Posts Tagged With: Mesjid Putra

Putrajaya

I Love Putrajaya

Berbekal tenaga hasil resapan nutrisi Nasi Lemak jatah breakfast Easy Hotel, Rabu pagi 20 Juni 2018, kami langkahkan kaki ke loket KLIA Trasit di KL Sentral.  Bermodal 14 MYR per orang, kami berangkat ke Putrajaya dengan KLIA Transit.

Lebih kurang 15 menit sampai di Putrajaya.  Putrajaya ini kota pusat pemerintahan Malaysia dalam menggerakan roda pemerintahan.  Jadi semua kantor kementerian Malaysia ada di Putrajaya.

Seri Wawasan Bridge

Tempat tinggal Perdana Menteri juga ada di Putrajaya, karena tempat pemerintahan nya satu lokasi otomatis roda birokrasi bisa lebih efisien dan efektif.

Menariknya Putrajaya banyak dikunjungi pelancong juga, terutama yang agak keren-keren seperti kami, hehe. 😛

Banyak spot spot menarik yang dijadikan objek wisata, mulai dari jembatan, bangunan, hingga tour dengan kapal wisata.

Turun dari KLIA transit kami berjalan kearah terminal bus, awalnya celingak celinguk tidak tau harus kemana.  Lihat banyak bus yang ngetem dengan tujuan perjalanan yang kami tidak tau dimana daerahnya.

Pucuk cinta ulam tiba, kami lihat bus wisata “Putrajaya Sightseeing” warna merah yang sedang ngetem.  Dengan pede nya kami tanya ke pak supir, “Pak beli tiketnya dimana dan berapa harganya?”

Mesjid Putra

Pa supir bilang “Itu ke counter saja disana” dengan dialek melayu sambil menunjuk ke arah counter bus.  Per orangnya 55 MYR, tanpa babibubebo langsung ke arah loket, dan beli 4 kupon bus Putrajaya Sightseeing.  Lumayan mahal juga ya.

Kupon bus kami pegang, langsung berjalan ke bus kembali, sambil menyerahkan kupon ke pa supir.  Rejeki anak soleh, ternyata bus langsung berangkat tanpa menunggu wisatawan lainnya.  Serasa kami seperti sewa private bus di negeri orang.

Inside Mesjid Putra

Sebelum jalan pa supir memberi arahan lokasi lokasi yang akan dikunjungi, dan berapa lama waktu yang diberikan untuk berfoto.  Lokasi pertama jatuh ke Seri Wawasan Bridge, jembatan yang instagramable mirip jembatan Pasupati Bandung, karena waktu terbatas kami tidak sia siakan foto sana sini tanpa arah dengan model figuran dadakan dari ngirittraveler, hehe. 😛

Prime Minister Office

Lokasi ke dua Masjid Putra, banyak bertemu cewe dari Korea, Jepang dan China yang mendadak pada ber hijab.  Syiar Islam ketal terasa di pelataran Mesjid, dimana ajaran ajaran Islam dijelaskan secara profesional oleh para guide handal di pelataran maupun dalam Mesjid.  Leaflet dibuat beberapa bahasa, sehingga mudah dipahami oleh para turis mancanegara.  Karena luas, waktu yang diberikan pak supir tidak cukup.  Apalagi didepan Mesjid Putra ada alun alun yang luas, full bendera, dengan background kejauhan tanpak kantor Perdana Menteri Malaysia yang besar dan megah.  Gaya loncat, termenung, narsis semua diperagakan model karbitan dari ngirittraveler saat sesi foto.  Tak terasa waktu yang diberikan pa supir terlewatkan.

Suasana Jalan di Putrajaya

Bermodal ijak gas bus keras-keras dan klakson menyalak nyalak, pa supir memanggil kami untuk segera naik ke bus.  Sampe di bus kami disemprot pa supir karena tidak ontime.  Sepanjang perjalanan pa supir ngomel ngomel yang nggak jelas apa yang diomongin.  Suasana mulai tidak kondusif, tapi kami tenang saja karena tidak mau ribut di negeri orang.

Bus menuju lokasi ketiga, di depan kediaman Perdana Menteri, kami cepat cepat ambil foto, dari pada diomelin lagi, jadi foto secukupnya saja.

Smile from Prime Minister Resident

Perjalanan dilanjut tanpa ada keramahan lagi dari pa supir, sampe segitunya pak.  Penjelasan mengenai tempat tidak ada lagi, isinya cuma ngomel ngomel yang dipahami pa supir sendiri, ciri ciri tidak iklas mengantar kami bagai keluarga raja yang sanggup sewa satu bus besar di negara orang.

Tempat selanjutnya yang kami kunjungi secara tergesa-gesa, Place of Juctice atau Istana Kehakiman yang kubahnya model Taj Mahal.  Lanjut ke Putrajaya Internatioanal Convention Centre,  mirip mirip GBK, tapi nggak tau juga apakah didalamnya ada lapangan sepak bola atau tidak.  Malas kami bertanya ke pa supir yang lagi super bete itu. 😀

Istana Kehakiman

Lokasi terakhir berfoto di Putra Jaya jatuh ke Seri Gemilang Bridge, ketemu calon penganten yang lagi asyik foto preweeding disana.  Dari jembatan ini terlihat uniknya Putrajaya International Convention Centre seperti bangunan bertopi.

Kami diantar pulang lagi oleh pa supir ke terminal bus sambil ngomel ngomel yang nggak jelas juntrungnya. Sepertinya lagi kumat darah tingginya.  Sambar pa supir jangan marah marah mulu nanti cepat ubanan loh.  😛

Seri Gemilang Bridge

Awalnya mau pulang ke KL dengan bus, tapi karena harus gunakan kartu abudemen, jadi kami batalkan.  Pulang ke KL dengan KLIA Transit lagi.

Sampai di KL kami nampak tilas kembali ke Central Market dan Petaling Street, untuk bernostalgia perjalanan Kereta Tanah Melayu di tahun 2015.  Selesai sudah kami lewatkan hari Rabu ini dengan kecerian dan pengalaman yang bertambah.  Alhamdulillah. Takbir.

Iklan
Categories: Travel Note | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.