Posts Tagged With: Phra Arthit Pier

Khaosan Road

Sampai di bandara Don Meang, setelah migrasi beres sebaiknya cari sim card Thailand, banyak ditawarkan di kios depan bandara, paket rata rata 180 bath utk 5 hari.  Kalau sudah terhubung internet semua aktifitas traveling anda jadi mudah karena bisa nanya sama mbah google dan lihat google map supaya ditunjukan ke jalan yang benar. 😛

Banyak cara menuju ke Khaosan Road dari bandara Don Mueang, tinggal lihat kemampuan kantong dan waktu yang ada.  Bisa dengan airport bus umum no A4, bisa ngeteng dengan publik bus ke Mochit no A1, sambung lagi pakai skytrain BTS turun di National Stadium lanjut naik tuktuk.  Bisa dengan Limo bus seharga 150 bath / orang, atau alternatif terakhir dengan Taxi Argo yang rata rata biayanya sekitar 400 bath / car diluar tarif toll dan fee driver sebesar 50 bath.

Kalau musim libur sebaiknya bandara kedatangan usahakan ke Shavarnabumi deh, soalnya sudah ada LRT utk ke tengah kota.  Kalau turun di Don Meang, siap siap menghadapi macet horor saat keluar bandaranya bro.  Soalnya bulan lalu kami coba dengan taxi, Toyota Altis bro, tapi sayang bagasinya kecil bingit.  Toyota harus pikirin tuh masa sedan gede begasi cuma cukup dua koper.  Btw waktu itu ngirittraveler berubah nama jadi royaltraveler, karena pake taxi sih, hehe.

Tidur 3 malam di D&D Inn Hotel Khaosan Road, tidak terlalu jauh dari pertigaan jalan masuk, jadi nyeret nyeret kopernya nggak terlalu report.  Banyak bule bule yang tidur disana, cuma kami saja melayu ganteng dan cantik yang nginap waktu itu.

Khaosan Road kawasan yang selalu pesta dimalam hari, siang hari berubah menjadi gang tenang, sore harinya orang orang sibuk memulai persiapan pesta.  Kalau nginap dengan anak dibawah umur sebaiknya hindari nginap di area ini.  Khawatir masih belum bisa memilah mana yang baik dan buruk.

Malam dentuman musik mulai menggema dari setiap bar, menawarkan aroma bir hingga stand up komedi.  Segala ras suku bangsa dunia mulai pada berlalu lalang di Khaosan Road, menikmati suasana malam, fatamorgana kenikmatan dunia. Nauzubillahminzalik.

Kalau mau cari makan halal, banyak juga gerobak penjual kebab yang ditandai dengan lambang bulan sabit, penanda kehalalan kuliner yang dijual.  Kalau tidak nemu, cari saja makan di Seven Eleven, banyak makanan halal yang dijual disana, seperti sosis, daging ayam dan sandwich, tinggal tambahkan beli nasinya saja, jadi deh anda dinner atau breakfast di kamar hotel masing masing.

Kalau mau jamaah Subuh bisa jalan sedikit ke Chakrapong Mosque, lokasi agak sedikit masuk ke gang, banyak penjaja kuliner halal di mulut gang kalau pagi.  Ngomong sama orang Thailand pasti tidak nyambung, karena bahasa tidak umum.  Tapi saat dengar orang Thailand baca Al Fatihah, pasti hati akan luluh latak mendengarnya.  Para jamaah tau kami dari Indonesia, mereka ikut prihatin akan korban tsunami Banten yang baru terjadi..

Sabtu pagi kami ke Chatuchak dari Khaosan Road, dengan rute jalan kaki ke Phra Arthit Pier, via Soi Ram Butri.  Suasananya seperti di Kuta Bali.  Foto foto sejenak Phra Artit Pier, dengan latar sungai Chao Praya yang romantis.  Naik Chao Phraya Tourist Boat seharga 50 bath/orang  ke  Saphan Tahksin, untuk lanjut naik Skytrain BTS Bangkok ke Mochit.  Boat ini berangkat setiap 30 menit dari pukul  9 am hingga 18.00 pm.  Rute nya Phra Arthit – Thonnuri Railway Stasion – Tha Maharaj – Wat Arun – Pak Klong Taladd – Ratchawangse – Lhang 1919 – Iconsiam – Sathorn (BTS Saphan Taksin).

Minggu pagi ke Chatucak lagi, tapi mau coba beda jalur, jalan kaki di Phra Sumen Rd, breakfast di Karim Roti Martaba seberang benteng Phra Sumen Fort.  Kuliner halal, berupa martabak yang maknyus tiada tara.  Ada nasi juga,  jadi jangan kuatir untuk para penggila nasi.  Nafsu anda dapat terpuas di resto ini.  Beres makan, ke seberang jalan nyetop publik bus no 15 untuk turun di Siam.  Kalau naik publik bus murah banget cuma 6 bath per orang, bus nya tua kaya bus perang dunia kedua, tapi komplit sudah dilengkapi CCTV dan berbahan bakar gas, jadi gas buangnya tidak seheboh bus damri atau metromini di Jakarta.

Kendaraan di Bangkok umumnya sudah pada gas, jadi walaupun macet di jalan tidak terasa polusinya.  Kalau nggak percaya silahkan cium kenalpot bus kalau lagi jalan jalan di Bangkok. 😛

Bisa jadi taxi Toyota Altis nya juga berbahan bakar gas, tempat gas jadi bikin begasinya sempit, hhm may be. 😛

Iklan
Categories: Travel Note | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.