Posts Tagged With: Pandai Sikek

Danau Maninjau – Padang

@ Puncak Lawang Danau Maninjau

Hari ketiga

Saat kaki menginjak Ranah Minang, kk selalu bilang, “pokoknya wajib makan Gulai Itiak Lado Mudo” di Binuang Bukittinggi.  Beres packing barang, foto pagi depan Jam Gadang, lanjut naik delman plus kejadian horor, nahan kuda diturunan samping Istana Bung Hatta, kami lanjutkan traveling ke Danau Maninjau.

Lewat jalan Binuang, bungkus beberapa porsi Gulai Itiak Lado Mudo, maklum baru beres breakfast di hotel, jadi bekal bukusan untuk makan siang sambil memandang Danau Maninjau.  Akhirnya cita cita kk dapat terwujud.

Lihat Danau Maninjau dari Puncak Lawang, mobil dapat sampai dengan mudah.  Puncak Lawang dikelola swasta, tiket masuk perorang hanya sepuluh ribu rupiah.  Banyak pohon cemara di Puncak Lawang buat suasana tambah adem dengan latar kejauhan tanpak Danau Maninjau yang luas membiru.

Saking indahnya danau Maninjau, membuat goresan luka di tangan dan di kaki, karena terlalu bersemangat foto syuting sambil bergaya bajing loncat, karena usia keseimbangan jadi kurang sensitif, saya jatuh terjelambab, bagaikan buaya jatuh disiang bolong.  Sakitnya tidak seberapa tapi malunya itu loh luar biasa.  Untuk menghilangkan rasa malu saya pura-pura sibukan dengan ambil foto sana sini.  😛

Danau Maninjau adalah kaldera dari erupsi gunung Sitinjau, yang jejaknya dapat terlihat pada bukit sekeliling danau yang menyerupai dinding,  Danau membentang luas hingga ±100km persegi dengan kedalaman rata rata ±105m.  Luar biasa hasil kehendak dari Maha Pencipta, sempurna, indah, sempurna.

Perjalanan dilanjut sisi atas Danau Maninjau, saat lihat warung Pondok Kawa Daun di Gantiang kami berhenti untuk rehat siang, sambil menyantap bekal Itiak Lado Mudo, memandang Danau Maninjau dari arah atas, suasana makan siang yang super sekali.  Walau hanya makan nasi, timun, sambel ijo dan secuil daging itiak, terasa nikmat sekali, terhanyut suguhan panaroma indah depan mata.

@ Satu Karya – Pandai Sikek

Minumnya dengan Kawa, yaitu minuman yang terbuat dari racikan daun kopi.  Belum pernah rasakan kan?  Coba deh cari Pondok Kawa Daun di Gantiang Maninjau.  Dijamin nagih, minumnya juga dengan gelas dari batok kelapa, saat minum kepala akan manggut manggut tanda setuju kelezatan dari air Kawa.

Beres rehat lanjut ke Pandai Sikek untuk belanja kerudung dan mukena, masuk ke waktu saatnya ibu-ibu berbelanja oleh oleh dll.  Driver mengarahkan ke outlet Satu Karya, Pandai Sikek.  Tempatnya nyaman, selain outlet ada mushola juga dengan lantar pesawahan dan bukiit bukit hijau dikajauhan.  Konon barang barang dagangan di Bukit Tinggi, berasal dari Padai Sikek, jadi kami langsung ke sumbernya.  Banyak hasil tenun dan rajutan dijual di Satu Karya, tapi sayang disayang mukena ibu yang berukuran all size sudah tidak ada stock, habis terjual, terpaksa kami cari mukena dilain outlet.

Sampai di Padang, langsung ke Pusat Oleh-oleh Ummi Aufa Hakim di jl Veteran Padang.  Kripik Sanjai nya enak, ada model keripik kecil dan berwarna hijau.  Konon pak JK kalau beli oleh oleh seringnya ke toko ini.

@ Pondok Ikan Bakar Cabang Khotib Sulaiman

Sebelum check in ke Favehotel Olo Padang kami makan malam di Pondok Ikan Bakar Cabang Khatib Sulaiman, sajian bukan ayam atau daging lagi seperti rumah makan Padang umumnya, tetapi seafood yang diberi kuah khas Padang. Unik sekali silahkan coba.

Check in Favehotel Olo Padang, langsung pada istirahat, kalau sy kk dan ade lanjut bergerilya ke Gramedia by gocar, cari sesuatu untuk besok karena ummi genap 46 tahun.  Supaya berkesan dan memberi perhatian lebih.  Gramedia tidak jauh dari hotel, karena sudah malam dan cape seharian di mobil, kami gunakan bantuan gocar untuk PP nya.  Dapat barang langsung bungkus kado biar surprise.

Hari Keempat

Kalau booking kamar via Agoda dll jangan terburu buru, pengalaman sudah dua kali tidak memperhatikan service yang didapat.  Pesanan saya di Favehotel Olo Padang ternyata tidak termasuk breakfast.  Terburu buru karena harga murahnya saja tapi tidak cek service yang didapat,  Terpaksa pagi harus putar otak mau makan dimana?  Untuk para ibu saya arahkan breakfast di hotel.  Tapi kami anggota tetap ngirittraveler pantang mengeluarkan uang banyak kalau hanya sekedar breakfast.

Tripadvisor tidak sanggup kasih saran karena hari masih terlalu pagi.  Terpaksa dengan cara manual, saya lakukan survey darat keluar hotel sendiri, sambil perhatikan warung apa yang buka kearah depan Gramedia.  Tak jauh dari Gramedia Olo ada Bopet Rajawali Damar, kedai yang menjajakan Nasi Soto, Sup, Tahu Goreng dll.  Lihat kebersihan dan semangat pagi sudah buka,  saya jatuh hati agar bersegera ajak pasukan untuk breakfast disini.

Sampai di hotel hanya ummi saja yang mau diajak jalan keluar untuk breakfast, kk ade masih pada pw dengan ranjang tidurnya.  Honeymoon breakfast berdua dengan ummi saat hari miladnya, terasa sesuatu banget.  Sepanjang jalan saya wa ke kk untuk dibuatkan surat cinta tulus saya ke ummi.  Bahasa sastra tingkat laskar pelangi terpaksa dikeluarkan agar berkesan saat dibacakan. 😛

Ummi breakfast dengan nasi soto, saya dengan nasi sup.  Beres breakfast dan ngbungkus bekal Tahu Goreng dan Nasi Soto untuk kk dan ade dari Bopet Rajawali Damar, kami lanjut ronde kedua kuliner murmer, penjaja seberang Gramedia, makan Lontong Gulai Paku dan Salalauak.  Luar biasa jalan jalan ke Ranah Minang penuh dengan cerita kuliner.

Mesjid Raya Sumatera Barat

Sampe di hotel kami kasih surprise ke Ummi, berupa hadiah terbungkus rapih, yang dibeli dari Gramedia tadi malam.  Ummi terheran heran kapan ngbungkusnya, senyum cinta bahagia ummi semakin menjadi ketika ade bacakan surat cinta tulus saya buat ummi, yang sedang genap bertambah usia.  Semoga umur yang dilalui dapat keberkahan dari Allah SWT.

Sampe siang kami santai santai saja di kamar hotel menunggu waktu check out.  Keluar hotel arah bandar kami sempatkan foto depan Mesjid Raya Sumatera Barat, yang baru diresmikan dua tahun yang lalu.  Mesjidnya unik bagaikan bagian rumah Gadang raksasa, benar benar arsitektur yang cerdas gemilang.

See u Sumatera Barat, Sriwijaya jam 15.00 wib telah memulangkan kami ke Jakarta kembali.  Wasalam.

Iklan
Categories: Culinary, Travel Note | Tag: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.