Jump @ Haji Lane

Kalau tidak salah, sudah dua atau tiga kali makan di Singapore Zam Zam, tapi kami tidak perhatikan gang satu ini.  Haji Lane berupa gang di area Kampong Glam, sejajar dengan Arab Street, tidak jauh dari Mesjid Sultan dan Singapore Zam Zam Restaurant.  Gang nya unik karena banyak butik house, cafe dan mural yang ciamik di dinding rumah tua.  Kalau mural lukisan outdoor bisa di dinding, trotoar dll ala seniman jalanan, sedangkan kalau graffiti kan tulisan nyeni di outdoor, jadi agak sedikit berbeda.

Tatap Mata Kami

Kalau di Bogor ada Taman Corat Coret, di Korea ada kampung mural di Ihwa Village, nah kalau di Singapore ada Haji Lane.  Sebagai penggiat fotografi amatiran, tentunya wajib mencari lokasi yang unik-unik untuk berfoto.  Liburan kemaren, kami ke Singapore dengan target explore foto di Haji Lane.

Haji Lane kalau dari arah North Bridge Road, dicirikan dengan cafe I am di depan mulut gang.  Tulisan cafe I am ini mirip tulisan merahnya Amsterdam difoto-foto.  Depan gang ada juga tulisan Haji Lane, jadi cukup mudah nyarinya.

Merah Putih

Jumat malam kemaren saat beres makan di The Ramen Stall, kami lanjut dengan cari Seven Eleven atau minimarket di sekitar Singapore Zam Zam, untuk cari mineral water.  Maklum di hotel kami menginap, Aliwal Park Hotel, hanya disediakan dua mineral water gelas saja.  Tentunya kurang, apalagi kalau malam, kk n ade suka bikin pop mie, otomatis kurang banget.

Nggak sengaja lihat gang Haji Lane dari seberang North Bridge Road.  Karena malam, gangnya agak gelap, tapi banyak muda mudi yang penuhi cafe di Haji Lane, karena agak remang dan kurang kondusif, kami putuskan untuk explore Haji Lane besok pagi.

Biru Tosca

Sabtu pagi, sebelum sarapan kami bergegas ke Haji Lane, maklum kami penganut faham photographer professional, yang salalu menyarankan berfoto di pagi hari.  Pagi hari sinar matahari membentuk sudut jadi sangat membantu pencahayaan yang natural.  Selain itu kalau pagi suasana masih agak sepi, jadi kalau berfoto di tempat wisata bisa lebih leluasa.  Bisa explore beragam gaya.  Gaya punggung, gaya batu, gaya kupu kupu dll.  😛

My 3 Angels

Kesan pertama, rumah rumah tua di Haji Lane disulap jadi butik dan cafe,  semua didandani habis exterior nya, berkesan sangat nyeni tampilan butik dan cafe nya.  Seni mural nya juga luar biasa, bisa lihat dari foto-foto di blog ini.  Nggak bakal nyesel deh foto di Haji Lane, jangan lupa bawa tripod juga, biar tidak reportin orang lain untuk berfoto full team.

Time After Time

Awalnya kenal Haji Lane ini, dari Instagram, bikin penasaran untuk explore nya.  Nah saran buat pak Menteri Pariwisata Republik Indonesia tercinta, ayo maksimalkan Instagram, meng hits kan suatu daerah bisa sangat efektif dan cepat.  Tentunya tetap dengan objek yang layak jual.

Pening Hours

Selesai explore dan bergaya di Haji Lane, kami lanjut sarapan di Singapore Zam Zam dengan menu Bihun dan Nasi Goreng Ikan Bilis, dengan minumnya Teh Tarik dan Kopi O.  Oya informasi juga untuk para pencinta kopi sejati yang sedang berwisata di Singapore, kalau cari Kopi hitam, cari saja Kopi O, jangan Kopi Cino, kalau Kopi Cino itu Cappucino maksud nya.

Orange Efek

Cinta Sampe Tuhe

Cinta Sampe Tuhe

Selamat berwisata.  Selamat berfoto.  Tetap stay tune di ngirittraveler, karena habis ini akan ngulas Marina Barrage.  Thx berat.. sewangsulna.

Note : Stasiun MRT terdekat Haji Lane adalah Bugis MRT Station, dari sini bisa dilanjut dengan jalan santai atau berlari kencang, hehe. 😛

Wow

Categories: Travel Note | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Liburan ke Semarang

Semarang dilihat dari lantai 30 dari Star Hotel

Semarang dilihat dari lantai 30 Star Hotel

Kk berenang di ketinggian

Kk berenang di ketinggian

Libur akhir tahun waktunya terbatas, karena kk masih ada ujian, hanya bisa tanggal 31 Desember, 1 dan 2 Januari saja.  Otomatis harus putar otak, ketempat yang berkesan, tidak pakai macet, dan bisa leha-leha tidur panjang.  Sebagai detektif wisata papan bawah, sudah pasti suka sama teka-teki seperti itu.  Setelah evaluasi mendalam beberapa destinasi serta biayanya, diputuskan ke Semarang saja.  Tanpa ragu seluruh anggota team setuju.

Sabtu, 31 Desember berangkat kami ke Semarang dengan kereta Agro Anggrek Pagi, jam 9.30 dari Gambir.  Sampai di Gambir kepagian, jam 7 pagi, otomatis dari jam 7 sampai di jam 9 hanya diisi dengan sarapan di Mc D plus bengang bengong nggak jelas mau ngapain lagi,.  Maklum traveler kerajinan. 😛 Baca lebih lanjut

Categories: Travel Note | Tag: , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Curug Cigamea

Curug Cigamea

Curug Cigamea

Maksud hati ingin wisata ke air terjun Niagara di Amrik, apadaya kurang cukup modal untuk dapat kesana.  Sebagai detektif geowisata profesional, ketidak cukupan modal bukanlah hambatan.  Yang penting semangat untuk melihat keindahan air terjun tetap membara.  Kebetulan kami belum lihat air terjun Cigamea, minggu kemaren kami luangkan waktu untuk kesana, meredam kekecewaan karena belum mampu ke air terjun Niagara. 😛

Curug Cigamea ada di kawasan Gunung Salak Endah, Kecamatan Pamijahan Bogor.  Kami masuk dari gerbang Gunung Sari Pamijahan.  Kawasan Gunung Salak Endah ada dua pintu gerbang masuk, satunya lagi dari gerbang Gunung Bunder.  Kawasan wisata ini banyak terdapat air terjun, ada Curug Cihurang, Ngumpet, Pangeran, Seribu dan Cigamea.

Pemandangan Dekat Gerbang Pamijahan

Pemandangan Dekat Gerbang Pamijahan

Selain air terjun, ada juga pemandian air panas, bumi perkemahan, wisata Kawah Ratu serta Panorama.  Panorama adalah lokasi berfoto dengan pemandangan lembah hijau dengan hamparan sawah yang luas, sangat menyegarkan mata, hati dan pikiran. Baca lebih lanjut

Categories: Travel Note | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Rumah Pohon Curug Ciherang

Rumah Pohon Curug Ciherang

Rumah Pohon Curug Ciherang

Dalam mendidik anak, kadang kita harus sekali-kali jauhkan mereka dari gadget maupun internet.  Kembali ke alam, berinteraksi dengan alam, agar dapat bertadabbur alam.  Sabtu pagi, libur panjang kemaren, sebagai the good father, saya ketuk kamar anak-anak, untuk bergegas ke alam terbuka.  Soalnya kalau tidak ke alam bebas, sudah dapat dipastikan, waktunya akan habis dengan gadget .  “Kemana kita Bi?”  Serentak bertanya.   Saya jawab “ke Rumah Pohon”.   Kaya Tarzan aja jalan-jalannya ke Rumah Pohon segala, hehe.  😛 Baca lebih lanjut

Categories: Travel Note | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Danau Dora

Danau Dora

Danau Dora

Bosan gowes di area Sentul atau Car Free Day, cobain deh gowes seputar area Badan Informasi Geospasial, di jl Raya Jakarta-Bogor KM. 46, Cibinong, Bogor.  Areanya rindang dipenuhi pepohonan, dijamin hati goweser jadi tentrem, otak terestart fresh kembali, karena banyak lihat yang ijo-ijo.

Goweslah sampai ke ujung, kalau anda beruntung akan mendapatkan pintu gerbang Danau Ecopark yang tidak terkunci. Sehingga anda dapat masuk dan melihat keindahan Danau Dora, yang sepi dan hening dikala pagi, hanya orkestra para jangkrik saja yang ramai terdengar.  Danau Ecopark = Danau Dora. Baca lebih lanjut

Categories: Travel Note | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Sabisa Farm

Harga Produk Sabisa Farm

Harga Produk Sabisa Farm

Mau beli buah naga langsung petik dari pohonnya?  Datang saja ke Sabisa Farm.  Mau cari buah Naga Merah dan Naga Putih?  Datang saja ke Sabisa Farm.  Mau beli daun salada untuk bikin salad, burger atau sandwich?  Datang saja ke Sabisa Farm.  Mau cari cabai, tomat, terong organik dan jambu kristal?  Datang saja ke Sabisa Farm.

Sabisa itu singkatan dari Sarana Belajar Petani Sarjana, tempat belajar Agribisnis, dikelola sama adek-adek mahasiswa IPB, pemuda harapan bangsa, ujung tombak pertanian Indonesia kedepan.  Yang bantu metik, yang kasih penjelasan, yang jadi kasir semua diborong adek-adek mahasiswa.  Sabisa Farm dinaungi oleh Carrier and Development Alumni (CDA) IPB yang diinisiasi oleh Fakultas Pertanian IPB. Baca lebih lanjut

Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , , | 2 Komentar

Asiatique The Riverfront

Proses Interview di Asiatique

Interview di Asiatique

Juli kemaren sekeluarga ngetrip ke Bangkok.  Sore hari pertama, langsung ke Asiatique The Riverfront.  Dari stasiun Ratchathewi naik skytrain turun di stasiun Siam, untuk pindah jalur dari Sukhumvit line ke Silom Line, lalu turun di stasiun Saphan Taksin.  Jalan sedikit kearah pelabuhan, dilanjut naik boat Asiatique.

Asiatique The Riverfront, tempat wisata yang komplit, ada tempat pertunjukan MuangThai dan Calipso, ada Feeris Wheel, pasar souvenir serta arena berfoto yang menarik dipinggir sungai Chao Phraya.  Salah satu night market yang wajib dikunjungi para traveler saat di Bangkok. Baca lebih lanjut

Categories: Travel Note | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.